Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
18Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lingkungan Hidup, Sumber Daya Atau Sumber Petaka

Lingkungan Hidup, Sumber Daya Atau Sumber Petaka

Ratings: (0)|Views: 3,079|Likes:
Published by asagichan

More info:

Published by: asagichan on Jan 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/02/2013

pdf

text

original

 
 
LINGKUNGAN HIDUP, SUMBER DAYA ATAU SUMBER PETAKA ?
Oleh : Al. Susanto *)
I. PENDAHULUAN
Pengertian Lingkungan Hidup menurut Undang-Undang Republik Indonesia no. 23tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah : kesatuan ruang dengan semuabenda, daya, keadaan, dan mahkluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yangmempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia sertamakhluk hidup lain. Lingkungan hidup termasuk Sumber Daya Alamnya baik secaraglobal, regional maupun nasional dalam sejarah peradaban manusia telah memberikandua makna bagi manusia. Disatu sisi, makna yang dirasakan adalah meningkatknyakesejahteraan dan kualitas hidup manusia, sedangkan di bagian lain menyebabkanbencana dan sekaligus penurunan kualitas hidup manusia . Jika seseorang ditanyaakan memilih yang mana, tentu jawabannya Lingkungan Hidup dan SDA yang bisameningkatkan kesejahteraan dan sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya. Sekalipundemikian fakta menunjukan bahwa hampir 1/6 penduduk dunia masih dikungkungdalam kemiskinan yang tidak mungkin keluar dari kungkungan tersebut tanpa bantuanpihak lain yang kondisinya berkecukupan baik dari aspek kemampuan IPTEK maupunfinansial. Kesenjangan tingkat kesejahteraan yang begitu besar antar negara yangdiukur dari pendapatan per kapita semakin nyata dan sulit untuk diatasi. Sebagaicontoh ditunjukkan dari data IMF yang diterbitkan April 2007 sbb. : Luxemburg negaraperingkat 1 dari segi pendapatan per kapita/th sebesar US$ 87,955, Indonesiamenduduki peringkat 115 dengan US$ 1,640 dan Burundi menduduki peringkat 180dengan US$ 119 (berdasarkan data 2005 , dari 180 anggota IMF). Dari data tersebutterlihat perbandingan antara negara termiskin (Burundi) dan terkaya (Luxemburg)adalah 1 : 739. Suatu kesenjangan yang fantastis.Dalam 2 dekade terakhir ini kesadaran global akan perlunya kebersamaanmasyarakat dunia untuk bersatu padu menyelamatkan planit bumi dan mahluk hidupyang berada di dalamnya semakin menguat dan kongkrit dalam implementasinya.Karena kerusakan bumi disadari betul penyebab utamanya ternyata karenakecerobohan dan tidak arifnya manusia di bumi dalam merencanakan danmengendalikan pemanfaatan lingkungan hidup dan SDA nya bagi kepentingan yangmengatasnamakan “pengembangan wilayah” dan “meningkatkan kesejahteraanrakyat”. Berkurangnya cakupan hutan, diversifikasi penggunaan lahan, meningkatnyahujan asam, meningkatnya kadar CO², penggunaan CFC, penipisan ozon,erosi, banjir,pemanasan global, kemiskinan, epidemi berbagai penyakit seperti AID/HIV, malariadlsb. ternyata merupakan jalinan yang saling kait-mengkait yang ujung2-nyamenyebabkan bencana kronis yang menyengsarakan manusia di planit bumi. Akibatkerusakan Lingkungan Hidup ,sebagai contoh pemanasan global yang antara lainmenyebabkan perubahan ilkim, ternyata dampak negatif yang ditimbulkan tidakmengenal apakah negara maju atau negara berkembang, miskin atau kaya,bangsanya/sukunya A atau B, agamanya C atau D dlsb. Semuanya terkenadampaknya. Indonesia sendiri telah cukup banyak mengalami dampak negatif darikerusakan lingkungan hidup tersebut seperti banjir, kekeringan, badai, pasang naik air laut, erosi, longsor yang berakibat menurunnya produktifitas di berbagai bidangkegiatan dan korban manusia yang tidak sedikit.
*)
 Anggota IGEGAMA
 
