Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Islamku Islam Kita Semua

Islamku Islam Kita Semua

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by __7179

More info:

Published by: __7179 on Jan 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2010

pdf

text

original

 
Desember 11, 2009 pada 7:21 am (- Ibadah)Tags: jumat ميحرلا نحرلا ا مسب Ibadah merupakan suatu perkara yang sangat urgen dalam kehidupan seorang muslim,sebab jika seseorang melazimi suatu ibadah, itu menunjukkan adanya alamat dantanda kebaikan pada dirinya. Namun yang sangat perlu diperhatikan dalam ibadah adadua perkara. Dua perkara ini merupakan syarat terpenuhinya dan terkabulnya ibadahseseorang di hadapan Allah
-Azza wa Jalla
-, yaitu:
Pertama :
Mengikhlaskan (Mengkhususkan) Ibadah Hanya kepada Allah
Jika seorang ingin diterima amalnya di sisi Allah, maka ia harus mengikhlaskanamalnya dari noda-noda syirik dengan mengharapkan pahala kepada Allah dalam beribadah kepada-Nya saja. Namun jika ia menodainya dengan riya’ (mau dipuji dandiperhatikan), maka ia terkena firman Allah
-Ta`ala-
,
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan orang-orang sebelum kamu: Apabila kamu berbuat syirik(tidak ikhlas), maka amalanmu benar-benar akan hilang dan akan menjadi orang-orang yang merugi.Bahkan sembahlah Allah saja, danmenjadilah orang-orang yang bersyukur”.
(QS.
Az-Zumar
: 65-66)Allah
-Ta`ala-
berfirman:
“Sembahlah Allah,dan janganlah kalian memperserikatkan sesuatu dengan-Nya”.
(QS.
An-Nisaa’
: 36)
Syaikh Al-AllamahAbdur Rahman bin Hasan Alusy-Syaikh
-rahimahullah-
 berkata
 
dalam mengomentari ayat di atas,
”Ayat ini menerangkan tentang ibadah yang mereka diciptakan karenanya. Sungguh Allah -Ta`ala- menggandengkan perintah ibadah yang diwajibkan dengan larangan berbuat syirik yang telahdiharamkan,yaitu kesyirikan dalam beribadah. Maka ayat ini menunjukkan bahwamenjauhi kesyirikan merupakan syarat sahnya suatu ibadah. Maka padaasalnya,tidaklah sah suatu ibadah tanpa adanya syarat tersebut”.
[Lihat
Fathul  Majid 
(hal.24), cet. Darus Salam]
Kedua :
Mutaba`ah (Mengikuti) Sunnah Rosululloh Shallallahu ‘AlaihiWasallam
Ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim, selain harus ikhlas, juga harus
mutaba’ah
(mengikuti) sunnah Nabi
Shollallahu alaihi wa sallam-
. Jika sekedar ikhlas, namun tidak mengikuti sunnah, maka ibadah itu tertolak. Nabi
-Shollallahualaihi wa sallam-
 bersabda,
 
د ّر َ و َه ُف َ  ُن ْم ِ س َي ْل َ ام َ ذ ََ ا َ ِم ْأَ  ْف ِ ث َ َح ْأَ  ْم َ
“Barang siapa yang mengadakan suatu perkara (baru) dalam urusan (agama) kamiini yang bukan termasuk darinya,maka perkara itu tertolak”.
[HR. Al-Bukhory dalam
 Ash- Shohih
(2697)]
Al-Imam Ibnu Daqiq Al-Ied
-rahimahullah-
berkata,
“Hadits ini merupakan kaidah yang sangat agung diantara kaidah-kaidah agama. Dia termasuk “
 Jawami’ Al- Kalim
(Ucapan yang ringkas, padat maknanya) yang diberikan kepada Al-Mushthofa-Shollallahu ‘alaihi wasallam-, karena hadits ini jelas sekali dalam menolak segalabentuk bid`ah dan perkara-perkara baru”.
[Lihat
 Syarah Al-Arba`in An-Nawawiyah
(hal.43), Cet.Dar Ibnu Hazm]Jadi, seorang muslim yang memiliki perhatian terhadap segala amalan dan ibadahnya,akan senantiasa menjaga dua perkara tersebut, yaitu mengikhlashkan ibadahnyasemata kepada Allah Robbul alamin dan
mutaba`ah
(mengikuti) sunnah Rasulullah
-Shollallahu alaihi wa sallam-
. Dengan ini, dia akan selalu berusaha mengilmui danmengetahui sejauh mana tingkat keikhlasan dan
mutaba`ah
-nya kepada Nabi
-Shollallahu ‘alaihi wasallam-
.Artinya, ia selalu mengilmui suatu amalan ibadahnya sebelum ia mengerjakannya,apakah ikhlas dan sudah cocok dengan sunnah Nabi
-Shollallahu ‘alaihi wasallam-
.Bukan hanya sekedar mengerjakan suatu ibadah, tanpa berusaha lebih dahulu untuk mengilmuinya !!Betapa banyak orang yang mengerjakan ibadah -sedangkan ia tidak memiliki ilmutentang ibadah tersebut- lalu ia menyangka bahwa dirinya telah memperoleh pahala disisi Allah
-Ta’ala-
, padahal ia tidak mendapatkan sesuatu apapun di sisi-Nya, kecuali penyesalan.Dirinya laksana orang kehausan melihat fatamorgana disangkanya air, bisamenghilangkan dahaganya. Ternyata setelah ia menghampirinya, tiada lain kecuali bayangan semu yang tiada artinya. Oleh karena itu, diantara ciri khas Ahlis Sunnahadalah menggabungkan antara ilmu dan ibadah. Yaitu mereka tidak mengerjakansuatu ibadah, kecuali setelah mereka mengetahui dan megilmui urusan ibadahtersebut.
Syaikh Muhammad ibnu Ibrohim Al-Hamed
-hafizhohullah-
 berkata,
“Diantaraciri khas Ahlis Sunnah, (mereka) menggabungkan antara ilmu dan ibadah. Berbedadengan kelompok diluar mereka, adakalanya mereka sibuk ibadah, akan tetapimelalaikan ilmu; atau adakalanya sibuk dengan ilmu, akan tetapi lalai beribadah . Adapun Ahlis Sunnah wal Jama`ah, mereka itu menggabungkan antara dua perkaratersebut”.
[Lihat
 Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama`ah
(hal.46), Cet Dar IbnuKhuzaimah]
Jalan dan manhaj beginilah yang seyogyanya ditempuh oleh setiap muslim;
 
