Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Atas Naskah Drama

Kajian Atas Naskah Drama

Ratings: (0)|Views: 843 |Likes:
Telaah dan kajian filosofis atas naskah drama berjudul "Robohnya Surau Kami" karya A.A. Navis
Telaah dan kajian filosofis atas naskah drama berjudul "Robohnya Surau Kami" karya A.A. Navis

More info:

Published by: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos. on Jan 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

 
Kajian atas Naskah Drama “Robohnya Surau Kami”Karya A.A. Navis
Kajian Naskah Drama Berjudul ”Robohnya Surau Kami”Karya A.A. Navis 
Oleh: Darundiyo PandupitoyoSungguh, menarik sekali membaca naskah drama “Robohnya Surau Kami” karyaA.A. Navis ini, hingga penulis pribadi merinding dan terhanyut sepanjang mengkaji sertamenghayati naskah ini. Dalam naskah yang terbagi menjadi 3
Scene
ini, tersirat pesan baik secara implisit maupun eksplisit sebuah protes sosial mengenai tata kelola sumber daya yang dimiliki oleh Negara Indonesia dan perikehidupan beragama dalammasyarakat. Sumber daya yang penulis maksudkan adalah sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terkandung.Dalam dialog panjang antara Haji Saleh dan Sang Suara yang merupakan bentuk cerita sindiran dari seorang tokoh bernama Ajo Sidi untuk seorang kakek penjaga sebuahsurau. Diceritakan bahwa Sang Suara terus menebak keberadaan Haji Shaleh di suatu Negara bernama Indonesia yang disinyalir oleh Sang Suara bahwa Indonesia adalah Negeri yang bertanah yang subur, hingga tanaman akan tumbuh tanpa ditanam, namun penduduk di negeri bernama Indonesia mayoritas melarat dan hidup di bawah gariskemiskinan.Dikatakan pula, Indonesia adalah sebuah negeri yang rakyatnya selalu diperbudak orang lain dan hasil tanahnya selalu dikeruk, diangkut, dan dijarah oleh pihak lain. Lebih parahnya lagi, keadaan sosial Indonesia yang selalu kacau dan pertengkaran yangmenjadi hal wajar di Indoenesia. pada faktanya, data yang didapat oleh penulis pembagian yang didapat pemerintah RI dan perusahaan-perusahaan (khususnya asing)eksplorasi sumber daya alam Indonesia, sangatlah merugikan pabila dilihat dari perspektif Pemerintah Indonesia dan rakyatnya.Patut kita lihat bagaimana cadangan dan produksi minyak dan gas bumi kita, yangsekitar 80%-nya dikuasai asing. Dengan konsep
 production sharing 
, maka otomatissebagian, atau mendekati separuh, minyak bumi kita dimiliki asing. Dari sekitar 950 ribu barel minyak bumi yang diangkat dari perut bumi kita, 300 – 400 ribu barelnya diboyong1
 
Kajian atas Naskah Drama “Robohnya Surau Kami”Karya A.A. Navis
oleh kontraktor asing ke luar negeri, itu di luar ekspor minyak mentah kita. Begitu jugadengan tambang emas di Freeport.Penulis cukup prihatin, salah satu tambang emas terbesar di dunia, dan merupakanyang terbesar di Indonesia tersebut, ”hanya” memberikan sumbangan ke negara 1 milyar dollar saja setiap tahunnya (http://casdiraku.wordpress.com/2009/11/23/hentikan-eksploitasi-sumberdaya-alam/). Jadi, pada intinya sampai pada saat ini, Indonesiamasihlah negara yang terjajah, lebih khususnya terjajah dalam hal ekonomi danidealisme. Kembali pada perihal kajian naskah novel, terbaca ada sindiran implisit padakaum beragama fanatik yang selalu membanggakan ke-agama-annya pada setiap orang.Bahkan (maaf), dalam naskah ini pemuka agama Islam digambarkan terlalumemuja dan mengagungkan bahwa mereka pernah datang ke sebuah tanah yang merekaanggap suci yaitu Mekkah. Mereka juga bengga akan ke-hafal-an diri mereka akan kitabagama yang ada, ritual dan prosesi keagamaan rutin yang tak pernah mereka tinggalkansedikitpun, atau bahkan mereka juga kadang (walaupun tidak semua) terlalu bangga pada bahasa-bahasa yang berhubungan dengan religi, yang terkadang mereka sendiri tak tahumenahu artinya kala berdoa menggunakannya.AA. Navis berhasil sedikit mengingatkan ”mereka”, bahwa sepanjang mereka beribadah demi agamanya, sepanjang itu pula mereka termasuk orang yang egois. Karenadoa dan ibadah itulah cara manusia untuk menghindarkan dirinya sendiri dari neraka jahanam. Namun, bagaimana dengan nasib manusia lain di bumi ini. Apa kita pernahmemikirkannya? atau tidakkah kita sempat berpikir bahwa deviasi sosial seperticontohnya perusakan alam, eksplorasi oleh asing, penggunaan rokok di tempat umumdsb., haruslah dipikir ulang dan apabila memungkinkan diprotes penggunaannya. Sang penulis, dengan tegas menggunakan analogi dialog antara Tuhan dan Hamba-Nyamenjelaskan bahwa sudah bukanlah waktunya terlalu membenggakan ke-agama-an kitasendiri dengan mengatasnamakan gelar atau ritual pribadi yang dipunyai. Namun, sebagai manusia dan khususnya bagi para pemuka agama, mulailah untuk menyadari bahwa kita hidup di dunia ini bersama orang lain. Sampai sekarang dalam pelajaran anak SD-pun, tersebutkan bahwa manusia adalah makhluk individual sekaligussosial. Pada artinya, makhluk sosial adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa makhluk hidup lain dan saling bergantung. Akhirnya, di akhir naskah, sang kakek yang2

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->