Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
82Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebijakan Ekonomi Internasional Tarif

Kebijakan Ekonomi Internasional Tarif

Ratings: (0)|Views: 17,550|Likes:
Published by shashe_chu

More info:

Published by: shashe_chu on Feb 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/12/2013

pdf

text

original

 
1
Peraturan/Regulasi Perdagangan Internasional
Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilateralantara dua negara.Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalamMerkantilismekebanyakan negaramemilikitarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. Pada abad ke19, terutama diBritania,ada kepercayaan akanperdagangan bebasmenjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran di antara negara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania. Pada tahun-tahunsejak Perang Dunia II,perjanjianmultilateralkontroversial sepertiGATTdanWTO memberikan usaha untuk membuat regulasi global dalam perdagangan internasional.Kesepakatan perdagangan tersebut terkadang berujung pada protes dan ketidakpuasandengan klaim dari perdagangan yang tidak adil dan tidak menguntungkan secara mutual.Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang berekonomi kuat, walaupun mereka terkadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksitarif untuk agrikultur olehAmerika SerikatdanEropa. BelandadanInggris Rayakeduanya mendukung penuh perdagangan  bebas dimana mereka secara ekonomis dominan, sekarangAmerika Serikat, Inggris,  AustraliadanJepangmerupakan pendukung terbesarnya. Bagaimanapun, banyak negara lain (seperti India, Rusia, dan Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telahmenjadi kuat secara ekonomi. Karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif, termasuk investasi luar negeri langsung, pembelian, danfasilitasi perdagangan.Wujud lain dari biaya transaksidihubungkan dengan perdagangan  pertemuan dan prosedur cukai. 
General Agreement on Tariff and Trade 
GATT (
General Agreement on Tarif and Trade
) adalah perjanjian internasionalmultilateral yang mengatur perdagangan internasional. GATT lahir atau dibentuk setelah
Perang Dunia II (tahun 1947) atas dasar “
 provisional basis
“ yaitu bersifat sementara. GATT
 bukan merupakan suatu organisasi atau lembaga. GATT (sekarang disebut WTO) memilikilima tujuan utama, yaitu:
 
Menghapus berbagai hambatan tarif maupun non tarif.
 
Menciptakan kondisi perdagangan tanpa diskriminasi.
 
Membentuk dasar perdagangan yang stabil dan mudah diprediksi.
 
Membentuk suatu forum konsultasi.
 
2
 
Mendorong kesepakatan perdagangan di tingkat regional.Untuk mencapai liberalisasi perdagangan, berbagai perundingan perdagangan multilateral
atau sering disebut sebagai “putaran perundingan perdagangan“ telah dilaksanakan di bawah
 pengawasan GATT. Putaran perundingan yang pertama dilaksanakan pada tahun 1947 diJenewa Annecy Round (1949), (Geneve Round). Kemudian dilanjutkan dengan TorquayRound (1951), Geneve Round (1956), Dillon Round (1960), Kennedy Round (1964/67),Tokyo Round (1973/79), dan Uruguay Round (1987/93).Perjanjian
 – 
 perjanjian tersebut dibuat untuk mendorong dan mewujudkan perdagangan bebas antara negara anggota dengan cara penurunan tarif dalam perdagangan barang dansebagai mekanisme yang lazim dalam menyelesaikan perselisihan dagang, seperti masalahdumping, quota, penolakan barang impor, dan masalah-masalah perdagangan lainnya.
World Trade Organization 
WTO adalah organisasi perdagangan dunia yang mengatur dan menerapkan perjanjianmultilateral dan plurilateral dibidang perdagangan. WTO lahir karena kebutuhan akan adanyasuatu lembaga atau organisasi internasional yang dapat berfungsi atau sebagai wadah untuk membuat suatu aturan permainan dalam perdagangan internasional. WTO lahir dari hasil perundingan multilateral dalam kerangka GATT (
General Agreement on Tariff and Trade
),
yang dikenal dengan “Putaran Uruguay” pada tahun 1994.
 
Gambar 1
 
WTO Agreement 
 
WTO AGREEMENT
 
Rules of 
 
Origin
 
Pre-
 
shipment
 
Inspection
 
dan prinsip-prinsip WTO.
 Anti
 
dumping
 
& subsidi
 
Intellectual
 
Property
 
Rights
 
Keterangan: perjanjian WTO yang memuat ketentuan-ketentuan
 
 
3
Kebijakan Ekonomi Internasional
Kebijakan Ekonomi internasional adalah tindakan/kebijakan ekonomi pemerintahyang secara langsung mempengaruhi perdagangan dan pembayaran internasional.
I.
 
Instrumen kebijakan ekonomi internasional meliputi:
1.
 
Kebijakan perdagangan internasional mancakup tindakan/kebiijakan pemerintahterhadap perdagangan luar negerinya, khususnya mengenai ekspor dan impor  barang/jasa,misalnya pengenaan tariff terhadap barang impor, bilateral, tradeagreement,pengenaan quota impor dan ekspor dll.2.
 
Kebijakan pembayaran internasional adalah mencakup tindakan pemerintah terhadap pembayaran internasional, misalnya pengawasan terhadap lalu lintas devisa, pengaturan lalu lintas modal jangka panjang.3.
 
Kebijakan bantuan luar negeri adalah tindakan pemerintah yang berhubungan dengan bantuan (
 grants
), pinjaman/hutang (
loans
), bantuan untuk rehabilitasi serta pembangunan, dll.
II.
 
Tujuan kebijakan ekonomi internasional
1.
 
Autarki: tujuan ini sebenarnya bertentangan dengan prinsip perdaganganinternasional. Tujuan autarki bermaksud untuk menghindarkan dari pengaruh- pengaruh Negara lain baik pengaruh ekonomi,politik atau militer.2.
 
Kesejahteraan (
welfare
): tujuan ini bertentangan dengan autarki di atas. Denganmengadakan perdagangan internasional suatu Negara akan memperoleh keuntungandari adanya spesialisasi dan kesejahteraan meningkat. Maka untuk mendorong perdagangan internasional, hambatan/ restriksi dalam perdagangan internasionalseperti tariff, quota, dsb akan dihilangkan atau paling tidak dikurangi. Hal ini beratimengarah ke perdagangan bebas.3.
 
Proteksi : tujuannya untuk melindungi industry dalam negeri dari persaingan barangimpor. Kebijakan dapat berupa tariff atau quota impor.4.
 
Keseimbangan neraca pembayaran: terutama bagi Negara yang mengalami defisitdalam neraca pembayarannya, posisi cadangan valuta asingnya lemah. Makadiperlukan kebijakan ekonomi internasional guna menyeimbangkan neraca pembayaran internasionalnya. Kebijakan ini ummnya berbentuk pengawasan devisa

Activity (82)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arief Wibowo liked this
Ratih Wulan Bani liked this
rizqafauzi liked this
Ninis Laila liked this
Ariez Himawan liked this
Shintia Sari liked this
Mife de Jesus liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->