Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tantangan Dalam Praktek Keperawatan Profesional

Tantangan Dalam Praktek Keperawatan Profesional

Ratings: (0)|Views: 2,022 |Likes:
Published by Muhammad Ikhsan
http://akperku.blogspot.com
http://akperku.blogspot.com

More info:

Published by: Muhammad Ikhsan on Jan 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

 
TANTANGAN DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL
Profesionalisme keperawatan merupakan proses dinamis dimana profesi keperawatanyang telah terbentuk (1984) mengalami perubahan dan perkembangan karakteristik sesuai dengan tuntutan profesi dan kebutuhan masyarakat. Proses profesionalisasimerupakan proses pengakuan terhadap sesuatu yang dirasakan, dinilai dan diterimasecara spontan oleh masyarakat. Profesi Keperawatan, profesi yang sudahmendapatkan pengakuan dari profesi lain, dituntut untuk mengembangkan dirinyauntuk berpartisipasi aktif dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia agakeberadaannya mendapat pengakuan dari masyarakat. Untuk mewujudkan pengakuantersebut, maka perawat masih harus memperjuangkan langkah-langkah profesionalisme sesuai dengan keadaan dan lingkungan sosial di Indonesia. Proses inimerupakan tantangan bagi perawat Indonesia dan perlu dipersiapkan dengan baik, berencana, berkelanjutan dan tentunya memerlukan waktu yang lama.Berdasarkan pemahaman terhadap situasi dan adanya perubahan pemahaman terhadapkonsep sehat sakit, serta makin kayanya khasanah ilmu pengetahuan dan informasitentang determinan kesehatan bersifat multifaktoral, telah mendorong pembangunankesehatan nasional kearah paradigma baru, yaitu paradigma sehat.Paradigma sehat yang diartikan disini adalah pemikiran dasar sehat, berorientasi pada peningkatan dan perlindungan penduduk sehat dan bukan hanya penyembuhan padaorang sakit, sehingga kebijakan akan lebih ditekankan pada upaya promotif dan preventif dengan maksud melindungi dan meningkatkan orang sehat menjadi lebihsehat dan roduktif serta tidak jatuh sakit. Disisi lain, dipandang dari segi ekonomi,melakukan investasi dan intervensi pada orang sehat atau pada orang yang tidak sakitakan lebih cost effective dari pada intervensi terhadap orang sakit. Pada masamendatang, perlu diupayakan agar semua policy pemerintah selalu berwawasankesehatan, motto-nya akan menjadi "Pembangunan Berwawasan Kesehatan".Bila secara konsekwen paradigma sehat telah kita gunakan, peningkatan derajadkesehatan masyarakat akan lebih cepat tercapai dengan biaya yang lebih efisien.Sehingga viei Departemen Kesehatan Indonesia Sehat 2010 dapat tercapai.Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat 2010, misi Depkes adalah :1. Penggerak pembangunan nasional berwawasan kesehatan2. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan ksehatan yang bermutu, merata danterjangkau.4. Mendorong kemandirian masyarakat untuk sehat.Untuk mencapai misi dan misi tersebut, telah dikembangkan pilar strategi pembangunan kesehatan yang meliputi :1. Paradigma sehat/pembangunan berawawasan kesehatan2. Profesionalisme3. Jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat4. Desentralisasi
 
