Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
216Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Kesehatan

Makalah Kesehatan

Ratings: (0)|Views: 42,905|Likes:
Published by azys

More info:

Published by: azys on Jan 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/25/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Tidak bisa dipungkiri kualitas sumber daya manusia sangat menentukankeberhasilan pembangunan dan kemajuan sebuah bangsa. Pembangunan di Indonesiayang tengah berlangsung saat ini dihadapkan pada berbagai situasi global dan regionalserta kondisi yang terjadi di tanah air baik secara politik, hukum, ekonomi, sosial budaya dan lain-lain, termasuk adanya fenomena alam. Perkembangan global, regionaldan nasional menunjukkan adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologiyang memberi manfaat sekaligus memberi dampak negatif. Fenomena alam sepertikejadian gempa bumi dan tsunami, kekeringan dan kebakaran hutan merupakan bagiandari persoalan nasional yang memerlukan perhatian, khususnya yang berkaitan denganupaya penanggulangan dan pencegahannya. Pembangunan sumber daya manusia untuk mendukung upaya pembangunan nasional kini juga dihadapkan beragam persoalan,seperti kondisi ekonomi nasional belum sepenuhnya pulih, daya beli masyarakat masihrendah, semakin bertambahnya angkatan kerja setiap tahun, jumlah penganggurancukup tinggi dan persaingan antar bangsa semakin ketat. Namun demikian, berdasarkanIndex Pembangunan Masyarakat (HDI) dengan 3 indikator utama (indikator kesehatan,tingkat pendidikan dan indikator ekonomi) menunjukkan adanya kemajuan di bidang pembangunan nasional di kawasan Asia Tenggara. Data UNDP (2000) menunjukkan pencapaian pembangunan kesehatan tidak sama di semua negara. Nilai HDI sangattinggi dicapai negara Singapura dan Brunei Darussalam. Indonesia mencapai nilai HDImedium bersama negara Malaysia, Thailand, Filipina, Sri Lanka, Maldives, Myanmar,Chili dan India. Nilai HDI rendah diperoleh negara kamboja, Laos, Bhutan, Nepal danBangladesh.
B.Rumusan Masalah
Terlihat bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia melaluiDepartemen Pendidikan Nasional hingga saat masih memprioritaskan pada pendidikandasar dan menengah, misalnya kebijakan dana Bantuan Operasional Sekolah “BOS”,Sekolah Gratis dan Pendidikan Dasar Wajib 9 tahun. Pada pendidikan tinggi justru1
 
