Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
140Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 9, No. 2,

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 9, No. 2,

Ratings: (0)|Views: 7,698 |Likes:
Published by azi Radianto
tugas buat UAS
tugas buat UAS

More info:

Published by: azi Radianto on Jan 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Ekonomi PembangunanVol. 9, No. 2, Desember 2008, hal. 121 - 136 
 
Volume 9, No. 2, Desember 2008
DAFTAR ISI
Dampak Ketidakstabilan Nilai Tukar Rupiah terhadap Permintaan Uang M2di Indonesia
 Etty Puji Lestari
………….……….……..…………………………………….……. 121 - 136Analisis Peranan Sektor Industri terhadap Perekonomian Jawa Tengah Tahun 2000dan Tahun 2004 (Analisis Input Output)
 Didit Purnomo dan Devi Istiqomah
………………………………………….……. 137 - 155Analisis Perubahan Kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika
Triyono
………………….………..…………………………………………….…… 156 - 167Produktivitas Lahan dan Biaya Usahatani Tanaman Pangandi Kabupaten Gunung Kidul
Suwarto
………………….……..………..……..…………………………………… 168 - 183Analisis Kompetensi Produk Unggulan Daerah pada Batik Tulis dan Cap Solodi Dati II Kota Surakarta
 Daryono Soebagiyo dan M. Wahyudi
………………..………………………..….. 184 - 197Analisis Dampak Otonomi Daerah terhadap Strategi Pengembangan PerguruanTinggi Swasta (PTS) di Kabupaten Sleman
 Rudy Badrudin
………………………………………..………………………….… 198 - 215Peran Aktif Wanita dalam Peningkatan Pendapatan Rumah tangga Miskin:Studi Kasus pada Wanita Pemecah Batu di Pucanganak Kecamatan Tugu Trenggalek 
Sugeng Haryanto
…………………….…………..………….……………………… 216 - 227The Competitiveness of Soybean Production in Blitar-East Java, Indonesia
 Moh. Azis Arisudi dan Salfarina Abdul Gapor
………...………..………………... 228 - 247
 
ISSN 1411- 6081
TERAKREDITASI. SK Dikti No.55a / DIKTI / Kep / 2006
 
 Jurnal Ekonomi PembangunanVol. 9, No. 2, Desember 2008, hal. 121 - 136 
 
DAMPAK KETIDAKSTABILAN NILAI TUKAR RUPIAHTERHADAP PERMINTAAN UANG M2 DI INDONESIA
 
Etty Puji Lestari
Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka, JakartaE mail: ettypl@mail.ut.ac.id
 ABSTRACT 
This article attempts to estimate demand for M2 money in Indonesia using timeseries non-stationary technique in 1997.1 - 2006.4. There are four methods are used in research, first, VAR estimation used to forecast model which have interaction of data time series. Second, function impulse response to see response from everyvariable to structural innovation of the other variables at the same time. Third,variance decomposition to know dissociating variation change of shock from eachvariable to other variables in model. Fourth method, ADL ECM to see long-rangeadjustment in variable, before and after addition of variable. The result, there arenon-stationary condition in the time series data in the research. Result of VARestimation show that there is no causality relation two ways among fifth of variable.From impulse, response known that response of M2 variable to other variable very fluctuative but finally the condition will return to stabilize.
 