 
2
Bencana akibat kecerobohan dan sekedar mengejar keuntungan ekonomi jangkapendek sebetulnya telah terjadi sejak lama dan bahkan sejak awal peradabanmanusia. Sebagai contoh: punahnya manusia purba di Mesopotamia diyakini oleh paraahli karena lingkungan hidup yang rusak , penyakit minamata dan itai-itai di Jepangtahun 1950 an akibat pencemaran air di teluk Minamata karena limbahindustri/pertambangan yang mengandung air raksa (Hg) dan cadmium (Cd),meluasnya penyakit malaria seiring meluasnya penggunaan pestisida. Pada awalnyakesadaran untuk menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup hanya terbatas padanegara-negara industri yang di satu sisi menghasilkan keuntungan ekonomi tetapi disisi lain ternyata industri juga menghasilkan limbah yang sangat merugikan bagikesehatan dan keselamatan manusia. Limbah yang merugikan bagi kehidupanmanusia tidak hanya berasal dari industri tetapi juga dari rumah tangga. Semakin tinggitingkat kepadatan penduduk potensi pencemaran akibat limbah rumah tangga semakintinggi.
II. KOMITMEN GLOBAL MENGATASI KERUSAKAN LINGKUNGANa. Konferensi Stockholm, 1972
Kesadaran global untuk memperhitungkan aspek lingkungan selain aspekekonomi dan kelayakan teknik dalam pembangunan mencuat tahun 1972. Hal tersebutditandai dengan Konferensi Stockholm tahun 1972. Konferensi ini atas prakarsanegara-negara maju dan diterima oleh Majelis Umum PBB. Hari pembukaan konferensiakhirnya ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia yaitu 5 Juni. DariKonferensi ini menghasilkan resolusi-2 yang pada dasarnya merupakan kesepakatanuntuk menanggulangi masalah lingkungan yang sedang melanda dunia. Selain itudiusulkan berdirinya sebuah badan PBB khusus untuk masalah lingkungan dengannama :
United Nations Environmental Programme
(UNEP). Dalam Konferensi jugaberkembang konsep ecodevelopment atau pembangunan berwawasan ekologi.Sejalan dengan hal tersebut Indonesia mulai menggagas konsep PembangunanBerwawasan Lingkungan. Namun dalam perjalanan, ternyata kesepakatan-kesepakatan Stockholm tidak bisa menghentikan masalah lingkungan yang dihadapidunia. Negara-negara maju masih meneruskan pola hidup yang mewah dan borosdalam menggunakan energi. Laju pertumbuhan industri, pemakaian kendaraanbermotor, konsumsi energi meningkat sehingga limbah yang dihasilkan juga meningkatpula. Sementara negara-negara berkembang meningkatkan exploatasi Sumber DayaAlamnya untuk meningkatkan pembangunan dan sekaligus untuk membayar utang luar negerinya. Keterbatasan kemampuan ekonomi dan teknologi serta kesadaranlingkungan yang masih rendah, menyebabkan peningkatan pembangunan yangdilakukan tidak disertai dengan melindungi lingkungan yang memadai. Makakerusakan sumber daya alam dan Lingkungan Hidup di negara berkembang jugasemakin parah.
 b. United Nations On Environment and Development (UNCED), 1992
Lingkungan hidup dunia yang semakin baik yang menjadi harapan KonferensiStockholm ternyata tidak terwujud. Kerusakan lingkungan global semakin parah.Penipisan lapisan ozon yang berakibat semakin meningkatnya penitrasi sinar ultraviolet ke bumi yang merugikan kehidupan manusia, semakin banyaknya spesies floradan fauna yang punah, pemanasan global dan perubahan iklim semakin nyata danbetul-betul sudah di depan mata. Oleh karena itu masyarakat global memperbaharuikembali tekadnya untuk menanggulangi kerusakan lingkungan global denganmengadakan KTT Bumi di Rio de Jeneiro pada bulan Juni 1992 dengan temaPembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development). KTT ini kita kenal dengan
 
