Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
568Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cerita 17tahun – Bercinta Dengan Guru Bahasa

Cerita 17tahun – Bercinta Dengan Guru Bahasa

Ratings:

2.33

(3)
|Views: 220,124 |Likes:
Published by shecutesib1084

More info:

Published by: shecutesib1084 on Jan 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
cerita 17tahun – Bercinta dengan guru bahasa inggrisPosted by admin on April 2, 2008 – 4:52 pmFiled under Cerita DewasaCerita 17 tahun,3gp porno dan foto bugil terbaru hanya ada di www.17tahun.usSejalan dengan waktu, kini aku bisa kuliah di universitas keinginanku. Namaku Jack, sekarang aku tinggal di Yogyakarta dengan fasilitas yang sangat baiksekali. Kupikir aku cukup beruntung bisa bekerja sambil kuliah sehingga akumempunyai penghasilan tinggi.Berawal dari reuni SMA-ku di Jakarta. Setelah itu aku bertemu dengan gurubahasa inggrisku, kami ngobrol dengan akrabnya. Ternyata Ibu Shinta masihsegar bugar dan amat menggairahkan. Penampilannya amat menakjubkan,memakai rok mini yang ketat, kaos top tank sehingga lekuk tubuhnya nampakbegitu jelas. Jelas saja dia masih muda sebab sewaktu aku SMA dulu dia adalahguru termuda yang mengajar di sekolah kami. Sekolahku itu cuma terdiri daridua kelas, kebanyakan siswanya adalah wanita. Cukup lama aku ngobrol denganIbu Shinta, kami rupanya tidak sadar waktu berjalan dengan cepat sehingga paraundangan harus pulang. Lalu kami pun berjalan munuju ke pintu gerbang sambilmenyusuri ruang kelas tempatku belajar waktu SMA dulu. Tiba-tiba Ibu Shinta teringat bahwa tasnya tertinggal di dalam kelas sehingakami terpaksa kembali ke kelas. Waktu itu kira-kira hampir jam dua belasmalam, tinggal kami berdua. Lampu-lampu di tengah lapangan saja yang tersisa.Sesampainya di kelas, Ibu Shinta pun mengambil tasnya kemudian aku teringatakan masa lalu bagaimana rasanya di kelas bersama dengan teman-teman.Lamunanku buyar ketika Ibu Shinta memanggilku.“Kenapa Jack”“Ah.. tidak apa-apa”, jawabku. (sebetulnya suasana hening dan amat merindingitu membuat hasratku bergejolak apalagi ada Ibu Shinta di sampingku, membuat jantungku selalu berdebar-debar).“Ayo Jack kita pulang, nanti Ibu kehabisan angkutan”, kata Ibu Shinta.“Sebaiknya Ibu saya antar saja dengan mobil saya”, jawabku dengan ragu-ragu.“Terima kasih Jack”. Tanpa sengaja aku mengutarakan isi hatiku kepada Ibu Shinta bahwa aku sukakepadanya, “Oh my God what i’m doing”, dalam hatiku. Ternyata keadaanberkata lain, Ibu Shinta terdiam saja dan langsung keluar dari ruang kelas. Akupanik dan berusaha minta maaf. Ibu Shinta ternyata sudah cerai dengansuaminya yang bule itu, katanya suaminya pulang ke negaranya. Aku tertegundengan pernyataan Ibu Shinta. Kami berhenti sejenak di depan kantornya laluIbu Shinta mengeluarkan kunci dan masuk ke kantornya, kupikir untuk apamasuk ke dalam kantornya malam-malam begini. Aku semakin penasaran lalumasuk dan bermaksud mengajaknya pulang tapi Ibu Shinta menolak. Aku
 
