Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Berbisnis-dgn-Hati

Berbisnis-dgn-Hati

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 6,178|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Syihabullah on Apr 21, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/17/2010

pdf

text

original

 
 Berbisnis
 
dengan
 
 Hati
The 10 Credos ofCompassionate Marketing
K
H
.
A
BDULLAH
 
G
YMNASTIAR
 
&
 
H
ERMAWAN
 
K
ARTAJAYA
 
E
DITOR :
 
Y
USWOHADY
 
S
UNARTO
MarkPlus&CoJakarta, 2004
 
 
BAGIAN IPENGANTARHERMAWAN KARTAJAYA
 
 
K
EJUJURAN
S
EBAGAI
K
EUNGGULAN
B
ERSAING
Oleh : Hermawan KartajayaSaya memikirkan
compassionate marketing
sejak tiga tahunan yang lalu saatskandal keuangan merebak di Amerika yang memuncak dengan tumbangnyaperusahaan perusahaan raksasa seperti Enron, Worldcom, atau Global Crossing.Kasus manipulasi akuntansi terbesar dalam sejarah bisnis Amerika tersebutmenunjukkan keadaan kita betapa semakin tingginya kompleksitas bisnis,semakin canggihnya
tool –
 
tool
manajemen, dan semakain majunya perangkatregulasi, ternyata bukannya menjadikan praktek bisnis kita menjadi semakindewasa dan beradab. Justru sebaliknya, ia semakin kebablasan tanpa etika, tanpanilai – nilai moral, tanpa pegangan.Saya berpikir apakah ini tanda akan datangnya akhir jaman. Bisnis telah kianterpuruk oleh tangan tangan orang yang tidak punya etika dan moral. Bisnistidak lagi dijalankan dengan semangat kejujuran dan keadilan. Apa yang kita lihatdari skandal tersebut adalah betapa para pebisnis semakin membabi – butamenghalalkan cara apapun untuk mengeruk keuntungan pribadi tanpa peduli halitu merugikan pihak lain. Para pebisnis semakin kehilangan nuraninya.Kejadian di Amerika tersebut sesungguhnya bukanlah konsern utama saya.konsern dan keprihatinan saya justru pada praktek bisnis yang sudah berjalanbertahun – tahun di negeri ini. Kalau mau jujur, sesungguhnya apa yang terjadi diAmerika itu sudah menjadi keseharian kita selama ini. Secara kebetulan beritaskandal itu di
blow up
besar – besaran media massa di seluruh dunia sehingga kitatahu dan tersentak karenanya.Tapi bagi kita yang di Indonesia skandal tersebut adalah biasa saja. Karena dinegeri ini praktek bisnis yang sepuluh kali lipat lebih kotor dari praktek bisnisyang dijalankan para eksekutif Enron itu begitu banyak dan telah membudayaselama tiga puluh tahun lebih.Kongkalikong politisi – pengusaha!Bisnis “nginjak kaki”!Praktek suap dan
mark – up!
Sogok – menyogok pejabat untuk memenangkan proyek!Mendirikan bank untuk mengeruk duit masyarakat untuk mendanai bisnis grup!Mengelabui bank untuk menguras koceknya!Kolusi pejabat untuk mendapatkan monopoli!Dan masih banyak lagi.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Verinita Fifaldi liked this
rantiadriani liked this
Yunus Wahyudi liked this
sianniemuach liked this
grogygregory liked this
Muhammad Irsan liked this
dewip liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->