Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU 2008 36 Pajak Penghasilan Pjl

UU 2008 36 Pajak Penghasilan Pjl

Ratings: (0)|Views: 47|Likes:
Published by Teguh Widodo

More info:

Published by: Teguh Widodo on Feb 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2010

pdf

text

original

 
 
PENJELASANATASUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANGPERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANGNOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILANI. UMUM1. Peraturan perundang-undangan perpajakan yang mengatur tentangPajak Penghasilan yang berlaku sejak 1 Januari 1984 adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimanatelah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Undang-Undang PajakPenghasilan ini dilandasi falsafah Pancasila dan Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945 yang di dalamnya tertuangketentuan yang menjunjung tinggi hak warga negara dan menempatkankewajiban perpajakan sebagai kewajiban kenegaraan dan merupakansarana peran serta rakyat dalam pembiayaan negara dan pembangunannasional.2. Dengan pesatnya perkembangan sosial ekonomi sebagai hasilpembangunan nasional dan globalisasi serta reformasi di berbagaibidang dipandang perlu untuk dilakukan perubahan Undang-Undangtersebut guna meningkatkan fungsi dan peranannya dalam rangkamendukung kebijakan pembangunan nasional khususnya di bidangekonomi.3. Perubahan Undang-Undang Pajak Penghasilan dimaksud tetapberpegang pada prinsip-prinsip perpajakan yang dianut secara universal, yaitu keadilan, kemudahan, dan efisiensi administrasi, sertapeningkatan dan optimalisasi penerimaan negara dengan tetapmempertahankan sistem
self assessment 
. Oleh karena itu, arah dantujuan penyempurnaan Undang-Undang Pajak Penghasilan ini adalahsebagai berikut:a. lebih meningkatkan keadilan pengenaan pajak;b. lebih memberikan kemudahan kepada Wajib Pajak;c. lebih memberikan kesederhanaan administrasi perpajakan;d. lebih …
 
 
 
- 2 -d. lebih memberikan kepastian hukum, konsistensi, dan transparansi;dane. lebih menunjang kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkandaya saing dalam menarik investasi langsung di Indonesia baikpenanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri dibidang-bidang usaha tertentu dan daerah-daerah tertentu yangmendapat prioritas.4. Dengan berlandaskan pada arah dan tujuan penyempurnaan tersebutperlu dilakukan perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubahterakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentangPerubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentangPajak Penghasilan meliputi pokok-pokok sebagai berikut:a. dalam rangka meningkatkan keadilan pengenaan pajak makadilakukan perluasan subjek dan objek pajak dalam hal-hal tertentudan pembatasan pengecualian atau pembebasan pajak dalam hallainnya;b. dalam rangka meningkatkan daya saing dengan negera-negara lain,mengedepankan prinsip keadilan dan netralitas dalam penetapantarif, dan memberikan dorongan bagi berkembangnya usaha-usahakecil, struktur tarif pajak yang berlaku juga perlu diubah dandisederhanakan yang meliputi penurunan tarif secara bertahap,terencana, pembedaan tarif, serta penyederhanaan lapisan yangdimaksudkan untuk memberikan beban pajak yang lebihproporsional bagi tiap-tiap golongan Wajib Pajak tersebut; danc. untuk lebih memberikan kemudahan kepada Wajib Pajak, sistem
self assessment 
tetap dipertahankan dan diperbaiki. Perbaikan terutamadilakukan pada sistem pelaporan dan tata cara pembayaran pajakdalam tahun berjalan agar tidak mengganggu likuiditas Wajib Pajakdan lebih sesuai dengan perkiraan pajak yang akan terutang. BagiWajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaanbebas, kemudahan yang diberikan berupa peningkatan batasperedaran bruto untuk dapat menggunakan norma penghitunganpenghasilan neto. Peningkatan batas peredaran bruto untukmenggunakan norma ini sejalan dengan realitas dunia usaha saat ini yang makin berkembang tanpa melupakan usaha dan pembinaanWajib Pajak agar dapat melaksanakan pembukuan dengan tertib dantaat asas.II. PASAL
 
 
 
- 3 -II. PASAL DEMI PASAL Pasal IAngka 1Pasal 1Undang-Undang ini mengatur pengenaan Pajak Penghasilanterhadap subjek pajak berkenaan dengan penghasilan yangditerima atau diperolehnya dalam tahun pajak. Subjek pajaktersebut dikenai pajak apabila menerima atau memperolehpenghasilan. Subjek pajak yang menerima atau memperolehpenghasilan, dalam Undang-Undang ini disebut Wajib Pajak. WajibPajak dikenai pajak atas penghasilan yang diterima ataudiperolehnya selama satu tahun pajak atau dapat pula dikenaipajak untuk penghasilan dalam bagian tahun pajak apabilakewajiban pajak subjektifnya dimulai atau berakhir dalam tahunpajak.Yang dimaksud dengan “tahun pajak” dalam Undang-Undang iniadalah tahun kalender, tetapi Wajib Pajak dapat menggunakantahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender, sepanjangtahun buku tersebut meliputi jangka waktu 12 (dua belas) bulan.Angka 2Pasal 2Ayat (1)Huruf aOrang pribadi sebagai subjek pajak dapat bertempat tinggalatau berada di Indonesia ataupun di luar Indonesia. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan merupakansubjek pajak pengganti, menggantikan mereka yang berhak yaitu ahli waris. Penunjukan warisan yang belum terbagisebagai subjek pajak pengganti dimaksudkan agarpengenaan pajak atas penghasilan yang berasal dari warisantersebut tetap dapat dilaksanakan.Huruf bBadan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yangmerupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroanterbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badanusaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengannama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi,dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan,organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasilainnya, lembaga, dan bentuk badan lainnya termasukkontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.Badan …
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->