Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
3.Limbah Padat Domestik Dan b3

3.Limbah Padat Domestik Dan b3

Ratings: (0)|Views: 897 |Likes:
Published by ahmadhelmiase7621

More info:

Published by: ahmadhelmiase7621 on Feb 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

 
 
Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2002
V - 1
LIMBAH PADAT DOMESTIK, B3, DANLIMBAH B3
Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya makabertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitasdan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut menjadipermasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupanmakhluk hidup lainnya.Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan. Industri selainmenghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung kelingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan darikegiatan industri ini bisa berbentuk padatan, cairan dan juga gas. Limbah ini ada yang berbahayadan beracun bagi lingkungan hidup dan khususnya manusia.Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yangmengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya danatau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan ataumerusak lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan,kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya (PP No. 18 Tahun 1999 Jo PP No. 85Tahun 1999). Sedangkan B3 adalah bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusaklingkungan hidup, dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidupmanusia serta makhluk hidup lainnya (PP No. 74 Tahun 2001)Limbah B3 maupun bahan berbahaya dan beracun tidak saja dihasilkan/digunakan oleh kegiatanindustri tetapi juga dari berbagai aktifitas manusia lainnya misalnya dari kegiatan pertanian, rumahtangga dan rumah sakit. Untuk itulah perlu dikelola secara benar sehingga tidak mencemari danmengganggu kesehatan manusia.Dalam proses produksi industri menggunakan berbagai macam senyawa kimia yang bersifatberbahaya dan beracun. Bahan berbahaya dan beracun ini dalam siklus pengadaan sampaidengan penimbunannya yaitu dihasilkan, dikemas, digudang, diangkut, diproses dan diolah sertaditimbun membawa risiko terpapar ke lingkungan sehingga menimbulkan pencemaran sertamengganggu kesehatan manusia. Peristiwa ini sudah sering kita dengar misalnya kasus lepasnyagas beracun di Bhopal dan di Indonesia yang sering terjadi adalah di industri pupuk yaitu lepasnyaamonia ke lingkungan.
A. LIMBAH PADAT DOMESTIK1. Kondisi Limbah Padat Domestik
 Sampah masih merupakan permasalahan lingkungan yang cukup serius yang masih dihadapi dinegara kita. Rata-rata per orang per hari menghasilkan sampah 1–2 kg, dan akan terus meningkatsejalan dengan meningkatnya kesejahteraan dan gaya hidup masyarakat. Di lain pihakpenanganan sampah yang masih dilakukan secara konvensional belum dapat mengendalikansampah yang ada.Sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan.Seperti pada kejadian pasca banjir di Jakarta, awal tahun 2002, jumlah kasus leptospirosismeningkat akibat tertimbunnya sampah di beberapa wilayah di Jakarta. Selain itu, polusi bau darisampah yang membusuk, pencemaran air akibat pembuangan sampah ke sungai danmerembesnya air lindi dari TPA (tempat pembuangan akhir) ke permukiman dan sumber air penduduk, pencemaran udara akibat pembakaran sampah merupakan permasalahan lain yangtimbul akibat pembakaran sampah. Sebanyak 20% sampah dibuang ke sungai menyumbangsekitar 60–70% pencemaran sungai.
 
 
Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2002
V - 2
GAMBAR 5.1TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH
Sumber: KLH, 2002 
Berdasarkan data BPS kondisi penanganan sampah di wilayah perkotaan di Indonesia dapat dilihatpada Tabel berikut ini:
TABEL 5.1PENANGANAN SAMPAH PERKOTAANPENANGANAN SAMPAH (%)TAHUNDIANGKUT DIBAKARDIBUANG KESUNGAILAINNYA TOTAL
1998 45,89 32,27 5,66 16,18 1002000 58,7 35 1,4 4,9 100
Sumber: BPS, 1998 dan 2000 
Sedangkan sistem pengelolaan persampahan perkotaan sampai tahun 2000 hanya mampumelayani 35,13 juta jiwa (32,1%) dari total penduduk kota sebanyak 109,4 juta jiwa di 384 kota(Departemen Kimpraswil, 2001).Rata-rata jumlah sampah yang dihasilkan kota metropolitan adalah 2,97 L/orang/hari, 2,50L/orang/hari untuk kota besar, 2,15 L/orang/hari untuk kota sedang dan 2,28 L/orang/hari untukkota kecil. Di beberapa kota di Indonesia belum semua sampah bisa diangkut. Pada tabel berikutdapat dilihat volume sampah yang terangkut per hari di beberapa kota di Indonesia.
 
 
Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2002
V - 3
TABEL 5.2PRODUKSI DAN VOLUME SAMPAH YANG TERANGKUT PER HARI DI BEBERAPA KOTAK O T A T A H U NPERKIRAANPRODUKSI SAMPAHPER HARI(m
3
)
 
VOLUME SAMPAH YANG TERANGKUTPER HARI(m
3
)PERSENTASE YANGTERTANGGULANGI(%)
 
Medan
 
1997
 
3.948 2.650 67,121998
 
- - -1999/2000
 
4.800 2.480 51,672001
 
4.800 2.415 66,00DKI Jakarta
 
1997/1998
 
29.567 22.507 81,541998/1999
 
26.320 22.558 85,701999/2000
 
27.660 22.550 84,682001
 
23.616 22.054 93,39Bandung
 
1997/1998
 
7.775 7.063 90,841998/1999
 
8.393 6.715 80,001999/2000
 
8.393 6.715 80,002001
 
6.479 2.846 70,28Semarang
 
1997/1998
 
3.700 2.750 74,321998/1999
 
3.500 2.700 77,142000
 
3.500 2.700 77,142001
 
3.500 2.700 77,14Yogyakarta
 
1997/1998
 
1.563 1.375 87,971998/1999
 
1.563 1.375 87,971999/2000
 
1.563 1.375 87,972001
 
1.563 1.375 87,97Surabaya
 
1997
 
8.491 8.368 98,551998
 
8.944 8.452 94,501999
 
8.703 8.350 95,942000
 
8.700 6.700 77,012001
 
8.700 6.700 77,01Denpasar 
 
1997/1998
 
1.500 1.500 100,001998/1999
 
1.500 1.500 100,001999/2000
 
1.500 1.500 100,00
Sumber : BPS, 2001
Pencemaran air sungai akibat pembuangan sampah juga membawa dampak negatif padakesehatan manusia, terutama dengan meningkatnya penyakit diare serta biaya pengolahan air baku untuk air minum yang terus meningkat. Bahkan seringkali terjadi, terutama pada musimkemarau, kualitas air baku sudah tercemar berat akibatnya sulit diolah menjadi air yang layakdiminum, sehingga bahan baku air minum harus didatangkan dari sumber yang lain.
2. Tekanan pada Lingkungan Akibat Limbah Padat Domestik
Kesadaran masyarakat masih rendah dalam mengolah sampah, mulai dari rendahnya kesadaranuntuk mengurangi sampah yang akan dihasilkan, memanfaatkan kembali suatu barang, memilihproduk isi ulang, membuang sampah pada tempatnya sampai dengan melakukan pemisahansampah kering (sampah anorganik) dengan sampah basah (sampah organik).

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dwiana Septiani liked this
Peni Pujiastuti liked this
Ade Sri liked this
ipienz liked this
Tuting Pujiawati liked this
Chameleeon liked this
lucajonathan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->