Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU PPh Indonesia No. 36 Thn 2009

UU PPh Indonesia No. 36 Thn 2009

Ratings: (0)|Views: 96|Likes:
Published by besdy

More info:

Published by: besdy on Feb 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2010

pdf

text

original

 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 36 TAHUN 2008TENTANGPERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANGNOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILANDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang :a. bahwa dalam upaya mengamankan penerimaan negara yang semakin meningkat, mewujudkan sistemperpajakan yang netral, sederhana, stabil, lebih memberikan keadilan, dan lebih dapat menciptakankepastian hukum serta transparansi perlu dilakukan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 7Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir denganUndang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun1983 tentang Pajak Penghasilan;b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu membentuk Undang-Undang tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang PajakPenghasilan;Mengingat :1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, dan Pasal 23A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945;2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umumdan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 85, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4740);3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimanatelah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang PerubahanKetiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2000 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor3985);Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan:UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANGPAJAK PENGHASILAN.Pasal IBeberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263) yangtelah beberapa kali diubah dengan Undang-Undang:a. Nomor 7 Tahun 1991 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1991 Nomor 93, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3459);b. Nomor 10 Tahun 1994 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 60, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3567);c. Nomor 17 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 127, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3985);diubah sebagai berikut:1. Ketentuan Pasal 1 substansi tetap dan Penjelasannya diubah sehingga rumusan Penjelasan Pasal 1
 
adalah sebagaimana tercantum dalam Penjelasan Pasal demi Pasal Angka 1 Undang-Undang ini.2. Ketentuan Pasal 2 ayat (1) sampai dengan ayat (5) diubah dan di antara ayat (1) dan ayat (2) disisipkan1 (satu) ayat, yakni ayat (1a) sehingga Pasal 2 berbunyi sebagai berikut:Pasal 2(1) Yang menjadi subjek pajak adalah:a. 1. orang pribadi;2. warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak;b. badan; danc. bentuk usaha tetap.(1a) Bentuk usaha tetap merupakan subjek pajak yang perlakuan perpajakannya dipersamakandengan subjek pajak badan.(2) Subjek pajak dibedakan menjadi subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri.(3) Subjek pajak dalam negeri adalah:a. orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang beradadi Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12(dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak beradadi Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia;b. badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, kecuali unit tertentu daribadan pemerintah yang memenuhi kriteria:1. pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;2. pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negaraatau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;3. penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atauPemerintah Daerah; dan4. pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara; danc. warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak.(4) Subjek pajak luar negeri adalah:a. orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang beradadi Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukandi Indonesia, yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usahatetap di Indonesia; danb. orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang beradadi Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukandi Indonesia, yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidakdari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetapdi Indonesia.(5) Bentuk usaha tetap adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidakbertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183(seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yangtidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia untuk menjalankan usaha ataumelakukan kegiatan di Indonesia, yang dapat berupa:a. tempat kedudukan manajemen;b. cabang perusahaan;c. kantor perwakilan;d. gedung kantor;e. pabrik;f. bengkel;g. gudang;h. ruang untuk promosi dan penjualan;i. pertambangan dan penggalian sumber alam;j. wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi;k. perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan,atau kehutanan;l. proyek konstruksi, instalasi, atau proyek perakitan;m. pemberian jasa dalam bentuk apa pun oleh pegawai atau orang lain, sepanjangdilakukan lebih dari 60 (enam puluh) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan;n. orang atau badan yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas;o. agen atau pegawai dari perusahan asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempatkedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi atau menanggung risikodi Indonesia; danp. komputer, agen elektronik, atau peralatan otomatis yang dimiliki, disewa, ataudigunakan oleh penyelenggara transaksi elektronik untuk menjalankan kegiatan usahamelalui internet.(6) Tempat tinggal orang pribadi atau tempat kedudukan badan ditetapkan oleh Direktur JenderalPajak menurut keadaan yang sebenarnya.3. Ketentuan Pasal 3 diubah dan ditambah 1 (satu) ayat, yakni ayat (2) sehingga Pasal 3 berbunyi sebagai
 
berikut:Pasal 3(1) Yang tidak termasuk subjek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 adalah:a. kantor perwakilan negara asing;b. pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat-pejabat lain darinegara asing dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja padadan bertempat tinggal bersama-sama mereka dengan syarat bukan warga negaraIndonesia dan di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut serta negara bersangkutan memberikan perlakuantimbal balik;c. organisasi-organisasi internasional dengan syarat:1. Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut;dan2. tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilandari Indonesia selain memberikan pinjaman kepada pemerintah yang dananyaberasal dari iuran para anggota;d. pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional sebagaimana dimaksud pada huruf c, dengan syarat bukan warga negara Indonesia dan tidak menjalankan usaha,kegiatan, atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia.(2) Organisasi internasional yang tidak termasuk subjek pajak sebagaimana dimaksud pada ayat(1) huruf c ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.4. Ketentuan Pasal 4 ayat (1) huruf d, huruf e, huruf h, huruf l, dan Penjelasan huruf k diubah danditambah 3 (tiga) huruf, yakni huruf q sampai dengan huruf s, ayat (2) diubah, ayat (3) huruf a, huruf d,huruf f, huruf i, dan huruf k diubah, huruf j dihapus, dan ditambah 3 (tiga) huruf, yakni huruf l, huruf m,dan huruf n sehingga Pasal 4 berbunyi sebagai berikut:Pasal 4(1) Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomisyang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luarIndonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajakyang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk:a. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima ataudiperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uangpensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalamUndang-undang ini;b. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan;c. laba usaha;d. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk:1. keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, danbadan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal;2. keuntungan karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atauanggota yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya;3. keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran,pemecahan, pengambilalihan usaha, atau reorganisasi dengan nama dandalam bentuk apa pun;4. keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan,kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurussatu derajat dan badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasukyayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dankecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan MenteriKeuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan,kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan; dan5. keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hakpenambangan, tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalamperusahaan pertambangan;e. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya danpembayaran tambahan pengembalian pajak;f. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang;g. dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaanasuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;h. royalti atau imbalan atas penggunaan hak;i. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;j. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala;k. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yangditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;l. keuntungan selisih kurs mata uang asing;

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->