Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
36Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Disputed Paternity

Disputed Paternity

Ratings: (0)|Views: 1,290 |Likes:
Published by Taufik Abidin

More info:

Published by: Taufik Abidin on Jan 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

 
DISPUTED PATERNITY
PENDAHULUAN
Ilmu kedokteran forensik tidak saja dipergunakan untuk menyelesaikan kasus padakorban yang telah meninggal tetapi juga kasus-kasus yang melibatkan orang yang masihhidup. Forensik klinik sebagai salah satu cabang ilmu kedokteran forensik dimanfaatkanuntuk 
mendukung kegiatan penyidikan korban manusia hidup misalnyadalam identifikasi pelaku tindak kriminal (seperti penganiayaan,pemerkosaan) dan kasus-kasus yang terjadi pada kehidupanmasyarakat.
Analisa forensik dilaksanakan terhadap bukti-bukti untuk membantu peradilan menemukan fakta-fakta fisik sehingga kasus-kasus kriminal maupun sipildapat diselesaikan. Salah satu kasus dibidang hukum yang memerlukan penjelasanforensik adalah kasus perdebatan status keayahan (disputed paternity).
1
Disputed paternity (ragu ayah) adalah usaha untuk mengeksklusi seseorang yangdituduh sebagai orang tua biologis dari seorang anak.
2
Penentuan status keayahan tidak hanya menyangkut masalah psikologi namun juga penting dalam aspek hukum dan aspek medis. Dalam aspek hukum masalah ini berhubungan dengan pembuatan akta kelahiran,hak waris dan pernikahan. Diketahuinya ayah biologis juga berguna dari aspek medisdalam hal pendonoran darah atau transplantasi organ.Penentuan status keayahan terhadap seorang anak dapat dilakukan dengan metode paling sederhana yaitu dengan menentukan atau mencocokkan tingkat kesuburan ataufertilitas seorang pria yang di tuduh sebagai ayah dan waktu terjadinya konsepsi. Selainitu kasus-kasus disputed paternity juga dapat diselesaikan dengan melakukan tes paternitas, yaitu suatu tes untuk menentukan apakah seorang pria adalah ayah biologisdari seorang anak. Pemeriksaan tes paternitas penting dilaksanakan pada kasus-kasusdimana seorang wanita yang pernah melakukan hubungan intim dengan lebih dari satuorang pria pada saat yang berdekatan, kemudian wanita tersebut hamil tanpa diketahuisiapa sebenarnya ayah biologis anak. Dapat pula terjadi seorang wanita menuduh seorang pria sebagai ayah dari anaknya, sedangkan pria tersebut menyangkal telah menghamili siwanita. Selain itu, tes paternitas diperlukan pula untuk menentukan hubungan anak-ayah1
 
dalam menentukan ahli waris maupun urusan klaim asuransi. Terdapat berbagai jenismetode tes paternitas yaitu metode konvensional dengan analisis fenotip pada berbagaisistem golongan darah dan metode forensik molekular yaitu dengan tes DNA. Analisisfenotip hanya dapat memberikan jawaban pasti jika si X bukan ayah si anak, sedangkantes DNA didasarkan pada analisis informasi genetik yang sangat spesifik dalammembedakan ciri setiap individu sehingga dapat menentukan identitas seseorang hampir 100 % pasti sebagai ayah biologis si anak.
3
ISI2.1 Definisi Disputed Paternity
Disputed paternity adalah usaha untuk mengeksklusi seseorang yang dituduh sebagaiorang tua biologis dari seorang anak.
2
2.2 Metode Penentuan Status Keayahan dalam Kasus Disputed Paternity
Metode penentuan status keayahan dalam menyelesaikan kasus disputed paternity dapatdilakukan dengan beberapa cara yaitu: menentukan tingkat fertilitas laki-laki yangdituduh sebagai ayah, mencocokkam waktu konsepsi dan melakukan tes paternitas.
2.2.1 Tingkat Fertilitas
Tingkat fertilitas atau kesuburan seorang laki-laki penting diketahui untuk menentukanseseorang dinyatakan pasti bukan ayah biologis seorang anak atau mungkin merupakanayah biologis yang diduga. Laki-laki yang dinyatakan infertil dari hasil pemeriksaandapat mengeksklusi laki-laki tersebut dari dugaan sebagai ayah biologis seseorang anak.Penyebab infertilitas pada pria diklasifikasikan berdasarkan gangguan produksisperma, gangguan fungsi sperma, gangguan transportasi sperma, dan penyebab idiopatik.Gangguan produksi sperma dapat terjadi pratestis, di daerah testis dan organ di luar testis. Kelainan pratestis misalnya hipogonadisme, kelebihan estrogen, kelebihanandrogen, kelebihan glukokortikoid, dan hipotiroidisme, sedangkan kelainan di daerahtestis misalnya gangguan maturasi, hipospermatogenesis, sindroma sel sertroli, sindromaklinefelter, kriptokidisme, orkhitis dan lain-lain. Kelainan di luar organ testis sepertivarikokel dan hidrokel dapat menyebabkan gangguan produksi sperma. Gangguan fungsi2
 
sperma dapat disebabkan oleh adanya pyospermia, hemospermia, adanya antibodi antisperma, nekrozoospermia, astenozoospermia. Gangguan transportasi sperma yang dapatmenyebabkan terjadinya infertilitas berupa kelainan anatomi dari saluran-saluran yangdilewati sperma. Kelainan anatomi dapat berupa agenesis vas deferens maupun vesikaseminars, hipospadia, obstruksi vas deferens/epididimis yang bisa disebabkan TBepididimis, gonokokal epididimis, pasca trauma, klamidial epididimis, serta mikoplasmaepididimis. Kelainan anatomi dapat karena tindakan vasektomi.
4
Analisis semen merupakan tes yang paling penting untuk menetapkan pria infertil.Prosedur standar pemeriksaan semen meliputi diskripsi plasma semen, konsentrasisperma, motilitas, morfologi, hitung sel selain sperma, dan tes antibodi yang melapisisperma. Dari analisis semen didapatkan informasi tentang siklus hormon reproduksi pria,spermatogenesis dan terbukanya saluran reproduksi pria.
3
Harga normal hasil pemeriksaan analisis semen adalah sebagai berikut:
5
 1.Volume : 2 ml atau lebih (2-6 ml), bila < 1 ml disebut hipospermia dan > 6 mldisebut hiperspermia.2.Warna : putih kanji, putih keabuan, putih kekuningan.3.Bau : Khas.4.pH : 7,2-7,8.5.Viskositas 1-2 detik.6.Konsentrasi spermatozoa : 20 juta/ml atau lebih.7.Motilitas spermatozoa : Gerak (gerak sangat cepat + gerak kurang cepat) > 50 %atau gerak sangat cepat > 25 % (dalam 60 menit post ejakulasi).8.Morfologi normal spermatozoa : 30 % atau lebih.9.Vitalitas spermatozoa : > 75 % hidup.10.Leukosit : < 1 juta /ml.Pada analisis semen, disebut azoospermia jika tidak ada sperma sama sekali padasemen yang mungkin disebabkan pretestikuler, testikuler, dan post testikuler.Oligospermia jika parameter semen lain normal kecuali jumlah spermatozoa yang jumlahnya 40 juta/ejakulat atau 20 juta/ml. Astenozoospermia diindikasikan jikamotilitasnya kurang dari 50 % yang progresif. Teratozoospermia jika morfologiabnormal sperma lebih dari 50 %.
4
3

Activity (36)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dina April liked this
vina_vermillion liked this
Priska Erniasari liked this
Retno Sari liked this
Riskadewi Agatha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->