selain ia beribadah, ia juga menyibukkan dan menghiasi dirinya dengan ilmu yang bermanfaat dari Al-Kitab dan Sunnah berdasarkan bimbingan para salaf. Janganseperti sebagian orang jahil yang sibuk dengan ibadah, namun ibadahnya tidak dilandasi dengan ilmu, bahkan berdasarkan perasaan dan taqlid buta kepada sebagianorang yang dianggap berilmu alias kiyai !!Ini banyak terjadi di kalangan para ahli ibadah dan orang-orang sufi. Ibnul Jauzy
-rahimahullah-
 berkata,
”Diantara tipu daya iblis atas orang-orang zuhud, merekameremehkan dan mencela para ulama`.Mereka mengatakan,
“Tujuan yang paling utama sebenarnya adalah beramal” 
. Mereka ini tidak memahami bahwa ilmu itulah pelita hati.”
[Lihat
 Al Muntaqo An-Nafis min Talbis Iblis
(hal.204) karya Syaikh Ali bin Hasan Al-Halaby As-Salafy,Cet 3 Dar Ibnil Jauzy 1419H ]Diantara fenomena seperti ini, yaitu beribadah, tanpa dasar ilmu, apa yang dilakukanoleh sebagian orang pada hari ini saat mereka menghadiri shalat jum’at, maka kitaakan menyaksikan mereka
melaksanakan 2 raka’at qobliyyah jum’at
,selain shalat sunnat tahiyatul masjid. Ketika mu’adzdzin berkumandang pada adzan pertama atau kedua, ada sebagian orang bangkit dengan keyakinan ia akanmelaksanakan shalat 2 raka’at qobliyyah jum’at.Padahal semua itu tak ada asalnya dalam sunnah. Karenanya, para ulama’ kita berikutini mengingkari hal ini:
Al-Hafizh Abu Syamah Abdur Rahman bin Isma’il Al-Maqdisiy
-rahimahullah-
 berkata,
 Ini-yakni hadits Ibnu Umar-merupakan dalil yang membuktikan bahwa jum’at menurut mereka bukan zhuhur. Kalaulah tidak demikian, maka beliau-Ibnu Umar-tak perlu menyebutkan jum’at, karena sudah masuk definisi zhuhur. Kemudiantatkala beliau tidak menyebutkan shalat sunnah qobliyah jumat, hanya ba`diyahnya saja, maka ini membuktikan bahwa
tak ada shalat sunnah qobliyah jumat 
”.
[Lihat
 Al-Ba`its ala Inkaril Bida wal Hawadits
( hal.159)]
Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim Al Harrony
-rahimahullah-
 berkata,
”Oleh karena ini, jumhur ulama sepakat tidak adanya shalat sunnah yang ditentukanwaktu dan bilangannya. Karena semua itu harus ditetapkan berdasarkan sabda dan perbuatan Nabi -Shollallahu Alaihi Wasallam-. Beliau tak pernah menetapkan sunnahnya hal itu ( 
 sunnah qobliyyah Jum’at 
 ), baik berdasarkan ucapan ataupun perbuatan beliau.Inilah madzhab Malik, Asy Syafi’i, dan sebagian besar pengikutnya serta pendapat yang masyhur dalam madzhab Ahmad”.
[Lihat
 Majmu’ Fatawa
(1/136), dan
 Majmu’ah Ar Rosa’il Al Kubro
(2/167-168)]
Al-Allamah Abdur Rahim Ibnul Husain Al-Iroqy Al-Atsariy
-rahimahullah-
 berkata,
“Saya belum pernah menjumpai di dalam pendapat 
 para fuqoha`
darikalangan madzhad Hanafi, Maliki , dan Hanbali adanya sunnah qobliyah jumat.Yang lain berpendapat adanya qobliyah jumat, diantaranya An-Nawawy”.
[Lihat
Thorh At-Tatsrib
(3/41)]
Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Abdus Salam Asy-Syuqoiriy
-rahimahullah-
 berkata,
“Sesungguhnya pada asalnya, tak ada dalil yang menunjukkan shalat sunnah rowatib qobliyyah Jum’at. Paling tinggi yang ada pada

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->