Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BuntetPesantren.org | Situs Resmi Pondok Buntet Pesantren

BuntetPesantren.org | Situs Resmi Pondok Buntet Pesantren

Ratings: (0)|Views: 697|Likes:
Published by rikkad

More info:

Published by: rikkad on Feb 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/26/2013

pdf

text

original

 
KH. Taufiqul Hakim, Penemu Metode Cepat Baca Kitab
Diposting oleh RedaksiSunday, 13 April 2008Terakhir Diperbaharui Monday, 30 March 2009
Oleh: Abdul RosyidSiapa sih yang tidak ingin bisa memahami tulisan-tulisan berbahasa Arabsecara baik dan benar? Tidak ada yang bisa meragu, kitab suci Al-Qur’andan teks-teks hadits Nabi serta sebagian besar khasanah keislamandisuguhkan dengan bahasa dan tulisan Arab. Ada yang berlebihan bahkanmenyebut bahasa Arab sebagai bahasa surga.Akan tetapi melihathuruf-huruf yang kelihatan ruwet dalam kitab-kitab kuning atau kitabgundul itu orang menjadi ngeri. Yang menakutkan lagi, jika orang inginbisa berbahasa Arab harus mengeram berlama-lama di pesantren, sampaitua dan tidak sempat menikah.Orang harus belajarilmu nahwu, memutar-mutar harakat sampai ngelu; harus belajar ilmusharaf yang menegangkan saraf, satu kata dibolak-balik menjadi puluhankata, puluhan makna. Banyak yang ketakutan bahwa bahasa Arab adalahbahasa tersulit di dunia.Hal itulah yang menginspirasi Taufiqul Hakim, seorang kiai mudausia, untuk menyusun metode pembelajaran kitab kuning secara cepat,tepat, dan menyenangkan. Metode itu diberi nama ”Amtsilati” yangterinspirasi dari metode belajar cepat membaca Al-Quran, yakni”Qiro’ati”. Jika dalam metode Qiro’ati orang bisa belajar membacaAl-Qur’an dengan cepat, maka dengan metode Amtsilati orang akan dapatmembaca dan memahami kitab ‘gundul’ kitab tanpa harakat, kenapa tidak!!“Terdorong dari metode Qiro’ati yang mengupas cara membaca yang adaharokatnya, saya ingin menulis yang bisa digunakan untuk membaca yangtidak ada harokatnya. Terbetiklah nama Amtsilati yang berarti beberapacontoh dari saya yang sesuai dengan akhiran “ti” dari Qiro’ati.Mulai
BuntetPesantren.org | situs resmi Pondok Buntet Pesantren Cirebonhttp://buntetpesantren.orgPowered by: Joomla!Generated: 8 February, 2010, 14:12
 
