Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
17Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Budaya Mutu Organisasi Rumah Sakit

Budaya Mutu Organisasi Rumah Sakit

Ratings: (0)|Views: 2,226|Likes:
Published by Fahriadi
Budaya kerja untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kesehatan di Rumah Sakit
Budaya kerja untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kesehatan di Rumah Sakit

More info:

Published by: Fahriadi on Jan 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/21/2013

pdf

text

original

 
Budaya Mutu dalam Organisasi Rumah Sakit
Oleh: Fahriadi, SST, SKM, M.Kes *)
Seiring dengan membaiknya tingkat pendidikan,meningkatnya keadaan sosial ekonomi masyarakat,serta adanya kemudahan di bidang transportasi dankomunikasi, majunya IPTEK serta derasnya arusinformasi mengakibatkan sistem nilai dalammasyarakat berubah. Masyarakat cenderung menuntutpelayanan umum yang lebih bermutu termasukpelayanan kesehatan.Pelayanan rumah sakit yang baik tergantung dari kompetensi dankemampuan para pengelola rumah sakit. Untuk meningkatkan kemampuanpara pengelola rumah sakit tersebut selain melalui program pendidikan danpelatihan, juga diperlukan pengaturan atau penegakan disiplin sendiri daripara pengelola rumah sakit serta adanya tanggung jawab secara moral danhukum dari pimpinan rumah sakit untuk menjamin terselenggaranya standar pelayanan yang baik. Adanya tanggung jawab yang harus dipikul olehseluruh pengelola rumah sakit, tidak dapat dilaksanakan begitu saja karenaterkait erat dengan kebijaksanaan, tanggung jawab moral dan legal daripimpinan rumah sakit. Evaluasi yang dilakukan secara kontinu, denganmempertimbangkan semua faktor-faktor yang berkaitan dengan mutupelayanan, akan mendorong penyempurnaan pelayanan administrasi rumahsakit, pelayanan klinis, pendidikan profesional, serta perawatan pasien yanglebih baik. Dengan manajeman rumah sakit yang memiliki budaya mutu,diharapkan roda organisasi dan pelayanan rumah sakit dapat berjalandengan lancar, sehingga rumah sakit dapat dikelola secara efisien danefektif; yang pada akhirnya akan meningkatkan citra rumah sakit.
 MASALAH MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT DAN
 
KEADAAN SAAT INI
Mutu pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya sumberdayadan interaksi dari pemanfaatannya yang digerakkan melalui proses danprosedur tertentu, sehingga menghasilkan jasa atau pelayanan yang sesuaidengan keinginan dan harapan pasien/masyarakat. Pada aspek sumberdayamanusia, terdapat masalah kurangnya jumlah serta mutu tenaga, sertapendistribusian sumberdaya manusia. Pada aspek sumberdaya dana,dirasakan adanya keterbatasan dalam biaya, penggunaan biaya yang kurangefisien dan distribusi yang kurang merata. Dengan adanya kendala-kendalatersebut, akan memberikan dampak pada upaya peningkatan mutupelayanan rumah sakit. Bahkan pada rumah sakit pemerintah dengankondisi pendanaan yang minim, memberikan dampak pada perilaku parapengelola rumah sakit dalam memberikan pelayanannya secara "seadanya",dan ini sudah menjadi ciri dari rumah sakit pemerintah.
1
 
