Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kepuasan Kerja Dengan Kinerja

Kepuasan Kerja Dengan Kinerja

Ratings: (0)|Views: 436 |Likes:
Published by Hendryadi
http://teorionline.wordpress.com/2010/01/25/definisi-kepuasan-kerja/
http://teorionline.wordpress.com/2010/01/25/definisi-kepuasan-kerja/

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Hendryadi on Feb 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

 
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJAhttp://teorionline.wordpress.com
A. Pengertian Kepuasan kerja
Kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap individu mempunyaitingkat kepuasan yang berbeda-beda, seperti yang didefinisikan oleh Kreitner & Kinicki(2005), bahwa kepuasan kerja sebagai efektivitas atau respons emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan. Definisi ini mengandung pengertian bahwa kepuasan kerja bukanlah suatu konsep tunggal, sebaliknya seseorang dapat relatif puas dengan suatuaspek dari pekerjaannya dan tidak puas dengan salah satu atau beberapa aspek lainnya.Blum (As’ad, 2000) mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu sikap umumyang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap faktor-faktor pekerjaan,karakteristik individual, serta hubungan kelompok di luar pekerjaan itu sendiri. Handoko(2001) mengatakan bahwa kepuasan kerja sebagai respon emosional menunjukkan perasaan yang menyenangkan berkaitan dengan pandangan karyawan terhadap pekerjaannya.Tiffin mengemukakan bahwa kepuasan kerja berhubungan dengan sikap dari karyawanterhadap pekerjaan itu sendiri, situasi kerja, kerjasama antara pimpinan dan sesama pimpinan dan sesama karyawan. Locke dan Luthans berpendapat bahwa kepuasan kerjaadalah perasaan pekerja atau karyawan yang berhubungan dengan pekerjaannya, yaitumerasa senang atau tidak senang, sebagai hasil penilaian individu yang bersangkutanterhadap pekerjaannya.Herzberg di dalam teorinya
Two Factors Theory
mengatakan bahwa kepuasan kerja danketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda serta kepuasan dan ketidakpuasanterhadap pekerjaan itu tidak merupakan suatu variabel yang kontinyu. Berdasarkan penelitian yang ia lakukan, Herzberg membagi situasi yang mempengaruhi sikapseseorang terhadap pekerjaannya menjadi dua kelompok yaitu kelompok 
 satisfiers
dankelompok 
dissatisfiers
. Kelompok 
 satisfiers
atau motivator adalah faktor-faktor atausituasi yang dibuktikannya sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari
achievement,recognition, work it self, responsibility and advancement 
.Herzberg mengatakan bahwa hadirnya faktor ini dapat menimbulkan kepuasan, tetapitidak hadirnya faktor ini tidaklah selalu mengakibatkan ketidakpuasan. Sedangkankelompok 
dissatisfiers
ialah faktor-faktor yang terbukti menjadi sumber ketidakpuasanyang terdiri dari
company policy and administration, supervision technical, salary,interpersonal relations, working conditions, job security
dan status. Perbaikan terhadapkondisi atau situasi ini akan mengurangi atau menghilangkan ketidakpuasan, tetapi tidak akan menimbulkan kepuasan karena ia bukan sumber kepuasan kerja.
 
B. Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja akan dapat diketahui dengan melihat beberapa hal yang dapat menimbulkan dan mendorong kepuasan kerja yaitu:1.Faktor Psikologik, merupakan faktor yang berhubungan dengan kejiwaankaryawan yang meliputi minat, ketentraman dalam bekerja, sikap terhadap kerja, bakat dan keterampilan.2.Faktor Sosial, merupakan faktor yang berhubungan dengan interaksi sosial baik sesama karyawan dengan atasan maupun karyawan yang berbeda jenis pekerjaannya.3.Faktor Fisik, merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja dan kondisi fisik karyawan, meliputi jenis pekerjaan, pengaturanwaktu dan waktu istirahat, perlengkapan kerja, keadaan ruangan, suhu, penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan karyawan, umur dan sebagainya.4.Faktor Finansial, merupakan faktor yang berhubungan dengan jaminan sertakesejahteraan karyawan yang meliputi sistim dan besarnya gaji, jaminan sosial,macam-macam tunjangan, fasilitas yang diberikan, promosi dan sebagainya.
C. HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA
Pernyataan Vroom mengandung petunjuk mengapa kepuasan kerja dankinerja saling berkaitan meskipun kenyataan bahwa keduanya disebabkan oleh halyang berbeda. Bahkan Robbins (2007) menyatakan bahwa hubungan antarakeduanya lebih tepat disebut ”mitos manajemen” dan sulit untuk menetapkan kearah mana hubungan sebab akibat di antara keduanya. Namun dari berbagaipenelitian ditemukan bukti bahwa organisasi yang memiliki karyawan yang lebihpuas cenderung lebih efektif dibandingkan organisasi yang memiliki karyawan yangkurang puas.Teori pengharapan Vroom mengasumsikan bahwa reward menyebabkankepuasan dan bahwa dalam beberapa hal kinerja menghasilkan reward, makakemungkinan yang terjadi di antara kepuasan dan kinerja adalah melalui variabelketiga yaitu reward. Secara sederhana digambarkan bahwa kinerja yang baik akanmenghasilkan reward, yang pada gilirannya akan mengarahkan kepada kepuasan,rumusan ini menyatakan bahwa kinerja menyebabkan kepuasan melalui variabelperantara yaitu reward
Kinerja(Penyelesaian)RewardEkstrinsik RewardIntrinsik KepuasanPersepsi Rewardyang adil
 
Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa :1.Kinerja menyebabkan reward (ekstrinsik dan intrinsik). Reward ekstrinsik sepertigaji, promosi, status dan jaminan sedangkan reward intrinsik bisa berbentuk aktualisasi diri, pengakuan, andil dalam pengambilan keputusan dll.2.Hubungan antara reward dengan kepuasan ini selanjutnya dimoderasi oleh persepsi atas reward yang adil. Artinya, ketika seseorang merasa bahwa rewardyang diberikan tidak adil (tidak sebanding) dengan kinerja yang ditunjukkanyamaka kepuasan akan cenderung lemah, dan sebaliknya, jika seseorang merasa bahwa reward yang diberikan sebanding (adil) dengan kinerja yang ditunjukkanyamaka ia akan cenderung puas.3.dengan demikian, kepuasan kerja merupakan fungsi dari jumlah dan banyaknyareward seperti apa yang dianggap wajar oleh karyawan. Artinya, meskipun rewardyang diterima kecil namun karyawan merasa bahwa reward tersebut wajar dengankerjanya maka kepuasan akan tetap terjaga. Model pengukuran kepuasan sepertiini dapat menggunakan kalimat ”berapa banyak sekarang ??” dan ”seharusnya berapa ??”.Misalnya ada pertanyaan seperti ini :(a) berapa penghasilan total yang anda terima sekarang ?? ……………(b) hendaknya berapa banyak ? …………………..Semakin lebar jarak antara ”kondisi sekarang” dengan ”hendaknya berapa” banyak makasemakin besar ketidakpuasan.Misal :Pada pertanyaan pertama karyawan menjawab Rp. 1000.000Pada pertanyaan kedua karyawan menjawab Rp. 1.500.000Selisih keduanya adalah Rp. 500.000 merupakan ukuran operasional atas kepuasankebutuhan akan reward. Sehingga dapat dinyatakan bahwa ketidakpuasan (yangmerupakan persepsi karyawan atas keadilan / kewajaran reward yang diterima) adalahsebesar Rp. 500.000Berbeda jika kondisinya seperti ini.Pada pertanyaan pertama karyawan menjawab Rp. 1000.000Pada pertanyaan kedua karyawan menjawab Rp. 1.000.000Artinya seimbang dan adil. Selisih nol memperlihatkan bahwa ketidakpuasan adalah 0.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Jacky Jimbo liked this
tamanmini liked this
421861 liked this
anankcantik liked this
haosi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->