dirasakan semakin mahal dan mengarah pada komersialisasi pendidikan, baik  pendidikan tinggi negeri maupun swasta. Misalnya dengan kebijakan perubahan status beberapa perguruan tinggi negeri, seperti UI, UGM, ITB dan lain-lain menjadi BadanHukum Milik Negara (BHMN). Sementara secara kualitas, di bandingkan dengannegara-negara lain mutu pendidikan tinggi di Indonesia relatif masih di urutan bawah.Terlepas dari masalah tersebut, terdapat fenomena menarik dalam kurun waktudasawarsa terakhir ini, yaitu mengenai pendidikan tinggi, khususnya di bidangkesehatan. Sejarah perkembangan pendidikan di dunia kesehatan memang sejak awaldidominasi oleh upaya pengobatan sehingga banyak dikenal umumnya di bidang medis(kedokteran) dengan profesi-profesi medis dan paramedis, seperti dokter, perawat dan bidan. Sejalan dengan itu, banyak muncul pendidikan yang melahirkan profesi tersebut.Di Indonesia cukup banyak di buka fakultas kedokteran di beberapa perguruan tinggi,akademi-akademi keperawatan dan kebidanan. Bidang kesehatan lain yang kemudian berkembang sangat pesat saat ini adalah bidang kesehatan masyarakat. Pada tahun 1996hanya terdapat 5 perguruan tinggi negeri yang membuka fakultas kesehatan masyarakat,yakni UI, UNAIR, UNDIP, USU dan UNHAS ditambah 2 perguruan tinggi swasta,yaitu perguruan tinggi Muhammadiyah di Aceh dan Jakarta. Dengan digencarkannya paradigma baru pembangunan bidang kesehatan, yaitu paradigma sehat selanjutnya pada tahun 1997 hingga sekarang banyak sekali pendidikan tinggi kesehatan masyarakatdalam bentuk fakultas di bawah universitas maupun program studi di bawah fakultasilmu-ilmu kesehatan, fakultas kesehatan masyarakat, fakultas kedokteran dan ilmukesehatan maupun sekolah-sekolah tinggi. Sejak tahun 2003 berdiri Asosiasi InstitusiPendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) yang menghimpun berbagai pendidikan tinggi yang membuka program kesehatan masyarakat denganlulusan bergelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM). Data AIPTKMI (2005)memperlihatkan jumlah Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesiasampai tahun 2005 melebihi 50 buah.Data kesehatan di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan angka harapanhidup (tahun 1990 = 64,3 tahun, pada tahun 2000 mencapai 66 tahun), penurunan angkakematian bayi, penyakit endemis (cacar, polio, cacing dan lepra), munculnya kembali beberapa penyakit menular, penyakit infeksi akut dan kronis (HIV/AIDS, TB, Kanker,Diabetes, SARS, Flu Burung), kesenjangan cakupan imunisasi, gizi buruk, upaya-upayaPrimary Health Care dan Millenium Development Index (perbaikan gizi, air bersih,2
 
KIA, pemberantasan penyakit menular dan pencukupan obat esensial). Khusus ditempat kerja atau industri muncul masalah-masalah kesehatan, diantaranya adalahsebagai dampak dari pemakaian bahan-bahan material berbahaya, proses produksi,limbah dan sistem kerja atau lingkungan kerja yang tidak ergonomis selalu ada dalam bentuk gangguan kesehatan atau penyakit akibat kerja. Kita menghadapi tantangan pembangunan kesehatan berupa transisi demografi & epidemiologi, kecenderunganmeningkatnya penyakit degeneratif, penyakit pembuluh darah, penyakit jantung, penyakit akibat gizi yang kurang seimbang, masih kurangnya perilaku hidup sehatsebagian masyarakat, serta tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu, ancaman penyakit menular, HIV/AIDS serta dalam bentuk penyakit akibatkerja dan penyakit yang berhubungan dengan kerja/pekrjaan. Departemen Kesehatantelah menetapkan sasaran pembangunan kesehatan yang mencakup lingkungan sehat, perilaku sehat, pemberdayaan masyarakat, peningkatan upaya kesehatan, perbaikan gizimasyarakat, meningkatkan sumber daya kesehatan, pengawasan obat, makanan & bahan berbahaya, peningkatan kebijakan & manajemen pembangunan kesehatan. Selain itu,Departemen Kesehatan secara khusus juga telah menetapkan upaya kesehatan di tempatkerja yang tercantum dalam Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
C.Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian di atas, tergambar adanya masalah-masalah kesehatan yangada saat ini dan upaya atau program pembangunan bidang kesehatan, khususnya ditempat kerja yang sedang dilakukan dan adanya kecenderungan pengembangan dengan pesat tenaga kesehatan, yaitu Sarjana Kesehatan Masyarakat. Dalam tulisan inidiuraikan mengenai pentingnya pemberdayaan dan peran Sarjana Kesehatan Masyarakatdalam upaya kesehatan, khususnya upaya kesehatan kerja.
D.Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dandiharapkan bermanfaat bagi kita semua.
BAB II
3

Activity (216)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
So Nif liked this
Amir Rahim added this note|
Saya sangat tertarik membaca artikel yang ada disini karena sangat membantu dalam menambah wawasan saya dibidang kesehatan,semoga tetap eksis.
Leo Slalu Gemini liked this
Alex Rahma liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->