Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kontrol sosial

kontrol sosial

Ratings: (0)|Views: 1,090 |Likes:
Published by hisnuddin lubis

More info:

Published by: hisnuddin lubis on Feb 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

 
Masalah-masalah sosial
:Efektifitas control sosial dalam pengendalian perilaku individu sebagai upayamenjaga harmoni dan equilibrium sosial dalam masyarakat dalam perspektif perilaku menyimpang
Dalam kehidupan sosial, masyarakat terdapat harapan harmoni dankeseimbangan sosial yang berupa keteraturan sosial. Untuk mewujudkan keteraturandalam masyarakat diperlukan otoritas yang mengendalikan perilaku individu. Baikberupa institusi,norma, nilai yang diabstraksikan sebagai kontrol sosial. dalamkehidupan sosial, individu selalu diharapkan oleh masyarakat sekitarnya untukberperilaku konformis atau perilaku yang diharapkan oleh masyarakat Sehinggasemua masyarakat akan selalu berupaya untuk membentuk dan mengontrolsemua perilaku dari individu-individu yang terlibat dalam sistem masyarakat secarakeseluruhan, melalui adanya kepatuhan terhadap nilai dan norma yang telahditetapkan . Ketika ada perilaku individu yang tidak lagi mematuhi nilai dannorma yang telah ditetapkan maka muncullah perilaku menyimpang. Denganadanya pedoman yang menjadi acuan dalam bertindak dan berinteraksi antar sesamamanusia sebagai anggota masyarakat, maka keharmonisan dan fungsi dari masing-masing hak dan kewajibannya akan dapat terwujud dalam konteks nyata.Pelanggaran terhadap norma dapat mengganggu equilibrium sosial,membuat kehidupan sosial tidak menentu, menciptakan ketegangan dan sampaipada mengakibatkan konflik. Seseorang yang suka berjudi dan mabuk-mabukandapat dijadikan contoh. Pendapatan yang berkurang karena si ayah menggunakangajinya untuk taruhan berjudi, menyebabkan si istrilah yang harus bertanggung jawab atas kelangsungan hidup anak-anaknya. Anak-anak menjadi malu untuk masuksekolah karena belum membayar SPP. Akibatnya keluarga tersebut selalu dalamsituasi yang tegang karena suami dan istri selalu ribut menyalahkan satu samalain, sehingga suasana dalam keluarga itu tidaklah seperti yang diharapkan olehanak-anaknya malahan kondisi konflik yang selalu muncul dalam keluarga .Selain itu, kehidupan sosial mengajari kita untuk saling mempercayai satusama lain. Kita harus punya keyakinan bahwa orang lain akan memainkan
 
