Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
75Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SEJARAH KODIFIKASI AL-QUR’AN

SEJARAH KODIFIKASI AL-QUR’AN

Ratings:

4.85

(20)
|Views: 7,540 |Likes:

More info:

Published by: Muhammad Syihabullah on Apr 21, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
SEJARAH KODIFIKASI AL-QUR’AN
Oleh : Didik Purnomo
®
Pengantar
Segala puji bagi Allah Swt. Yang telah menurunkan al-Qur’an ke bumi sebagai petunjuk, pedoman dan pengetahuan bagi manusia.Sholawat serta salam tetap dan terus mengalir kepada Nabi Muhammad Saw. manusiayang mempunyai jasa besar sebagai perantara turunya al-Qur’an kepada umat manusia.Sesungguhnya al-Qur’an adalah Wahyu Ilahi yang diturunkan kepada Nabi MuhammadSaw. yang telah disampaikan kepada kita ummatnya dengan jalan mutawatir, yangdihukumi kafir bagi orang yang mengikarinya.
1
Al-Qur’an adalah sebuah undang-undang bagi agama Islam, yang diyakini oleh orangmuslim akan keaslian dari Sang Ilahi, tanpa ada campur tangan manusia dalam merubahatau menggati lafadz serta ma’nanya.Ibarat pengemudi yang akan mengantarkan penumpangnya ke jalan lurus selamat dansukses di dunia maupun di akhirat, ia tidak akan membawa penumpangnya menjaditersesat dijalan, ataupun menjadi bingung dengan jalan yang banyak bahkan murtad,namun ia akan menjadikan penumpangnya merasakan ketenangan, mendapat petunjuk dan mengantar ketujuan penumpang dengan selamat.Akan tetapi, terkadang juga ada penumpang yang masih mempunyai keraguan dalamhatinya, terhadap jalur arah dan tujuan yang ditempuh si pengemudi ini, dia masihmelihat kanan-kiri jalan, apakah jalannya sudah lurus apa tidak ?.Tidak sedikit dari kalangan orang Islam sendiri yang masih teromabang-ambingkandalam laut keyakinan, yang bisa juga, menjadikan orang Islam itu sendiri tenggelamdalam jurang kesesatan, padahal sudah jelas kita sudah mempunyai peta dan petunjuk untuk menempuh lautan dunia.Fonemana yang sering terjadi ditengah-tengah perjalanan kehidupan kita, terkadang jugakita masih merasakan lemah dan tipisnya pengetahuan tentang agama Islam, apalagidikhalayak masyarakat yang sangat sensitif sekali dengan masalah keyakinan, karenakeyakinan agama mereka terbentuk berdasarkan budaya disekitar yang masih berpontensi besar bergoyang dan bergesar kekiri atau jatuh kebawah. Hal itu semua, tidak laindisebabkan oleh kedangkalan dan buramnya Ilmu pengetahuan tentang agama Islam, baik dari segi isi kandungan al-Qur’an, maupun tentang sejarah pembukuan al-Qur’an.Dewasa ini para orientalis sudah menyoroti dan memantau setiap aksi atau activitas yangdilakukan orang Islam, mereka sedang mencari cela-cela kelemahan dan kebodohanorang Islam dalam beragama, mereka hendak meruntuhkan ajaran Islam dan keyakinanmelalui cela kebodohan itu.
1
®.
Mahasiswa al-Azhar.
.Prof.Dr. T.M. Hasbi Ash Shidikiy, sejarah dan pengantar ilmu al-Qur’an, Bulan bintang, Jakarta, cet. 14,1992, hal 3.
 
Dikalangan orientalis berusaha menepis sejarah punulisan al-Qur’an, kendati melihatrentang masa lima belas tahun setelah wafatnya Rasulullah Saw. dengan didistribusikannaskah al-Qur’an ke pelbagai wilayah dunia Islam, banyak mereka memaksakan pendapat tentang kemungkinan terjadinya kesalah yang menyeruak ke dalam teks al-Qur’an dimasa itu.
2
Maka dari sini lah pentingnya kita mempelajari historis kodifikasi al-Qur’an pada masaRasulullah hingga masa Ustman, serta mencari argument-argument yang tidak diragukanlagi kebenaranya untuk menjawab dan mematahkan pendapat para orientalis terhadap al-Qur’an, dan segera menutupi cela jalan bagi orang orientalis yang hendak mendistorsikan permasalah yang benar.Dalam bahasan kali ini penulis mencoba menyoroti permasalah yang sedangdipermasalahkan oleh para oreintalis yaitu tentang sejarah kodifikasi al-Qur’an dari masa Nabi Muhammad Sw. Masa Kholifat Abu Bakar dan masa Kholifah Ustman bin ‘Afan.
Sekilas mengenai Jama’a
Kata jama’a atau dalam bahasa populer adalah kodifikasi.dalam bahasa arab kata jama’a dari segi bahasa mempunyai arti menyusun yang terpisahatau yang tak beraturan. Yaitu mengumpulkan sesuatu dengan mendekatkan bagian satudengan bagian yang lain.
3
Dalam Ilmu al-Qur’an, kata jama’a mumpunyai dua arti yang nantinya dari ma’na ituakan melahirkan ma’lumat-ma’lumat yang luas.Yang pertama jama’a mempunyai ma’na yaitu : menghafal semuanya.Dan ma’na yang kedua yaitu : membukukan al-Qur’an semuanya dalam bentuk tulisandari ayat dan surat yang masih terpisah-pisah berkumpul menjadi satu.
4
Seperti apa yang pernah dikatakan oleh ‘Abdulaah bin ‘Amru ; aku sudah mengumpulkanal-Qur’an setiap malam hari, maksudnya saya sudah menghafalkan al-Qur’an.Dan selanjutnya yang telah dikatakan Abu Bakar kepada Zayd bin Stabit ; ikutilah al-Qur’an lalu kumpulkanlah, maksudnya tulis al-Qur’an itu semuanya.
5
Kodifikasi al-Qur’an pada masa Rasulullah Saw.
Al-Qur’an adalah wahyu Ilahi yang diturunkan kebumi melalui seorang Nabi yang tidak  bisa menulis dan membaca tulisan, beliau adalah Nabi Muhammad Saw. Walau beliauseorang yang tidak bisa menulis dan membaca pada awal masa kenabiannya, namun rasasemangat dalam menerima wahyu, serta menghafalkannya tidak mengurangi sama sekali.Hal itu dibuktikan ketika dalam proses pentransferan wahyu ke Rasulullah.
6
 
