Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Khutbah Idul Adha 1429 H

Khutbah Idul Adha 1429 H

Ratings: (0)|Views: 136 |Likes:
Published by abuanisah

More info:

Published by: abuanisah on Jan 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2010

pdf

text

original

 
Khutbah Idul Adha 1429 H: Membangun KembaliSemangat Berqurban
Khutbah Idul Adha19/11/2008 | 19 Zulqaedah 1429 H | Hits: 18.194Oleh:Dr. Attabiq Luthfi, MA 
dakwartuna.com -
Allahu Akbar- ALLahu Akbar- Allahu Akbar – WaliLlahil Hamd.Jama’ah Idul Adha yang senantiasa mengharapkan ridha Allah swt.Alhamdulillah, tentu merupakan satu kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada terhingga bahwa pada hari ini kita merayakan hari raya Idul Adha, hari raya terbesar bagi umatIslam yang bersifat internasional, setelah dua bulan sebelumnya kita merayakan hari rayaIdul Fithri. Pada hari ini sekitar tiga juta umat Islam dari beragam suku, bangsa dan rasserta dari berbagai tingkat sosial dan penjuru dunia berkumpul dan berbaur di kota suciMakkah Al-Mukarramah untuk memenuhi panggilan Allah menunaikan ibadah haji:
 Dan serulah manusia untuk menunaikan ibadah haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus
 
 yang datang dari segenap penjuru yang jauh
“. (Al-Hajj: 27)Hari raya Idul Adha juga merupakan hari raya istimewa karena dua ibadah agungdilaksanakan pada hari raya ini yang jatuh di penghujung tahun hijriyah, yaitu ibadah hajidan ibadah qurban. Kedua-duanya disebut oleh Al-Qur’an sebagai salah satu dari syi’ar-syi’ar Allah swt yang harus dihormati dan diagungkan oleh hamba-hambaNya. Bahkanmengagungkan syi’ar-syi’ar Allah merupakan pertanda dan bukti akan ketaqwaanseseorang seperti yang ditegaskan dalam firmanNya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dariketakwaan hati”. (Al-Hajj: 33) Atau menjadi jaminan akan kebaikan seseorang di mataAllah seperti yang diungkapkan secara korelatif pada ayat sebelumnya, “Demikianlah(perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allahmaka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya”. (Al-Hajj: 30)Kedua ibadah agung ini yaitu ibadah haji dan ibadah qurban tentu hanya mampudilaksanakan dengan baik oleh mereka yang memiliki kedekatan dengan Allah yangmerupakan makna ketiga dari hari raya ini: “Qurban” yang berasal dari kata “qaruba – qaribun” yang berarti dekat. Jika posisi seseorang jauh dari Allah, maka dia akanmengatakan lebih baik bersenang-senang keliling dunia dengan hartanya daripada pergike Mekah menjalankan ibadah haji. Namun bagi hamba Allah yang memiliki kedekatandengan Rabbnya dia akan mengatakan “Labbaik Allahumma Labbaik” – lebih baik akumemenuhi seruanMu ya Allah…Demikian juga dengan ibadah qurban. Seseorang yang jauh dari Allah tentu akan berat mengeluarkan hartanya untuk tujuan ini. Namun merekayang posisinya dekat dengan Allah akan sangat mudah untuk mengorbankan segala yangdimilikinya semata-mata memenuhi perintah Allah swt.Mencapai posisi dekat “Al-Qurban/Al-Qurbah” dengan Allah tentu bukan merupakan bawaan sejak lahir. Melainkan sebagai hasil dari latihan (baca: mujahadah) dalam
 
menjalankan apa saja yang diperintahkan Allah. Karena seringkali terjadi benturan antarakeinginan diri (hawa nafsu) dengan keinginan Allah (ibadah). Disinilah akan nyatakeberpihakan seseorang apakah kepada Allah atau kepada selainNya. Sehingga pertanyaan dalam bentuk “muhasabah: evaluasi diri ” dalam konteks ini adalah:“mampukan kita mengorbankan keinginan dan kesenangan kita karena kita sudah berpihak kepada Allah?…Sekali lagi, ibadah haji dan ibadah qurban merupakan gerbangmencapai kedekatan kita dengan Allah swt.Allahu Akbar-Allahu Akbar-Allahu Akbar WaliLLahil HamdIcon manusia yang begitu dekat dengan Allah yang karenanya diberi gelar KhaliluLlah(kekasih Allah) adalah Ibrahim. Sosok Ibrahim dengan kedekatan dan kepatuhannyasecara paripurna kepada Allah tampil sekaligus dalam dua ibadah di hari raya Idul Adha,yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Dalam ibadah haji, peran nabi Ibrahim tidak bisadilepaskan. Tercatat bahwa syariat ibadah ini sesungguhnya berawal dari panggilan nabiIbrahim yang diperintahkan oleh Allah swt dalam firmanNya:
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di Baitullah (dengan mengatakan):
 Janganlah kamu mempersekutukan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKuini bagi orang-orang yang thawaf, orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ serta sujud.
 