tanggal 27 Rajab 2001, saya merenung dan bermujahadah, dimana dalamthoriqoh ada do’a khusus, yang jika orang secara ikhlasmelaksanakannya, insya Allah akan diberi jalan keluar dari masalahapapun oleh Allah dalam jangka waktu kurang dari 4 hari. Setiap harisaya lakukan mujahadah terus-terusan sampai tanggal 17 Ramadhan yangbertepatan dengan Nuzulul Qur’an,” katanya.”Saat mujahadah, kadang saya ke makam Mbah Ahmad Mutamakin. Di situkadang seakan-akan berjumpa dengan Syekh Muhammad Baha’uddinAn-Naqsyabandiyyah, Syekh Ahmad Mutammakin dan Ibnu Malik dalam keadaansetengah tidur dan setengah sadar. Hari itu seakan-akan ada dorongankuat untuk menulis. Siang malam saya ikuti dorongan tersebut danakhirnya tanggal 27 Ramadlan selesailah penulisan Amtsilati dalambentuk tulisan tangan. Amtsilati tetulis hanya sepuluh hari.””Kemudian diketik komputer oleh Bapak Nur Shubki, kang Toni dan kangMarno. Proses pengetikan mulai dari Khulashoh sampai Amtsilati memakanwaktu hampir 1 tahun. Kemudian dicetak sebanyak 300 set. Sebagai followup terciptanya Amtsilati, kami gelar bedah buku di gedung NahdlatulUlama (NU) Kabupaten Jepara, tanggal 16 juni 2002 diprakarsai Bapak NurKholis. Sehingga timbullah tanggapan dari peserta yang pro dan kontra.”Diceritakan, Salah satu dari peserta bedah buku di Jepara kebetulanmempunyai kakak di Mojokerto yang menjadi pengasuh Pesantren. Beliaubernama KH. Hafidz pengasuh pondok pesantren “Manba’ul Qur’an”. Beliauberinisiatif untuk menyelenggarakan pengenalan sistem cepat baca kitabkuning Metode Amtsilati, tanggal 30 Juni 2002. untuk acara tersebutBapak H. Syauqi Fadli sebagai donatur, menyarankan agar dicetak 1000set buku Amtsilati dan sekaligus untuk acara Hubbur Rosul di NgabulJepara.Dari Mojokertolah dukungan mengalir sampai ke beberapa daerah diJawa Timur melalui forum yang digelar oleh Universitas Darul Ulum(UNDAR) Jombang, Jember, dan Pamekasan Madura. Sampai saat iniAmtsilati telah tersebar ke pelosok Jawa, bahkan sudah sampai ke luarJawa, seperti Kalimantan, Batam dan Alhamdulillah telah dikenal di luarnegeri, seperti Malaysia. Dalam waktu 4 tahun kitab amtsilati sudah
BuntetPesantren.org | situs resmi Pondok Buntet Pesantren Cirebonhttp://buntetpesantren.orgPowered by: Joomla!Generated: 8 February, 2010, 14:12
 
diterbitkan tidak kurang dari 5 juta exemplar.Kitab Amtsilati pertama kali digandakan dengan mesin foto copy.Hasil penjualannya dipakai untuk menggandakan Amtsilati di mesinpercetakan. Kemudian, hasil penjualan selanjutnya digunakan untukmembeli mesin cetak sendiri. Setiap kali cetak sejumlah 5000 ekslempar.Pegawai percetakan adalah masyarakat sekitar, termasuk ibu-ibu rumahtangga.***Taufiqul Hakim lahir pada 14 Juni 1975 di Sidorejo RT. 03 RW. 12Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Dia adalah anak terakhir dari tujuhbersaudara. Dia bukan keterunan kiai atau bangsawan. Ayah dan ibunyahanya petani. Dari tujuh bersaudara hanya dia yang berprofesi sebagaiseorang guru, dan saat ini dia dikenal sebagai kiai. Hal yang palingdisesalinya adalah ketika ayahnya meninggal, dia tidak sempat ikutmengantarkan jenazah ayahnya karena harus menyelesaikan tugas belajar.Dia adalah alumnus Perguruan Islam Matholiul Falah Kajen Pati.Ketika menjadi siswa di Matholiul Falah, dia juga nyantri di PondokPesantren Maslakhul Huda Kajen, yang diasuh oleh Rais “am PBNU KH. MA.Sahal Mahfudh. Pada tahun yang sama dia nyantri di Popongan Klaten,belajar Thariqah an-Nagsabandiyah dibimbing oleh KH. Salman Dahlawi,dan dinyatakan lulus setelah belajar selama 100 hari.Selain sibuk mengajar dan mengisi pelatihan-pelatihan Amtsilati diberbagai kota di Indonesia dia juga tetap produktif menulis. Di antarakaryanya adalah Program Pemula Membaca Kitab Kuning: Amtsilati jilid1-5; Qaidati: Rumus dan Qaidah, Shorfiyah: Metode Praktis MemahamiSharaf dan I’lâl, Tatimmah: Praktek Penerapan Rumus 1-2, KhulashahAlfiyah Ibnu Malik, ‘Aqidati: Aqidah Tauhid, Syari’ati: Fiqih,Mukhtarul Hadits 1-7, Muhadatsah, Kamus At-Taufik 587 halaman, FiqihMuamalah 1-2, Fiqih Jinayat, Fikih Taharah, Fikih Munakahat, Fikih
BuntetPesantren.org | situs resmi Pondok Buntet Pesantren Cirebonhttp://buntetpesantren.orgPowered by: Joomla!Generated: 8 February, 2010, 14:12

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->