Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
128Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
skripsi-pembibitan karet

skripsi-pembibitan karet

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 21,837|Likes:
Published by Arwahpenasaran
skripsi gw...
skripsi gw...

More info:

Published by: Arwahpenasaran on Jan 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/11/2014

pdf

text

original

 
1
I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Karet merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting peranannya diIndonesia. Selain sebagai sumber lapangan kerja bagi sekitar 1,4 juta kepalakeluarga, komoditas ini juga memberikan kontribusi yang signifikan sebagai salahsatu sumber devisa non-migas. Sampai tahun 1998 komoditas karet masihmerupakan penghasil devisa terbesar dari subsektor perkebunan dengan nilai US$1,1 miliar, namun pada tahun 2003 turun menjadi nomor dua setelah kelapa sawitdengan nilai US$ 1,4 miliar. Pada tahun 2005 pendapatan devisa dari komoditaskaret ini mencapai US$ 2,6 miliar atau sekitar 5% dari pendapatan devisa non-migas (Didiek Hadjar Goenadi dkk., 2007).Karet (
rubber 
) merupakan produk dari proses penggumpalan getah tanamankaret (lateks). Pohon karet normal disadap pada tahun ke-5. Produk daripenggumpalan lateks selanjutnya diolah untuk menghasilkan lembaran karet(
sheet 
), karet bongkah (
block rubber 
), atau karet remah (
crumb rubber 
) yangmerupakan bahan baku industri karet. Ekspor karet dari Indonesia dalam berbagaibentuk, yaitu dalam bentuk bahan baku industri (
sheet 
,
crumb rubber 
,
Standard  Indonesian Rubber 
(SIR)) dan produk turunannya seperti ban dan komponenkendaraan.Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet, yang sebagian besar berada di wilayah Sumatera danKalimantan. Jumlah luas areal perkebunan karet di seluruh Indonesia tercatatmencapai lebih dari 3,5 juta ha, diantaranya 85,03% merupakan perkebunan karet
 
2milik rakyat, 7% perkebunan besar negara dan 7,96% perkebunan besar milik swasta (Direktorat Jendral Perkebunan, 2009). Areal perkebunan yang luas saat ini belum menjadikan Indonesia sebagainegara dengan produksi karet terbesar di dunia. Indonesia masih dikalahkan olehMalaysia dan Thailand yang memiliki luas lahan lebih sedikit terutama dalamproduksi karet (Tim Penulis Penebar Swadaya, 2007).Posisi Indonesia sebagai pemasok karet dunia tidak diikuti langkah-langkahdalam mempertahankannya diantaranya perluasan lahan dan pemeliharaantanaman yang dilakukan secara intensif. Selain itu peremajaan tanaman denganklon baru jarang dilakukan, bahkan klon baru yang dapat menghasilkan produksilebih banyak jarang dikenal oleh petani (Tim Penulis Penebar Swadaya, 2007).Meningkatnya kebutuhan karet dunia memacu para peneliti untuk lebihmeningkatkan produksi karet. Peningkatan produksi karet yang optimal harusdimulai dengan pemilihan klon yang unggul, penggunaan bibit yang berkualitassebagai batang bawah dan batang atas serta pemeliharaan yang baik.Pemilihan klon karet yang unggul tidak pernah terlepas dari penggunaanbatang bawah yang berguna untuk memperbaiki sifat bahan tanaman karet agardapat berproduksi secara optimal dan tahan terhadap jamur akar putih yangdisebabkan oleh
 Rigidoporus lignosus
. Batang bawah yang digunakan untuk perbanyakan tanaman karet dengan cara okulasi biasanya berasal dari biji. Bijiyang baik dapat diperoleh dari pemilihan klon unggul agar pertumbuhan tanamankaret optimal. Secara umum batang bawah yang baik adalah klon
 LandbouwCaoutchuc Bedrijf 
1320 (LCB 1320), Gondang Tapen 1 (GT 1),
Proefstation
 
3
 Rubber 
300 (PR 300), PR 228 dan
 Algemene Vereniging van Rubberplanters ter Ooskust van Sumatera
2037 (AVROS 2037) (Didit Heru Setiawan dan AgusAndoko, 2007), selain klon-klon di atas PTPN VIII Kebun Cikumpay jugamenggunakan klon PR 261 sebagai batang bawah.Tanaman karet dapat tumbuh meski di lahan marjinal dan tidak diberi pupuk sekalipun, tetapi pada kondisi itu produksi tanaman karet tidak optimal. Apabilatanaman karet ditanam sebagai tanaman komersial, tanah perlu diberi pupuk.Produktivitas tanaman karet di lapangan sangat dipengaruhi oleh mutu bibityang digunakan. Kunci keberhasilan agribisnis karet terletak pada penggunaanbibit unggul yang bermutu. Jika tanaman dikelola dengan teknik budidaya yangtepat, maka potensi produksi klon unggul akan terealisasi. Pertumbuhan bibitkaret yang sehat diperoleh melalui pemeliharaan yang baik terutama melaluipemberian pupuk yang optimal. Selain pemupukan sifat media tanam khususnyauntuk sifat fisik tanah sangat menentukan pertumbuhan.Tindakan pemupukan bertujuan untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman,yang akhirnya akan meningkatkan produktivitas tanah yang dipupuk terutamapada lahan marjinal dengan kandungan unsur hara yang sedikit tersedia.Pemupukan di pembibitan karet merupakan salah satu hal yang penting karenamendukung pertumbuhan bibit yang baik.Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar oleh tanaman disebutunsur hara makro, yaitu nitrogen (N), phosphate (P), kalium (K), sulfur (S),calsium (Ca) dan magnesium (Mg). Unsur N adalah unsur yang memberikanfungsi yang sangat besar pada pertumbuhan tanaman, dan bila diberikan dalam

Activity (128)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Murty Hendrayani liked this
Benny April liked this
Yuni Kusneea liked this
Aprilia Novita liked this
Andro Tn liked this
Syaiful Akbar added this note|
datanya mana...
Lrudi Rustandi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->