Apa tantangannya ?
Jika dianalisa lebih mendalam, ada empat tantangan utama yang sangat menentukanterjadinya perubahan dan perkembangan keperawatan di Indonesia, yang secara nyatadapat dirasakan khususnya dalam sistem pendidikan keperawatan, yaitu (1) terjadinya pergeseran pola masyarakat Indonesia; (2) Perkembangan IPTEk; (3) Globalisasidalam pelayanan kesehatan; dan (4) Tuntutan tekanan profesi keperawatan.(1) Transisi Pola Masyarakat IndonesiaPergeseran pola masyarakat agrikultur ke masyarakat industri dan dari masyarakattradisional berkembang menjadi masyarakat maju, menimbulkan dampak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk aspek kesehatan.Kendatipun masih ada masyarakat yang menderita penyakit terkait dengankemiskinan seperti infeksi, penyakit yang disebabkan oleh kurang gizi dan pemukiman tidak sehat, tetapi penyakit atau kelainan kesehatan akibat pola hidupmodern juga sudah makin meningkat. Angka kematian bayi dan angka kematian ibusebagai indikator derajad kesehatan, masih tinggi. Peningkatan umur harapan hidup juga mengakibatkan masalah kesehatan yang terkait dengan masyarakat lanjut usiaseperti penyakit generatif.Begitu pula masalah kesehatan yang berhubungan dengan urbanisasi, pencemarankesehatan lingkungan dan kecelakaan kerja cenderung meningkat sejalan dengan pembangunan industri. Selain masalah kesehatan yang makin kompleks, pergeserannilai-nilai keluarga pun turut terpengaruh di mana berkembang kecenderungankeluarga terhadap anggotanya menjadi berkurang. Keadaan ini akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan kelompok lanjut usia yangcenderung meningkat jumlahnya dan sangat memerlukan dukungan keluarga. Selaindaripada itu, kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan penghasilanyang lebih besar membuat masyarakat Indonesia lebih kritis dan mampu membayar  pelayanan kesehatan yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan.(2) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan TeknologiPerkembangan IPTEk menuntut kemampuan spesifikasi dan penelitian bukan sajaagar dapat memanfaatkan IPTEK, tetapi juga untuk menapis dan memastikan hanyaIPTEK sesuai dengan kebutuhan dan sosial budaya masyarakat Indonesia yang akandiadopsi, disamping tentunya untuk mengembangkan IPTEK baru lainnya. IPTEK  juga berdampak pada biaya kesehatan yang makin tinggi dan pilihan tindakan penanggulangan maslah kesehatan yang makin banyyak dan kompleks, selaintentunya menurunkan jumlah hari rawat (Hamid, 1997; Jerningan, 1988). Penurunan jumlah hari rawat mempengaruhi kebutuhan pelayanan keeshatan yang belih berfokuskepada kualitas bukan hanya kuantitas, serta meningkatkan kebutuhan untuk  pelayanan / asuhan keperawatan di rumah dengan mengikutsertakan klien dankeluarganya. Perkembangan IPTEk harus diikuti dengan upaya perlindungan terhadaphak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, hak untuk diberitahu, hak untuk memilih tindakan yang akan dilakukan dan hak untuk didengarkan pendapatnya. Oleh karena itu, pengguna jasa pelayanan kesehatan perlu memberikan persetujuan secara tertulis sebelum dilakukan tindakan (informed cinsent).
 
(3) Globalisasi dalam Pelayanan KesehatanPada dasarnya dua hal utama dari globalisasi yang akan berpengaruh terhadap perkembangan pelayanan keseahtan termasuk pelayanan keperawatan adalah : 1)tersedianya alternatif pelayanan, dan 2) persaingan penyelenggaraan pelayanan untuk menarik minat pemakai jasa pelayanan kualitas untuk memberikan jasa pelayanankeseahtanyang terbaik. Untuk hal ini berarti tenaga kesehatan, khususnya tenagakeperawatan diharapkan untuk dapat memenuhi standar global dalam memberikan pelayanan / asuhan keperawatan. Dengan demikian diperlukan perawat yangmempunyai kemampuan profesional dengan standar internasional dalam aspek intelektual, interpersonal dan teknikal, bahkan peka terhadap perbedaan sosial bidayadan mempunyai pengetahuan transtruktural yang luas serta mampu memanfaatkanalih IPTEK.(4) Tuntutan Profesi KeperawatanKeyakinan bahwa keperawatan merupakan profesi harus disertai dengan realisasi pemenuhan karakteristik keperawatan sebagai profesi yang disebut dengan profesional (Kelly & Joel, 1995).Karakteristik profesi yaitu :1. Memiliki dan memperkaya tubuh pengetahuan melalui penelitian2. Memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada orang lain.3. Pendidikan yang memenuhi standar 4. Terdapat pengendalian terhadap praktek 5. Bertanggung jawab & bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukan6. Merupakan karir seumur hidup7. Mempunyai fungsi mandiri dan kolaborasi.Praktek keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional masyarakat penggunaan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar serta ilmu keperawatan sebagai landasan untuk melakukan pengkajian, menegakkandiagnostik, menyusun perencanaan, melaksanakan asuhan keperawatan danmengevaluasi hasil tindakan keperawatan serta mengadakan penyesuaian rencanakeperawatan untuk menentukan tindakan selanjutnya. Selain memiliki kemampuanintelektual, interpersonal dan teknikal, perawat juga harus mempunyai otonomi yang berarti mandiri dan bersedia menanggung resiko, bertanggung jawab dan bertanggunggugat terhadap tindakan yang dilakukannya, termasuk dalam melakukan danmengatur dirinya sendiri.Dapat disimpulkan bahwa menghadapi tantangan yang sangat berat tersebut,diperlukan perawat dengan sikap yang selalu dilandasi oleh kaidah etik profesi. Upayayang paling strategik untuk dapat menghasilkan perawat profesional melalui pendidikan keperawatan profesional dan beberapa langkah yang telah disebutkandiatas.

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Khoirul Chamdan liked this
Dwi Rahmawati liked this
Adi Mahendra liked this
Didi Chay Cis liked this
Yohanes Dedio liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->