3
United Nations Conference on Environment and Development (UNCED). DalamUNCED disegarkan kembali suatu pengertian bersama bahwa pembangunanberkelanjutan harus memenuhi kebutuhan sekarang dan generasi mendatang. Untukmencapai hal tersebut dalam setiap proses pembangunan harus memadukan 3 aspeksekaligus yaitu : ekonomi, ekologi dan sosbud. Secara garis besar ada 5 hal pokokyang dihasilkan oleh KTT Bumi di Rio de Jeneiro yaitu :1.
Deklarasi Rio
, mengembangkan kemitraan global baru yang adil.2.
Konvensi tentang perubahan iklim,
diperlukan payung hukum gunamenangani masalah pemanasan global dan perubahan iklim.3.
Konvensi tentang keanekaragaman hayati,
diperlukan payung hukum untukmencegah merosotnya keanekaragaman hayati.4.
Prinsip pengelolaan hutan,
hutan mempunyai multi fungsi : sosial, ekonomi,ekologi, kultural dan spiritual untuk generasi.5.
Agenda 21,
menyusun program untuk terwujudnya pembangunanberkelanjutan : biogeofisik, sosekbud, kelembagaan, LSM.
c. World Summit On Sustainable Development (WSSD), 2002
Setelah 10 tahun KTT bumi, masyarakat global menilai bahwa operasionalisasiprinsip-2 Rio dan agenda 21 masih jauh dari harapan. Masih banyak kendala dalampelaksanaan agenda 21. Sekalipun demikian masyarakat global masih mengganggapbahwa prinsip-2 agenda 21 masih relevan. Kelemahan terletak pada aspekimplementasinya. Oleh karena itu Majelis Umum PBB memutuskan adanya
World Summit On Sustainable Development 
(WSSD). Ada 3 tujuan utamadiselenggarakannya WSSD yaitu :1. Mengevaluasi 10 tahun pelaksanaan agenda 21 dan memperkuat komitmenpolitik dalam pelaksanaan agenda 21 di masa datang2. Menyusun program aksi pelaksanaan agenda 21 untuk 10 tahun ke depan3. Mengembangkan kerjasama bilateral dan multilateralDokumen yang dihasilkan dalam WSSD adalah :1. Program aksi tentang pelaksanaan Agenda 21 sepuluh tahun mendatang2. Deklarasi Politik3. Komitmen berupa inisiatip kemitraan untuk melaksanakan pembangunanberkelanjutanWSSD diadakan di Johannesburg, Afrika Selatan pada bulan September 2002
d. Millenium Development Goals, 2000
Konferensi Stockholm tahun 1972, konferensi Bumi (UNCED) di Rio de Jeneirotahun 1992, dan pertemuan puncak pembangunan berkelanjutan (WSSD) tahun 2002di Johannesburg merupakan upaya masyarakat global untuk meletakkan landasan danstrategi yang bersifat mondial dalam mengatasi kemerosotan kualitas lingkungan hidupyang semakin parah dan memprihatinkan. Kesadaran global juga mengemuka karenaternyata upaya-upaya penanggulangan kemerosotan lingkungan hidup tidak mudahdan bahkan semakin rumit dan saling kait mengkait berbagai apek kehidupan sepertisosial, ekonomi, politik budaya, kemiskinan, ketimpangan antar negara dlsb.Selain 3 konferensi/pertemuan puncak para kepala negara/pemerintahan tersebutkiranya perlu dicatat pula suatu komitmen global yang tidak secara khusus membahasdan merumuskan masalah lingkungan hidup, namun kaitannya sangat erat denganmasalah lingkungan hidup yaitu
Millenium Development Goals (MDG’s).
 MDG’s awalnya dikembangkan oleh OECD dan kemudian diadopsi dalam UnitedNations Millenium Declaration yang ditandatangani September 2000 oleh 189 negaramaju dan berkembang. Komitmen yang mencakup 8 sasaran tersebut harus dicapai

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
David Simamora liked this
Nia Mangkey liked this
Feby Polymorpa liked this
Abdillah Reyza liked this
Abdillah Reyza liked this
genqydy liked this
d87ar liked this
wancah2010 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->