Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
86Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aspek Medikolegal Transplantasi Organ

Aspek Medikolegal Transplantasi Organ

Ratings: (0)|Views: 5,926 |Likes:
Published by Taufik Abidin

More info:

Published by: Taufik Abidin on Jan 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

 
ASPEK MEDIKOLEGAL TRANSPLANTASI ORGAN
PENDAHULUAN1.1Latar Belakang
Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran berkembang dengan pesat.Salah satunya adalah kemajuan dalam teknik transplantasi organ. Transplantasi organ merupakansuatu teknologi medis untuk penggantian organ tubuh pasien yang tidak berfungsi dengan organdari individu yang lain. Sejak kesuksesan transplantasi yang pertama kali berupa ginjal daridonor kepada pasien gagal ginjal pada tahun 1954, perkembangan di bidang transplantasi majudengan pesat. Kemajuan ilmu dan teknologi memungkinkan pengawetan organ, penemuan obat-obatan anti penolakan yang semakin baik sehingga berbagai organ dan jaringan dapatditransplantasikan. Dalam beberapa kepustakaan disebutkan bahwa transplantasi organ sudahdilakukan sejak tahun 600 SM, dimana saat itu Susruta dari India telah melakukan transplantasikulit
1,2
.Seorang dokter di Cina, Pien Chi’ao melaporkan telah melakukan pertukaran jantungantara seorang laki-laki dengan semangat kuat tetapi keinginan lemah dengan seorang laki-lakiyang semangatnya lemah tapi memiliki keinginan yang kuat dalam berusaha, untuk mencapaikeseimbangan dalam hidup. Gereja Katolik mencatat pada abad ke 3, seorang pastur melakukantransplantasi kaki pada seorang umatnya dengan kaki dari jenazah seorang Ethiopia
3
. JohnHunter (1728-1793) dianggap sebagai pioneer dalam bedah eksperimental termasuk transplantasiatas keberhasilannya dalam membuat criteria teknik bedah untuk menghasilkan jaringantransplantasi yang tumbuh di tempat yang baru. Namun angka keberhasilan dari transplantasitersebut masih minimal karena tidak didukung dengan adanya sistem golongan darah danhistokompatibilitas. Seiring dengan ditemukannya golongan darah sistem ABO dan Rhesus olehWiener dan Landsteiner pada abad ke 20, angka keberhasilan transplantasi mengalami peningkatan
2,6
.
 
Ilmu transplantasi modern semakin berkembang dengan ditemukannya metode-metode pencangkokan, misalnya:a.Pencangkokan arteria mammaria interna di dalam operasi lintas koroner oleh Dr.George E Green,
1
 
b.
Pencangkokan jantung, dari jantung kera kepada manusia oleh Dr. Cristian Bernard,walaupun kemudian resipiennya kemudian meninggal dalam waktu 18 hari,c.Pencangkokan sel-sel substansia nigra dari bayi yang meninggal ke penderitaParkinson oleh Dr. Andreas Bjorknlund,d.Pencangkokan ginjal,e.Pencangkokan hati,f.Pencangkokan sumsum tulang,
g.
Pencangkokan pankreas
2
Sampai saat ini penelitian tentang transplantasi masih terus dilakukan. Permintaan untuk transplantasi organ terus mengalami peningkatan melebihi ketersediaan organ donor yang ada.Sebagai contoh di China, pada tahun 1999 tercatat hanya 24 transplantasi hati, namun tahun 2000 jumlahnya mencapai 78. Sedangkan tahun 2003 angkanya bertambah hingga 356. Jumlahtersebut semakin meningkat pada tahun 2004 yaitu 507 kali transplantasi. Tidak hanya hati, jumlah transplantasi keseluruhan organ di China memang meningkat sangat drastis. Setidaknyatelah terjadi tiga kali lipat melebihi Amerika Serikat. Ketidakseimbangan antara jumlah pemberiorgan dengan penerima organ hampir terjadi di seluruh dunia
4
.
1.2Transplantasi Organ di Indonesia
Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang kesehatan banyak cara yang dapat ditempuhuntuk memperoleh kesembuhan. Pada kasus-kasus tertentu, transplantasi organ merupakan jalan yang dapat ditempuh untuk memperoleh kesembuhan. Transplantasi adalah perpindahansebagian atau seluruh jaringan atau organ dari satu individu pada individu itu sendiri atau padaindividu lainnya baik yang sama maupun berbeda spesies
5
.Transplantasi organ yang lazim dikerjakan di Indonesia adalah pemindahan suatu jaringan atau organ antar manusia, bukan antara hewan ke manusia, sehingga menimbulkan pengertian bahwa transplantasi adalah pemindahan seluruh atau sebagian organ dari satu tubuhke tubuh yang lain atau dari satu tempat ke tempat yang lain di tubuh yang sama. Transplantasiini ditujukan untuk mengganti organ yang rusak atau tak berfungsi pada penerima denganorgan lain yang masih berfungsi dari donor 
6
.
2
 
Transplantasi organ akan memiliki nilai sosial dan kemanusiaan tinggi bila dilakukanatas dasar kemanusiaan bukan kepentingan komersial semata. Namun dengan adanyaketimpangan yang cukup besar antara ketersediaan dengan kebutuhan organ masalahkomersialisasi organ menjadi salah satu perdebatan yang sensitive di bidang medikolegal
2
.Saat ini di Indonesia, transplantasi organ ataupun jaringan diatur dalam UU No. 23 tahun1992 tentang Kesehatan. Sedangkan peraturan pelaksanaannya diatur dalam PeraturanPemerintah No. 18 Tahun 1981 tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis sertaTransplantasi Alat atau Jaringan Tubuh Manusia. Hal ini tentu saja menimbulkan suatu pertanyaan tentang relevansi antara Peraturan Pemerintah dan Undang-Undang dimanaPeraturan Pemerintah diterbitkan jauh sebelum Undang-Undang
2
.
TINJAUAN PUSTAKA2.1 Definisi
Transplantasi adalah perpindahan sebagian atau seluruh jaringan atau organ dari satu individu pada individu itu sendiri atau pada individu lainnya baik yang sama maupun berbeda spesies.Saat ini yang lazim di kerjakan di Indonesia saat ini adalah pemindahan suatu jaringan atauorgan antar manusia, bukan antara hewan ke manusia, sehingga menimbulkan pengertian bahwa transplantasi adalah pemindahan seluruh atau sebagian organ dari satu tubuh ke tubuhyang lain atau dari satu tempat ke tempat yang lain di tubuh yang sama. Transplantasi iniditujukan untuk mengganti organ yang rusak atau tak berfungsi pada penerima dengan organlain yang masih berfungsi dari donor 
1,2
.Berdasarkan UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, transplantasi adalah tindakanmedis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuhorang lain atau tubuh sendiri dalam rangka pengobatan untuk mengganti jaringan dan atauorgan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik 
2
.Donor adalah orang yang menyumbangkan alat dan atau jaringan tubuhnya kepada oranglain untuk tujuan kesehatan. Donor organ dapat merupakan organ hidup ataupun telahmeninggal. Sedangkan resipien adalah orang yang akan menerima jaringan atau organ dariorang lain atau dari bagian lain dari tubuhnya sendiri
2
. Transplantasi organ dapat dikategorikansebagai ‘life saving’ sedangkan transplantasi jaringan dikategorikan sebagai ‘life enhancing’
3
.
3

Activity (86)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wenly Susanto liked this
Gita Febri liked this
Gita Febri liked this
Arie Sieayie liked this
ranmi liked this
ranmi liked this
Hatake Rizza liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->