Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
60Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KONSELING PRA KONSEPSI

KONSELING PRA KONSEPSI

Ratings: (0)|Views: 10,110|Likes:
Published by Rina Handayani

More info:

Published by: Rina Handayani on Jan 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/04/2014

pdf

text

original

 
KONSELING PRA KONSEPSI
 
I. Pendahuluan
Konseling pra konsepsi atau pra kehamilan adalah konseling yang dilakukan terhadap pasangan usia subur sebelum terjadinya kehamilan. Konseling ini termasuk salah satu tindakan preventif dalam ilmu kedokteran obstetri.. Resiko cacat mayor (dengan atau tanpa kelainankromosom) pada populasi umum kira-kira 3 %. Seorang wanita baru menyadari bahwa dirinyahamil setelah terlambat haid sekitar 1 atau 2 minggu. Sedangkan organogenesis janin mulaiterjadi 17 hari setelah fertilisasi. Oleh karena itu, konseling pra kehamilan ini sangat bermanfaatuntuk memberikan informasi dan nasehat kepada pasangan usia subur untuk menyiapkanlingkungan yang optimal bagi perkembangan konseptus, memperhatikan faktor – faktor yang berpotensi mempengaruhi hasil akhir kehamilan, wanita yang bersangkutan diberi nasihat tentangresiko yang ada pada dirinya dan diberikan suatu strategi untuk mengurangi / mengeliminasi pengaruh patologis yang diketahui berdasarkan riwayat keluarga, medis atau obstetri. 
II. Tujuan Konseling pra kehamilan
Konseling pra kehamilan memiliki peranan yang penting karena dapat mengetahui wanitamana yang diuntungkan dari intervensi dini, seperti mereka yang menderita diabetes melitus atauhipertensi dan dapat membantu mengurangi cacat janin. Organogenesis dimulai 17 hari setelahfertilisasi, maka sebaiknya diperhatikan lingkungan yang baik untuk perkembangan hasilkonsepsi. Hasil akhir maternal dan perinatal juga bergantung pada interaksi antara faktor ibu, janin, dan lingkungannya, dan sulit untuk menerangkan hasil akhir kehamilan hanya berdasarkansatu intervensi spesifik. Tujuan akhir adalah konseling prakehamilan dapat memperbaiki hasilakhir kehamilan. 
III. Bentuk Pemeriksaan
Konseling pra kehamilan dapat digabung ke dalam setiap kunjungan dari wanita dalammasa reproduksi.1
 
III. 1. Anamnesis Lengkap
Hal-hal berikut yang perlu ditanyakan :1.Identitas pasien dan suami termasuk nama, umur, pekerjaan, nama suami, agama alamat2.Riwayat menstruasi , menarche, teratur / tidak, lamanya, banyaknya darah, nyeri +/- menilai faal alat kandungan3.Riwayat perkawinan → kawin / tidak, berapa kali, berapa lama (anak mahalkah?)4.Riwayat kehamilan sebelumnya → perdarahan +/- , hiperemesis gravidarum +/- → prognosa5.Riwayat persalinan sebelumnya spontan / buatan, aterm +/-, perdarahan +/-, siapa yangmenolong → prognosa6.Riwayat nifas sebelumnya → demam +/-, perdarahan +/-, laktasi ? → prognosa7.Riwayat anak yang lahir → jenis kelamin, hidup +/-, berat lahir 8.Riwayat penyakit keluarga penyakit keturunan +/- (DM, kelainan genetik), riwayatkembar, penyakit menular +/- (TBC)9.Riwayat kontrasepsi → pakai +/-, metodenya ?, jenisnya, berapa lama, efek samping 
III. 2. Pemeriksaan - pemeriksaan untuk skrining
 -Pemeriksaan darah lengkap termasuk rata rata volume sel darah merah dapatmenyingkirkan adanya kemungkinan anemia yang diturunkan-Pemeriksaan glukosa puasa pada wanita dengan DM gestasional penting untuk memprediksiinsiden anomali fetal → pada hiperglikemia (puasa) ada peningkatan insiden anomali fetal(Sheffield dkk, 2002)-Konseling dan pemeriksaan HIV sebaiknya dilakukan juga secara rahasia dan atas kesadaran pasien-Pemeriksaan rutin Toxoplasmosis dipertimbangkan pada wanita yang memelihara kucing dansering memakan daging setengah matang. Tujuannya untuk memeriksa status antibodisebelum konsepsi-Beberapa pemeriksaan yang dilakukan, contoh : rubella, varicella, dan hepatitis B, sebaiknyadilakukan untuk menentukan vaksinasi yang akan diberikan sebagai bagian dari penatalaksanaan prakehamilan-Khususnya untuk varicella sebaiknya dilakukan pada pasien yang belum pernah sakit cacar.Pemberian vaksin varisella zoster terhadap pasien yang belum pernah dapat vaksinasidirekomendasikan2
 
-Pemeriksaan elektroforesis terhadap hemoglobin dilakukan pada pasien dengan resiko anemiasickle sel seperti pada ras Afrika-amerika dan wanita dari mediterania / asia untuk thalasemia
Sedangkan pada wanita yahudi adalah calon untuk pemeriksaan karier untuk penyakit tay sachs
Begitu pula dengan pasangan yang ditemukan sebagai karier penyakit autosomal resesif,dilakukan pemeriksaan untuk menentukan resiko di masa yang akan dating
Pada wanita dengan penyakit ginjal dapat diperiksa kadar serum kreatininnya, agar dapatmemprediksi beberapa keadaan hasil akhir kehamilan seperti kelahiran preterm, kematian perinatal, IUGR, abortus
Sedangkan pada wanita dengan penyakit jantung sianotik dapat dilakukan pemeriksaan beberapafaktor seperti hemoglobin, saturasi oksigen arteri
Pemeriksaan – pemeriksaan spesifik lain dapat dilakukan untuk menilai wanita dengan beberapa penyakit kronik, seperti pada penyakit ginjal, penyakit kardiovaskular, dan DM.
IV. Masalah – masalah Yang Dihadapi Sebelum KonsepsiD. Penyakit genetik 
Pada pencegahan primer dihindari faktor penyebab, karena saat ini sudah semakin banyak  penyakit kongenital yang telah diketahui etiologinya. Cacat saat lahir merupakan penyebab utamamortalitas bayi dan 20% penyebab kematian bayi. Dapat dikurangi dengan strategi pencegahan primer, atau sekunder (Czeizel, 1995).Sedangkan pada pencegahan sekunder dilakukan identifikasi dan penghentian kehamilanyang terkena penyakit. Manfaat konseling diukur dengan membandingkan insiden kasus barusebelum dan sesudah dimulainya konseling. Berikut beberapa contoh penyakit yang dapatdicegah dengan konseling. 1. Talasemia
Sebagian sindroma ini dapat dicegah dengan pencegahan primer dan sekunder (Fucharoen dkk,1991)
Daerah endemik → negara – negara mediterania, konseling telah mengurangi insiden kasus barusekitar 80%2. Anemia sikle cell
Umumnya >> diderita orang Afrika, Mediterania, karibia, Amerika latin, dan indian3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->