 Keywords:
instability of exchange rate, M2 money, vector autoregression
PENDAHULUAN
Perekonomian Indonesia masih menunjukkankinerja yang cukup baik sampai awal tahun1997 yang ditandai oleh menguatnya bebe-rapa indikator makro ekonomi. Pada tahun1996, tingkat pertumbuhan ekonomi masihmencapai 7,8 persen per tahun dan investasilangsung luar negeri mencapai $6,5 juta padatahun fiskal 1996/1997. Sementara itu cada-ngan devisa resmi pemerintah mencapai $20 juta pada bulan Maret 1997, serta tingkatdepresiasi rupiah terhadap dolar Amerikamasih terpelihara pada kisaran 3-5 persen(Bank Indonesia, 1997).Krisis ekonomi dan keuangan yangawalnya melanda Thailand berdampak pada perekonomian negara-negara ASEAN, ter-masuk Indonesia. Perekonomian Indonesiamulai mengalami perubahan yang signifikansetelah pada pertengahan tahun 1997 munculmasalah yang menghantam perdaganganvaluta asing di kawasan Asia, yang diawalidengan guncangan pasar valuta asing diThailand dan kemudian menjalar ke pasar valuta asing negara-negara lain termasuk Indonesia. Pada akhir periode tahun 1997,depresiasi riil nilai tukar rupiah terhadapdolar AS mencapai angka 68,7 persen. Padasaat keseimbangan eksternal tergangggu,terjadi pula ketidakseimbangan internal.Kenaikan harga barang-barang secara otoma-tis akan memperbesar angka inflasi. Padaakhir tahun 1997 angka inflasi mencapai 11,1 persen per tahun dan terus meningkat hingga
 
Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol. 9, No. 2, Desember 2008
 
122
mencapai 168,32 persen per tahun pada tahun berikutnya (Bank Indonesia, 1999).Pada kasus Indonesia, krisis nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar, terusmenular ke sektor-sektor lainnya hinggamenimbulkan krisis ekonomi. Pada akhir tahun 1997, pertumbuhan ekonomi tahunan(PDB riil) tercatat sebesar 4,7 persen sedang pada akhir tahun 1998 turun sebesar -13,2 persen (
Gambar 1
). Sebelum terjadinya krisisekonomi, antara tahun 1990 sampai 1996, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-ratamencapai 8 persen. Setelah terjadinya krisisekonomi tahun 1997 maka pertumbuhanekonomi Indonesia antara tahun 2000 sampai2006 menurun dengan rata-rata 4,86 persen.Perekonomian Indonesia mulai dikata-kan membaik pada tahun 2000 yang dibukti-kan dengan adanya penurunan inflasi dari77,63 persen pada tahun 1998 menjadi 2,01 pada tahun 2000, namun kembali meningkat pada tahun 2002 sebanyak 12,55 persen.Membaiknya kinerja ini juga diikuti olehmeningkatnya pendapatan perkapita masya-rakat (
 percapita gross national product 
)yaitu dari 4.49 juta rupiah pada tahun 1998dan 5,78 juta rupiah (2000) menjadi 6,86 jutarupiah pada tahun 2001 (BPS, 2003). Pemu-lihan kondisi tersebut ditunjang oleh mem- baiknya infrastuktur yang ada sertakebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah baik fiskal maupun moneter.Kondisi non stasioner tersebut menun- jukkan bahwa secara teoritis terdapat masa-lah yang berkaitan dengan stabilitas. Stabili-tas merupakan syarat utama dari stasioneritasdata, terutama data
time series
. Kondisi nonstasioner terjadi jika nilai rata-rata (
mean
),
variance
dan
covariance
tidak konsistensepanjang waktu. Stabilisasi pada data
timeseries
berhubungan erat dengan stabilitasekonomi makro. Jika ada permasalahan yang berhubungan dengan variabel non stasioner maka hasil estimasi akan mengalami regresilancung (
spurious regression
atau
spuriouscorrelation problem
). Sejauh ini perdebatanakademik menyangkut kelancungan pertamakali dikemukakan oleh Granger dan Newbold pada tahun 1974 dan tahun 1977 serta dikaji
Pertumbuhan Ekonomi
-20020406080100199219941996199820002002200420062008
Tahun
   P  e  r  s  e  n
inflasipertumbuhan PDB riil
 
Gambar 1. Laju Inflasi dan Pertumbuhan PDB Riil

Activity (140)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
rsolih liked this
erbiden liked this
erbiden liked this
rsolih liked this
Emhy Qyout liked this
Emhy Qyout liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->