kelompok penggembala lainnya.Nabi Ya’qub AS dan anggota keluarganya, biasanya selepas menggembalakan domba-dombnya, mereka mengisi waktu dengan memeras susu domba-domba gembalaannya, sertamenyiapkan keperluan dan kebutuhan rumah tangga. Segala sesuatu yang merekakerjakan adalah demi menyokong hidup keluarga yang besar. Bahkan, tidak jarangmereka berjalan menyisir bebukitan untuk berburu dan pulang dengan membawa hasildari perburuan mereka, yaitu daging dan kulit binatang. Sementara Ya’qub dan anak-anaknya berburu kaum perempuan yang ditinggal di tenda mengerjakan sulaman merekadan apapun kain yang mereka hasilkan selanjutnya akan mereka bawa ke tempatpertemuan para kafilah untuk dijual.Ya’qub AS merupakan cucu dari Nabi Ibrahim AS. Dia sendiri adalah seorang nabi,dan juga kepala suku. Dia mempunyai 12 anak laki-laki. Yusuf AS adalah anak ke-11nabi Ya’qub dan anak pertama dari istrinya, Rahil, yang sampai beberapa waktubelum dikarunia seorang anak. Rahil mempunyai seorang anak laki-laki lagi,Bunyamin, adik Yusuf.Sepuluh saudara Yusuf yang lain adalah merupakan anak Ya’qub dari lain istri.Sebagaimana lazimnya anak laki-laki seumurnya, Yusuf juga suka bermain. Biasanya,dia bermain dengan adiknya, Bunyamin. Mereka berlarian kesana-kemari dan terkadanghingga mencapai tengah gurun pasir.Yusuf dianugerahi kecerdasan akal dan kelembutan hati. Bapaknya, sangatmenyayanginya. Dia selalu menempatkan Yusuf dalam jangkauan dan timangannya, dankerapkali Ya’qub mengajaknya bercanda dan berbicara walaupun Yusuf saat itu masihsangat kecil. Dari pertama kali, Ya’qub AS telah sangat terkesan oleh kebaikanhati dan kelembutan jiwanya, padanya pula Ya’qub menaruh segala impian masadepannya.‘Kisah Yang Sungguh Menawan……’Hampir seluruh isi dari surat ke-12 dalam al-Qur’an menceritakan tentang kisahYusuf AS. Ini kisah yang mampu menunjukkan pada kita tentang kekuatan cinta,kasih, dan kemampuan seorang anak manusia, bernama Yusuf, dengan pertolonganAllah, menemukan jalan kebenaran dalam segala rumitnya hidup yang hampir sajamenjerumuskannya dalam kehinaan.Allah menceritakan kisah ini pada Nabi Muhammad SAW pada saat musuh-musuhnyasedang berada pada puncak kekejamannya untuk merencanakan pembunuhan atas diriNabi. Itu terjadi pada saat hari terakhir Nabi tinggal di Mekkah setelah wafatnyaistri beliau, Khadijah. Tahun yang kemudian dikenal dalam sejarah Islam sebagaiTahun Duka. Muhammad menarik diri dari pergaulan, terbawa dalam kedukaan yangdalam sementara para sahabat dan pengikutnya sangat menantikan kehadirannyakembali. Pada saat yang sulit ini, para penentangnya menantang Nabi untukmembuktikan bahwa beliau adalah benar-benar seorang utusan Allah dengan diharuskanmenjawab pertanyaan tentang salah satu dari Nabi Bani Israil – Yusuf AS - yangkisahnya telah dikenal di kalangan bangsa Arab. Musuh-musuh Nabi Muhammad, padasaat itu, mengharapakan bahwa nabi akan terlebih dahulu menanyakan rahasia Yusuftersebut pada orang-orang Yahudi, dengan demikian akan terlihat bahwa Muhammadadalah seorang nabi palsu. Dan pada akhirnya, orang-orang kafir Mekkah tersebutbisa dengan sepuas hati melecehkan dan menghinakannya.Kisah Nabi Yusuf yang disampaikan pada Nabi pada saat kritis tersebut mengandungpelajaran dan menjadi sumber inspirasi bagi Muhammad dan para pengikutnya. SebagaifirmanNya dalam al-Qur’an: “Sesungguhnya pada kisah Yusuf dan saudara-saudaranyaterdapat tanda-tanda (jawaban) bagi mereka yang bertanya.” Kisah Yusuf dansaudara-saudaranya mempunyai kesamaan dengan Nabi Muhammad dan kemenangannya yanggemilang. Apa yang dilakukan para penentang Nabi di Mekkah adalah sebagaimana yangdilakukan saudara-saudara Yusuf padanya. Dan sebagaimana Yusuf AS, Muhammad SAWpelan tetapi pasti semakin mendapat kedudukan dan tempat yang lebih tinggi dalamstatus sosial orang-orang Mekkah, sesuatu yang bahkan tidak pernah dibayangakanpara penentangnya sebelum itu. Nabi Muhammad SAW pada akhirnya berhasilmenyebarkan risalah Islam.2. Matahari, Bulan dan Sebelas BintangSuatu hari Yusuf mendapatkan mimpi yang tidak lazim. Dalam mimipinya itu, Yusuf