Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
A. PENDAHULUAN Masyarakat Madani (Civil Society) Sudah

A. PENDAHULUAN Masyarakat Madani (Civil Society) Sudah

Ratings: (0)|Views: 2,122 |Likes:
Published by dedyu

More info:

Published by: dedyu on Feb 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

 
A. PENDAHULUAN
Masyarakat madani
(civil society)
sudah sejak awal tahun 1990an menjadi perbincangandikalangan para ilmuwan politik di Indonesia. Di tengah situasi pemerintah otoriter yang didukungoleh suatu birokrasi yang intervinsionis, maka pengembangan suatu masyarakat yang mandiri dan bebas dari intervensi pemerintah dilihat suatu keniscayaan. Di samping kemandirian, konsepmasyarakat madani, sebagaimana dijelaskan dalam banyak literatur yang ada, juga mencirikan dirinyadengan pluralisme, di mana berbagai kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda bisa bekerjasama dan hidup bersama secara damai.Masyarakat madani juga tunduk pada hukum dan menempatkan anggotanya dalamkedudukan sama di muka hukum. Dengan melihat ciri-ciri masyarakat madani itu maka banyak pihak melihat masyarakat madani bisa menjadi wahana yang potensial untuk mengembangkan masyarakatyang demokratis. Keberhasilan masyarakat madani dalam menumbangkan rezim otoriter di EropaTimur, ikut memperkuat keinginan menjadikan masyarakat madani sebagai pilihan jalan keluar untuk menuju masyarakat yang demokratis
1
.Meskipun konsep masyarakat madani telah lama dikenal, namun baru pertengahan 1990,ketika pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Tenggara sedang maju dengan pesatnya, perbincangan tentang masyarakat madani
(civil society)
mulai muncul dalam berbagai kalanganmasyarakat. Perbincangan ini tumbuh ke permukaan antara lain, karena negara-negara yang sedangmengalami kemajuan ekonomi itu, relatif tidak tercipta peluang yang berarti bagi tumbuhnya peranan publik dalam masyarakat. Dalam praktik kehidupan, cengkeraman kekuasaan negara begitu kuatnyamewarnai dinamika kehidupan publik. Negara dengan kekuasaan yang hampir tidak terbatas itumempunyai kekuatan untuk memperlakukan masyarakat menurut kemauannya. Karena itu, adasemacam keinginan yang kuat di tengah masyarakat, terutama kaum cendekiawan dan akademis,untuk mewujudkan semacam suatu masyarakat di mana kedudukan negara dan masyarakat beradadalam status berimbang. Konsep tentang masyarakat seperti yang diiimpikan itu disebut denganistilah
civil society
atau masyarakat madani.Anwar Ibrahim mengatakan bahwa dalam masyarakat madani itu hadir prinsip-prinsip moralyang menjamin keseimbangan antara kebebasan individual dan kestabilan masyarakat. Hadir puladorongan, upaya dan inisiatif individu dalam bidang pemikiran, seni, ekonomi, dan teknologi, dan pelaksanaan pemerintah yang mengikuti undang-undang dan hukum yang berlaku dengan baik. Selainitu, kemandirian individu, keluarga, lembaga-lembaga sosial lainnya seperti media masa, betul-betuldihargai tanpa ada pengaruh langsung dari negara atau pemerintah. Masyarakat dapatmengembangkan sumberdayanya tanpa harus dikontrol oleh negara secara ketat, dan keadilan sosial berjalan sebagaimana semestinya.Alasan dari pengambilan topik ini tidak lepas dari suatu demokrasi yang menjadi harapan
1Taufik Abdullah, Indra Samago
 Membangun Masyarakat Madani
(progam pasca sarjana UniversitasMuhammadiyah Malang) Yogyakarta hal 10
 