2
.
 Prof. Dr. M.M al A'zami
, The History of The Qur'anic Text - From Revelation to Compilation,diterjemahkan oleh Sohirin Solihin dkk, gema insani press, 1 april 2005, pengangantar.
3
.
 Dr. Fathi Muhammad ghorib,
huquku mahfudzoh lilmualif, cet. I, hal 14.
4
.
ibid.
5
 
 Dr. Fadhi hasan ‘abas
, ghodau jinan bistamroti jinan, darul nafaais, ordon, cet. I, 2007, hal 111.
6
.Muhammad Abdul ‘Adhim Azarqoni, manahilul qur’an fi ‘ulumil qur’an, ditahqik oleh ahmad bin ‘aliy,darul hadist, kairo, 2001, juz I, hal 204.
 
Beliau mengikuti dengan seksama, serta perhatian tinggi dalam pengajaran dan pimbingan yang disampaikan oleh malaikat Jibril, ketika dalam proses pentrasferan.Beliau benar-benar memperhatikan lafadz dan huruf yang keluar dari malaikat jibril, sertatidak mau melewatkan satu huruf pun dari al-Qur’an yang tertinggal dari konsentrasi beliau. Hal itu semua karena beliau sangat meperhatikan betul dalam menerima wahyudari Ilahi.
7
Sampai Allah SWT. Menggambarkan dalam al-Qur’an, sikap Rasulullah Saw. ketikahendak mengafalkan al-Qur’an, beliau sangat tergesa-gesa dan ingin sekali bisamenguasai al-Qur’an tersebut dalam hatinya.Allah SWT. Berfirman dalam Surat al-Qiyaamah ayat 16-19, yaitu :
( ِهِب َلَجْعَتِ َكَناَسِ ِهِب ْّرَحُ َ16( ُهَنَآْرُقَو ُهَعْمَ اَْيََ ِإ )17( ُهَنَآْرُق ْِاَف ُاَنْأَرَق َذِَف )18( ُهَناَيَب اَْيََ ِإ ُث )19(
“Jnganlah kamu gerakan lidahmu untuk membaca al-Qur’an hendak cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu)dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacakannyamaka ikutilah bacaan itu. Kemudian, atas tanggung kamilah penjelasannya.”
Dan setelah Nabi Muhammad Saw. Mengahafal dan memahami al-Qur’an, barulah beliaumenyampaikan al-Qur’an kepada sahabat-sahabt, dengan membacakanya pelan-pelan dan penuh perhatian agar mereka bisa mengfalkannya dan mempelajarinya. Semangat merekadalam mempelajari, memahami dan menghafal al-Qur’an seperti api yang menyala-nyala,karena dari mereka sendiri sangat mencinta terhadap Nabi, Allah Swt dan al-Qur’an,maka dengan landasan bahan bakar kecintaan tersebut, membantu mereka dalammenghafal dan mempelajari al-Qur’an.Tidak hanya itu yang dilakukan oleh para sahabat terhadap al-Qur’an. Mereka mencobamelakukan suatu upaya yang bisa menjadikan kosentrasi penuh dalam berintraksi denganal-Qur’an serta menuangkan semua perhatianya dalam mempelajari, memahami danmenghafalnya, seperti yang pernah dilakukan para sahabat yaitu menjauhi kesibukandunia, menjauhi kehidupan yang mewah, tidak lain tujuannya hanya memberikan al-Qur’an ditempat yang istimewah dalam diri mereka.
8
Peran Nabi Muhammad Saw. Dalam mendukung sahabatnya untuk menghafal al-Qur’andan mempelajari selalu didorong terus dengan diberikannya kata-kata hikmah tentangkeutamaan orang yang mempelajari dan menghafal al-Qur’an.Tidak hanya itu saja, Allah Swt. Juga sudah mengatur itu semua, bagaimana para sahabat bisa mempelajari dan menghafal al-Qur’an dengan mudah. Dengan adanya al-Qur’anyang diturunkan berangsur-angsur itu salah satu cara yang menyebabkan mereka mudahdalam menghafal al-Qur’an.
9
Seperti yang sudah Allah SWT. Terangkan dalam surat al-Qomar ayat 17 :
( ٍرِدُ ْِ ْلََف ِرْّِ ََآْرُْ اَنْرسَ ْدَََو 17)
7
.
Muhammad bin Muhammad abu Syahbah
, madkol lidiroosati al-Qur’an karim, maktab sunnah, kairo,cet. 3, 2003, hal 260.
8
.
 Dr.Fadhi Hasan ‘Abas
, ghidzau jinaan bistamrotul jinaan, darul nafais, ordon, cet. I, 2007, hal 112.
9
.
 Ibid.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->