 Dan kemudian serulah manusia untuk menunaikan ibadah haji,niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus
 
 yang datang dari segenap penjuru yang jauh
“. (Al-Hajj: 26-27).Ibadah ini harus diawali dengan kesiapan seseorang untuk menanggalkan seluruh atributdan tampilan luar yang mencerminkan kedudukan dan status sosialnya dengan hanyamengenakan dua helai kain ‘ihram’ yang mencerminkan sikap tawaddu’ dan kesamaanantar seluruh manusia. Dengan pakaian sederhana ini, seseorang akan lebih mudahmengenal Allah karena dia sudah mengenal dirinya sendiri melalui ibadah wuquf diArafah. Dengan penuh kekhusyu’an dan ketundukkan seseorang akan larut dalam dzikir,munajat dan taqarrub kepada Allah sehingga ia akan lebih siap menjalankan seluruh perintahNya setelah itu. Dalam proses bimbingan spritual yang cukup panjang iniseseorang akan diuji pada hari berikutnya dengan melontar jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap syetan dan terhadap setiap yang menghalangi kedekatan denganRabbnya. Kemudian segala aktifitas kehidupannya akan diarahkan untuk Allah, menujuAllah dan bersama Allah dalam ibadah thawaf keliling satu titik fokus yang bernamaka’bah. Titik kesatuan ini penting untuk mengingatkan arah dan tujuan hidup manusia:“katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah,Tuhan seru sekalian alam”. (Al-An’am: 162)Akhirnya dengan modal keyakinan ini,seseorang akan giat berusaha dan berikhtiar untuk mencapai segala cita-cita dalamnaungan ridha Allah swt dalam bentuk sa’I antara bukit shafa dan bukit marwah.Demikian ibadah haji sarat dengan pelajaran yang kembali ditampilkan oleh Ibrahim dankeluarganya.Ma’asyiral muslimin rahimakumuLlah.Dalam ibadah qurban, kembali Nabi Ibrahim tampil sebagai manusia pertama yangmendapat ujian pengorbanan dari Allah swt. Ia harus menunjukkan ketaatannya yangtotalitas dengan menyembelih putra kesayangannya yang dinanti kelahirannya sekianlama. “
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama
 
 Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwaaku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku,kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatikutermasuk orang-orang yang sabar.”
(Ash-Shaffat: 102). Begitulah biasanya manusiaakan diuji dengan apa yang paling ia cintai dalam hidupnya.Jama’ah Shalat Idul Adha RahimakumuLlah.Andaikan Ibrahim manusia yang dha’if, tentu akan sulit untuk menentukan pilihan. Salahsatu diantara dua yang memiliki keterikatan besar dalam hidupnya; Allah atau Isma’il.Berdasarkan rasio normal, boleh jadi Ibrahim akan lebih memilih Ismail denganmenyelamatkannya dan tanpa menghiraukan perintah Allah tersebut. Namun ternyataIbrahim adalah sosok hamba pilihan Allah yang siap memenuhi segala perintahNya,dalam bentuk apapun. Ia tidak ingin cintanya kepada Allah memudar karena lebihmencintai putranya. Akhirnya ia memilih Allah dan mengorbankan Isma’il yang akhirnyamenjadi syariat ibadah qurban bagi umat nabi Muhammad saw.Dr. Ali Syariati dalam bukunya “Al-Hajj” mengatakan bahwa Isma’il adalah sekedar simbol. Simbol dari segala yang kita miliki dan cintai dalam hidup ini. Kalau Isma’ilnyanabi Ibrahim adalah putranya sendiri, lantas siapa Isma’il kita? Bisa jadi diri kita sendiri,keluarga kita, anak dan istri kita, harta, pangkat dan jabatan kita. Yang jelas seluruh yangkita miliki bisa menjadi Isma’il kita yang karenanya akan diuji dengan itu. Kecintaankepada Isma’il itulah yang kerap membuat iman kita goyah atau lemah untuk mendengar dan melaksanakan perintah Allah. Kecintaan kepada Isma’il yang berlebihan juga akanmembuat kita menjadi egois, mementingkan diri sendiri, dan serakah tidak mengenal batas kemanusiaan. Allah mengingatkan kenyataan ini dalam firmanNya: “
 Katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, hartakekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dantempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dandari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan- Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik 
“. (At-Taubah:24)Karena itu, dengan melihat keteladanan berqurban yang telah ditunjukkan oleh seorangIbrahim, apapun Isma’il kita, apapun yang kita cintai, qurbankanlah manakala Allahmenghendaki. Janganlah kecintaan terhadap isma’il-isma’il itu membuat kita lupa kepadaAllah. Tentu, negeri ini sangat membutuhkan hadirnya sosok Ibrahim yang siap berbuatuntuk kemaslahatan orang banyak meskipun harus mengorbankan apa yang dicintainya.Hadirin Jama’ah Shalat Idul Adha yang berbahagia.Keta’atan yang tidak kalah teguhnya dalam menjalankan perintah Allah adalah keta’atanIsma’il untuk memenuhi tugas bapaknya. Pertanyaan besarnya adalah: kenapa Isma’il,seorang anak yang masih belia rela menyerahkan jiwanya?. Bagaimanakan Isma’ilmemiliki kepatuhan yang begitu tinggi?. Nabi Ibrahim senantiasa berdoa: “Tuhanku,anugerahkan kepadaku anak yang shalih (Ash-Shaffat: 100). Maka Allah mengkabukandoanya: “Kami beri kabar gembira kepada Ibrahim bahwa kelak dia akan mendapatkanghulamun halim”. (Ash-Shaffat: 101). Inilah rahasia kepatuhan Isma’il yang tidak lepasdari peran serta orang tuanya dalam proses bimbingan dan pendidikan. Sosok 
 ghulamunhalim
dalam arti seorang yang santun, yang memiliki kemampuan untuk mensinergikan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->