seluruh bangsa dan masyarakat yang ada di dalamnya. Gagasan perlunya “civil society”, adalahmengandaikan semua elemen masyarakat memiliki kekuasaan sendiri yang otonom, namun secaraakumulatif bisa meredam terjadinya proleferasi kekuasaana alamiah (natural society) di satu pihak dan mengimbangi kekuasaan negara yang cenderung menguat di pihak lain.Dari pendahuluan dan alasan di atas timbul suatu rumusan masalah fundamental yang terkaitdengan topik 
“MASYARAKAT MADANI” 
1. Bagaimana masyarakat madani itu tercipta dan seperti apa karakter masyarakat madani itu,yang mana telah menjadi cita-cita dari kalangan masyarakat belahan dunia?2. Lalu sejak kapan awal sejarah konsep masyarakat madani itu sendiri tercipta?Adapun alasan mengambil alasan mengambil topik “ MASYARAKAT MADANI” karenatopik ini mampu membangun masyarakat yang demokratis serta beradab dalam mengarungikehidupan yang terkadang tidak seimbang. Gagasan perlunya masyarakat madani, adalahmengandaikan semua elemen masyarakat memiliki kekuasaan sendiri yang otonom, namun secaraakumulatif bisa meredam terjadinya proleferasi kekuasaan alamiah (natural society) di satu pihak danmengimbangi kekuasaan negara yang cenderung menguat di pihak lain.Cita-cita membangun masyarakat madani sebenarnya sudah tercetus dalam sejarah yangsudah berumur ribuan tahun lamanya, oleh karena itu kita sebagai umat muslim wajib menjunjungtinggi idealogi dalam bersosialisasi baik di bidang politik, hukum, maupun ekonomi dengan begitusuatu negara akan menjadi sebuah taman surga buat masyarakatnya.
B. PEMBAHASAN
1.
Pengertian Masyarakat Madani
Terlebih dahulu kita mengenal istilah masyarakat madani itu sendiri. Istilah
masyarakat madani
sebenarnya hanya salah satu di antara beberapa istilah lain yang seringkali digunakan orangdalam penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia, padanan kata
civil society
. Disamping masyarakatmadani, padanan kata lainnya yang sering digunakan adalah
masyarakat warga atau masyarakat kewargaan, masyarakat sipil, masyarakat beradab,
atau
masyrakat berbudaya.
Istilah civil society yang identik dengan masyarakat berbudaya (civilized society). Lawannya,adalah “masyarakat liar” (savage society). Pemahaman yang melatari ini sekedar mudahnya, agar orang menarik perbandingan di mana kata yang pertama merujuk pada masyarakat yang salingmenghargai nilai-nilai-sosial-kemanusiaan (termasuk dalam kehidupan politik), sedangkan kata yangkedua jika dapat diberikan penjelasan menurut pemikiran Thomas Hobbes, bermakna identik dengangambaran masyarakat tahap” keadaan alami”
(state of nature)
yang tanpa hukum sebelum lahirnyanegara di mana setiap manusia merupakan serigala bagi sesamanya
(homo homini lupus).
Eksistensi
civil society
sebagai sebuah abstraksi sosial diperhadapkan secara kontradiktif dengan
masyarakat alami ( natural society)
2
.
2Adi Suryadi Culla
 Masyarakat Madani pemikiran, teori, dan relevansinya dengan cita-cita reformasi
(PT RajaGrafindo Persada) Jakarta hal 3
 
Mendekati pengertian masyarakat madani, terjemahan lain yang juga sering digunakan adalahmasyarakat madani. Dibanding istilah lainnya ini yang paling populer dan banyak digandrungi diIndonesia. Tak pelak bahwa kata “madani” merujuk pada Madinah, sebuah kota yang sebelumnya bernama Yastrib di wilayah Arab, di mana masyarakat Islam di bawah kepemimpinan NabiMuhammad SAW di masa lalu pernah membangun peradaban tinggi. Menurut Nurcholish Madjid,kata “madinah” berasal dari bahasa Arab “madaniyah”, yang berarti peradaban. Karena itu,masyarakat madani berasosiasi
”masyarakat peradaban”.
Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilaikemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Allah SWTmemberikan gambaran dari masyarakat madani dengan firman-Nya dalam Q.S. Saba’ ayat 15:
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitudua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlaholehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu)adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”.
Masyarakat madani, konsep ini merupakan penerjemahan istilah dari konsep civil society yang pertama kali digulirkan oleh Dato Seri Anwar Ibrahim dalam ceramahnya pada simposium Nasionaldalam rangka forum ilmiah pada acara festival istiqlal, 26 September 1995 di Jakarta. Konsep yangdiajukan oleh Anwar Ibrahim ini hendak menunjukkan bahwa masyarakat yang ideal adalahkelompok masyarakat yang memiliki peradaban maju. Lebih jelas Anwar Ibrahim menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah sistem sosial yang subur yang diasaskankepada prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan perorangan dengan kestabilanmasyarakat.Menurut Quraish Shibab, masyarakat Muslim awal disebut umat terbaik karena sifat-sifatyang menghiasi diri mereka, yaitu tidak bosan-bosan menyeru kepada hal-hal yang dianggap baik oleh masyarakat selama sejalan dengan nilai-nilai Allah (al-ma’ruf) dan mencegah kemunkaran.Selanjutnya Shihab menjelaskan, kaum Muslim awal menjadi “khairu ummahkarena merekamenjalankan amar ma’ruf sejalan dengan tuntunan Allah dan rasul-Nya.Perujukan terhadap masyarakat Madinah sebagai tipikal masyarakat ideal bukan pada peniruan struktur masyarakatnya, tapi pada sifat-sifat yang menghiasi masyarakat ideal ini. Seperti, pelaksanaan amar ma’ruf nahi munkar yang sejalan dengan petunjuk Ilahi, maupun persatuan yangkesatuan yang ditunjuk oleh Al Quran. Adapun cara pelaksanaan amar ma’ruf nahi mungkar yangdirestui Ilahi adalah dengan hikmah, nasehat, dan tutur kata yang baik sebagaimana yang tercermindalam Al Quran. Dalam rangka membangun “masyarakat madani modern”, meneladani Nabi bukanhanya penampilan fisik belaka, tapi sikap yang beliau peragakan saat berhubungan dengan sesamaumat Islam ataupun dengan umat lain, seperti menjaga persatuan umat Islam, menghormati dan tidak meremehkan kelompok lain, berlaku adil kepada siapa saja, tidak melakukan pemaksaan agama, dansifat-sifat luhur lainnya.

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kewin Harahap liked this
Cha Monicha liked this
Puput Herfina liked this
Al-loirony Diqqi liked this
Samsudin Suhaili liked this
anggie_kholil liked this
Hyelman Uhel liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->