merupakan suatu kemajuan atau pembiasan ?. Harapan pemrasaran semogapengetahuan mengenai hal ini akan bermanfaat. Amin.Menurut Kariawan (1986), pemakaian pendekatan matematika dalam ilmuekonomi mengalami perkembangan yang cukup pesat selama 10 tahun terakhir ini.Pemakaian ini ditandai dengan meningkatnya pembentukan model ekonometrika yangsangat matematis. Ajaran ekonomi yang sangat mengandalkan matematika adalahRatex (
Rational Expectation
). Walaupun ajaran Keynes dan Monetaris relatif sedikitmenggunakan matematika dibandingkan dengan Ratex, tetapi perkembangannya yangterakhir cenderung makin matematis. Indikator lainnya yang dapat dijadikan ukuranadalah jumlah karangan (artikel) ekonomi yang pada akhir-akhir ini cenderung makinmatematis.Menurut the
Economist
(22 September 1984) seperti yang disitir oleh penulis diatas, jumlah artikel ekonomi dalam majalah
American Economis Review
yangmenggunakan pendekatan model matematika mendominasi hampir 72 % pada periode1972-76, persentase ini naik menjadi sekitar 78,6 % pada periode 1977-1981.Kemudian kalau kita amati pula artikel mengenai Ekonomi Pertanian dalamartikel
American Journal of Agricultural Economics
misalnya, atau untuk Indonesiamajalah serupa ini adalah
Jurnal Agro Ekonomi
terbitan Pusat Penelitian danPengembangan Sosial Ekonomi Pertanian (PSE) Bogor sebagian besar analisisnyamenggunakan pendekatan kuantitatif berupa model-model ekonometrika yang cukuprumit. Rasanya akan sulit bagi kita yang kurang berbekal dalam metode kuantitatif atauekonometrika untuk dapat memahami dengan baik isi keseluruhan dari artikel yangdimuat dalam jurnal-jurnal tersebut.
II.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG KUANTIFIKASI DALAM ILMU-ILMUSOSIAL
Menurut Suriasumantri (1984) ditinjau dari perkembangannya maka ilmu dapat dibagidalam tiga tahap yakni tahap
sistematika, komparatif,
dan
kuantitatif
. Pada tahap
sistematika
,maka ilmu menggolong-golongkan obyek empiris ke dalam kategori-kategori tertentu.Penggolongan ini memungkinkan kita untuk menemukan ciri-ciri yang bersifat umum darianggota-anggota yang menjadi kelompok tertentu. Ciri-ciri yang bersifat umum ini merupakanpengetahuan bagi manusia dalam mengenali dunia fisik. Dalam tahap
komparatif
kita mulaimelakukan perbandingan antara obyek yang satu dengan obyek yang lain, kategori yang satudengan kategori yang lain, dan seterusnya. Kita mulai mencari hubungan yang didasarkankepada perbandingan di antara berbagai obyek yang kita kaji. Tahap selanjutnya yaitu tahap
kuantitatif
, kita mencari hubungan sebab akibat tidak lagi berdasarkan perbandingan melainkan
Add a Comment
This document has made it onto the Rising list!