perannya sesuai dengan peraturan, dan demikian pula keyakinan orang lain terhadapdiri kita. Tetapi ketika orang lain tidak berperilaku sesuai dengan apa yang kita yakinimaka kita akan merasa bahwa usaha kita itu sia-sia sehingga tidak jarang kita menjadimalas untuk berperilaku sesuai dengan aturan. Artinya perilaku menyimpang dapatmenghancurkan kepercayaan masyarakat . Contoh yang mungkin seringdiperhatikan dalam masyarakat adalah tindak korupsi yang dilakukan oleh elit politikyang ternyata banyak pelakunya tidak dikenakan tindakan hukum karena aparatpenegak hukum kalah dari sudut kekuasaan yang dimiliki oleh kalangan elitpolitik. Hal tersebut menyebabkan sebagian masyarakat tidak lagi percayaterhadap kemampuan aparat hukum untuk dapat menanggulangi tindak korupsi.Equilibrium masyarakat akan tercipta manakala pranata sosial sebagai kontrolsosial dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam perpektif ini kontrol sosial akanmenjadi hal esensial dalam pembentukan perilaku individu dalam masyarakat. Namundemikian, kontrol sosial tidak selamanya dapat mengendalikan perilaku individu secaraefektif. Untuk meningkatkan efektifitasnya diperlukan upaya-upaya sosio-psikologisuntuk menanamkan dan menginternalisasikan pranata sosial dalam anggotamasyarakat. Pertanyaan yang seringkali timbul adalah bagaimana meningkatkanefektifitas kontrol sosial guna mengendalikan perilaku individu untuk meminimalisir masalah-masalah sosial.
Perspektif perilaku menyimpang: kontrol sosial dan upaya institusionalisasi nilai-nilai dalam masyarakat
Pemahaman perspektif ini bertolak dari paradigma fakta sosial. Fakta sosialbersifat eksternal, umum (general), dan memaksa (coercion).Fakta sosialmempengaruhi tindakan-tindakan manusia. Tindakan individu merupakan hasilproses pendefinisian reslitas sosial, serta bagaimana orang mendefinisikan situasi.Asumsi yang mendasari adalah bahwa manusia adalah makhluk yang kreatif dalammembangun dunia sosialnya sendiri. Karakteristik fakta sosial ini adalah
Pertama
bersifat eksternal terhadap individu, yang mencakup cara bertindak, berpikir danberperasaan yang berasal dari luar kesadaran individu.
Kedua
Bersifat memaksa,artinya cara bertindak, berpikir dan berperasaan tersebut merupakan sesuatu yangmemaksa, membimbing, mendorong dan mempengaruhi individu. Walaupun demikian
 
sifat “memaksa” tidak selalu berkonotasi negatif.
Ketiga
bersifat umum atau beradadalam seluruh masyarakat.Perspektif ini menempatkan pranata sosial sebagai hal esensial dalammengontrol perilaku masyarakat. Asumsi dasar dalam perspektif perilaku menyimpangadalah:
Nilai Sosial merupakan instrumen untuk memelihara keberaturan sistem
Nilai sosial terinternalisasi dan digunakan sebagai pedoman perilaku melaluiproses sosialisasi
Masyarakat teratur kalau warganya conform terhadap nilai
Masalah sosial muncul kalau banyak terjadi penyimpangan terhadap nilai
Prinsip: conformity vs deviationPelanggaran atas nilai-nilai dianggap sebagai penyimpangan. Misalnya, dalamsebuah masyarakat terdapat nilai-nilai yang mengatur hubungan antara laki-laki danperempuan. Pelanggaran akan nilai-nilai (pranata sosial) tersebut dianggap sebagaipenyimpangan dan pada level tertentu akan mengganggu keteraturan masyarakatsecara keseluruhan. Pada level inilah penyimpangan tersebut menjadi masalah sosial.Nilai-nilai yang berlaku diperoleh dari consensus masyarakat. Nilai-nilai tersebutdi tanamkan dengan sosialisasi dan internalisasi secara turun temurun sehinggapelanggaran atas nilai tersebut akan dikenakan sanksi, baik sanksi-sanksi baik yangbersifat konservasi maupun coersif.Kontrol sosial sesungguhnya merupakan breakdown dari pranata sosial, bentukfungsional dari pranata sosial. Untuk memahami control sosial diperlukan pemahamanakan pranata sosial. Pranata sosial merupakan :sistem norma yang bertujuan untukmengatur tindakan maupun kegiatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokokdan bermasyarakat bagi manusia. Secara spesifik, Soerjono Soekanto merumuskanpranata sosial sebagai Lembaga kemasyarakatan adalah himpunan norma-norma darisegala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupanmasyarakat. Selo Soemarjan & Soelaeman Soemardi, Semua norma-norma dari segalatingkat yang berkisar pada suatu keperluan pokok dalam kehidupan masyarakatmerupakan suatu kelompok yang diberi nama lembaga kemasyarakatan. Pranata sosialini.Secara konseptual kontrol sosial dapat diartikan sebagai:

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nur Aini liked this
Dwi Yuspa M N liked this
Qory Aty liked this
Nia Sriarti liked this
prisoner47 liked this
Sufri Abdullah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->