merasa tidak enak lalu menunggunya, kurangkul pundak Ibu Shinta, dengancepat Ibu Shinta hendak menolak tetapi ada kejadian yang tak terduga, IbuShinta menciumku dan aku pun membalasnya.Ohh.., alangkah senangnya aku ini, lalu dengan cepat aku menciumnya dengansegala kegairahanku yang terpendam. Ternyata Ibu Shinta tak mau kalah, iamenciumku dengan hasrat yang sangat besar mengharapkan kehangatan dariseorang pria. Dengan sengaja aku menyusuri dadanya yang besar, Ibu Shintaterengah sehingga ciuman kami bertambah panas kemudian terjadi pergumulanyang sangat seru. Ibu Shinta memainkan tangannya ke arah batang kemaluankusehingga aku sangat terangsang. Lalu aku meminta Ibu Shinta membukabajunya, satu persatu kancing bajunya dibukanya dengan lembut, kutatapdengan penuh hasrat. Ternyata dugaanku salah, dadanya yang kusangka kecilternyata amat besar dan indah, BH-nya berwarna hitam berenda yang modelnyaamat seksi.Karena tidak sabar maka kucium lehernya dan kini Ibu Shinta setengahtelanjang, aku tidak mau langsung menelanjanginya, sehingga perlahan-lahankunikmati keindahan tubuhnya. Aku pun membuka baju sehingga badanku yangtegap dan atletis membangkitkan gairah Ibu Shinta, “Jack kukira Ibu maubercinta denganmu sekarang.., Jack, tutup pintunya dulu dong”, bisiknya dengansuara agak bergetar, mungkin menahan birahinya yang juga mulai naik. Tanpa disuruh dua kali, secepat kilat aku segera menutup pintu depan. Tentuagar keadaan aman dan terkendali. Setelah itu aku kembali ke Ibu Shinta. Kiniaku jongkok di depannya. Menyibak rok mininya dan merenggangkan keduakakinya. Wuih, betapa mulus kedua pahanya. Pangkalnya tampak menggundukdibungkus celana dalam warna hitam yang amat minim. Sambil menciumpahanya tanganku menelusup di pangkal pahanya, meremas-remas liangsenggamanya dan klitorisnya yang juga besar. Lidahku makin naik ke atas. IbuShinta menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Akhirnya jilatankusampai di pangkal pahanya.“Mau apa kau sshh… sshh”, tanyanya lirih sambil memegangi kapalaku erat-erat.“Ooo… oh.. oh..”, desis Ibu Shinta keenakan ketika lidahku mulai bermain-maindi gundukan liang kenikmatannya. Tampak dia keenakan meski masih dibatasicelana dalam.Serangan pun kutingkatkan. Celananya kulepaskan. Sekarang perangkat rahasiamiliknya berada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuaidengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tidak begitu lebat.Lidahku kemudian bermain di bibir kemaluannya. Pelan-pelan mulai masuk kedalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Ibu Shinta makinkeenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya. “Aahh… Kau pintarsekali. Belajar dari mana hh…”
 
 Tanpa sungkan-sungkan Ibu Shinta mencium bibirku. Lalu tangannya menyentuhcelanaku yang menonjol akibat batang kemaluanku yang ereksi maksimal,meremas-remasnya beberapa saat. Betapa lembut ciumannya, meski masihpolos. Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya.Lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersendak. Semula Ibu Shinta sepertiakan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan. Mulutku sepertimelekat di mulutnya. “Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa? Pacarmu?”,tanyanya diantara kecipak ciuman yang membara dan mulai liar. Aku takmenjawab. Tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya yang tampakmenggairahkan itu. Biar tidak merepotkanku, BH-nya kulepas. Kini dia telanjangdada. Tak puas, segera kupelorotkan rok mininya. Nah kini dia telanjang bulat.Betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang dan putih mulus.“Nggak adil. Kamu juga harus telanjang..” Ibu Shinta pun melucuti kaos,celanaku, dan terakhir celana dalamku. Batang kemaluanku yang tegak penuhsegera diremas-remasnya. Tanpa dikomando kami rebah di atas ranjang,berguling-guling, saling menindih. Aku menunduk ke selangkangannya, mencaripangkal kenikmatan miliknya. Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerangdaerah itu dengan liar. Ibu Shinta mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahanmenahan nikmat. Hampir lima menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnyaaku merangkak naik. Menyorongkan batang kemaluanku ke mulutnya.“Gantian dong..” Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan batangkemaluanku ke mulutnya yang mungil. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lamadia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama batang kemaluanku masuk kerongga mulutnya. “Justru di situ nikmatnya.., Selama ini sama suami mainseksnya gimana?”, tanyaku sambil menciumi payudaranya. Ibu Shinta takmenjawab. Dia malah mencium bibirku dengan penuh gairah. Tanganku punsecara bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal danselangkangannya yang mulai basah. Aku tahu, perempuan itu sudah kepengindisetubuhi. Namun aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri. Tetapi lama-lama aku tidak tahan juga, batang kemaluanku pun sudah inginsegera menggenjot liang kenikmatannya. Pelan-pelan aku mengarahkanbarangku yang kaku dan keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulaimenembus liang kenikmatannya, kurasakan tubuh Ibu Shinta agak gemetar.“Ohh…”, desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kemaluanku masuk keliang kenikmatannya. Setelah seluruh barangku masuk, aku segera bergoyangnaik turun di atas tubuhnya. Aku makin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil,lenguhan serta kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang. Tiga menit setelah kugenjot, Ibu Shinta menjepitkan kedua kakinya kepinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Tampaknya dia akan orgasme. Genjotanbatang kemaluanku kutingkatkan. “Ooo… ahh… hmm… ssshh…”, desahnyadengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya.Kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat. Kuciumi pipi, dahi, danseluruh wajahnya yang berkeringat. “Sekarang Ibu Shinta berbalik. Menungging

Activity (568)

You've already reviewed this. Edit your review.
Dini Athiyah Artiani added this note
kkk
Sjhidajat Art liked this
entomologi liked this
Indah Iin added this note
kalo ke Batam telepon aku ya mas. 082181096611
humalapontas liked this
humalapontas liked this
Dr supriyanto liked this
Mashar Mash liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->