MUTU BERARTI KELANGSUNGAN HIDUP
Untuk menjadi rumah sakit yang berkualitas tidaklah merupakan suatupengecualian atau hanya merupakan suatu alternatif saja. Menjadi rumahsakit yang berkualitas janganlah dikaitkan dengan besar atau kecilnyaorganisasi dan kapasitas rumah sakit, besarnya sisa hasil usaha ataupunkecanggihan dari peralatan teknologi yang disediakan oleh rumah sakit;tetapi harus dikaitkan dengan pelaksanaan peningkatan mutu pelayanan danproduktifitas rumah sakit secara kontinu. Untuk mencapai hal tersebut upayapeningkatan kualitas/mutu pelayanan dari rumah sakit harus merupakanbagian integral dari manajemen rumah sakit, hal ini menentukankelangsungan hidup dari rumah sakit itu sendiri. Ada empat kekuatan yangdapat merupakan ancaman bagi kelangsuangan hidup rumah sakit, yaitumasyarakat/pasien sebagai konsumen
(Customers),
persaingan antar rumahsakit
(Competition),
biaya
(Costs)
dan masa gawat
(Crisis).
Keunggulan pasien sebagai konsumen (
Customers
)
Target utama dari suatu rumah sakit adalah ingin memenuhi kebutuhan dankeinginan pasien akan pelayanan yang baik dan nyaman, yang selaluberubah disertai klasifikasi yang tinggi, selaras dengan meningkatnyapengetahuan masyarakat. Dengan semakin banyaknya jumlah rumah sakitsaat ini, yang juga berkeinginan dalam meningkatkan mutu pelayanannya;hal mana menimbulkan suatu keadaan persaingan yang ketat di antararumah sakit. Bagi rumah sakit yang tidak meningkatkan mutu pelayanan jasanya dan tidak melakukan inovasi-inovasi baru, akan ditinggalkan olehpasien/masyarakat pengguna jasanya. Tidak sedikit rumah sakit yangmemberikan/memiliki motto kerja yang menjanjikan suatu kepuasanpelayanan bagi pasiennya, tetapi tidak dihayati dan dilaksanakan olehseluruh pengelola rumah sakit tersebut.Manajemen rumah sakit yang bermutu akan berusaha seoptimal mungkinuntuk memenuhi segala kebutuhan pasien/masyarakat pengguna jasa rumahsakit, serta mengantisipasi harapan dan keinginan pasien. Inti dari aktifitasyang berkaitan dengan kualitas rumah sakit, seperti perencanaan,penganggaran, pemasaran, investasi; selalu dikaitkan dengan kepuasanpasien. Untuk setiap keputusan yang diambil, sebaiknya didasari padapemenuhan keinginan dan kepuasan pasien. Rumah sakit yangmengutamakan kepuasan dan kepentingan pasien, akan memperolehmanfaat dan pegawai yang termotivasi. Pada akhirnya, pasien yang akanmenentukan jenis pelayanan jasa yang harus disediakan oleh rumah sakit,serta menentukan mutu pelayanan jasa tersebut; bukan rumah sakit. Tidakhanya kedua hal diatas yang akan ditentukan oleh pasien, tetapi juga waktupelayanan dan biaya pengobatan. Rumah sakit yang tanggap tentunya akanmemfokuskan dirinya pada tingkat kepuasan pasien serta akanmeningkatkan mutu pelayanan untuk lebih baik dari rumah sakit lainnya.Budaya mutu membutuhkan suatu perubahan menyeluruh dari semuapelaksana roda organisasi dan manajemen rumah sakit untuk dicapainya
2
 
persamaan persepsi dalam hal sikap dan pandangan terhadap mutupelayanan rumah sakit.
Persaingan antar rumah sakit (
Competition
)
Munculnya begitu banyak rumah sakit merupakan bukti adanya sambutanyang baik dari para investor terhadap pola kebijaksanaan Pemerintah yangmenganjurkan partisipasi swasta dalam bidang kesehatan. Mengingat sistempelayanan kesehatan yang kita anut pembiayaannya masih sebagian besar ditanggung oleh penderita itu sendiri, dengan demikian penderita punmempunyai kebebasan untuk memilih rumah sakit yang disukai. Adanyapersaingan sebenarnya memacu peningkatan mutu pelayanan, tetapi bagirumah sakit yang walaupun tadinya tergolong bermutu baik jika tidakmemperhatikan pemeliharaan mutunya justru sebaliknya akan menjadiketinggalan dan tergeser ke golongan bermutu kurang baik, bahkan tidakmustahil oleh sebab tertentu malah terjadi penurunan mutu pelayanan rumahsakit itu. Dalam iklim persaingan ketat ini, persaingan dapat terjadi dalambanyak bentuk, sejauh pasien dapat merasa terpenuhi kebutuhan dankeinginannya. Adalah sangat bijaksana, bila para pengelola rumah sakitselalu memiliki anggapan bahwa rumah sakit lain, dalam hal ini dianggapsebagai pesaing; telah melakukan pelayanan lebih baik dan bermutu, lebihmurah dan lebih cepat. Untuk hal itu, diperlukan suatu mekanisme untukmemelihara mutu pelayanan rumah sakit, agar senantiasa dapatmenyesuaikan diri terhadap perubahan tuntutan zaman.
Penghematan biaya (
Costs
).
Biaya bahan-bahan/obat-obatan, pemeliharaan alat-alat, pengadaan alat,gaji karyawan dan biaya sumberdaya yang digunakan rumah sakit dari waktuke waktu akan terus meningkat. Bagi rumah sakit yang ingin tergolongbermutu baik janganlah mempunyai pemikiran bahwa semua biaya tadidapat dibebankan dengan mudah kepada pasien yang menerima pelayanan,yang akan mengakibatkan tingginya biaya yang harus dibayar oleh pasien,atau dibebankan kepada karyawan sehingga mereka akan mendapatpengurangan nilai gaijinya. Peningkatan biaya dapat diatasi denganmeningkatkan produktifitas serta memperbaiki mutu pelayanan secarakontinu.
 Mengatasi masa gawat (
Crisis
)
Rumah sakit yang tidak memiliki budaya mutu yang kuat, tidak siap dalammengantisipasi masa gawat yang dihadapi baik dalam waktu singkat maupundalam waktu lama. Rumah sakit yang memiliki budaya mutu dan tergolongbermutu baik selalu berada dalam suasana manajemen krisis
,
sehinggaselalu siap dalam menghadapi keadaan masa gawat yang sebenarnya.Rumah sakit tersebut tidak hanya dapat mengantisipasi dengan baikkeadaan masa gawat berdasarkan prediksinya yang tepat, tetapi karenamanajemen rumah sakit tersebut selalu dalam keadaan siap untukmenghadapi masa gawat dengan melakukan perbaikan secara kontinu akan
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->