suatu pola pertanian yang mandiri dan merdeka dari ketergantungan terhadap factor produksi dari luar seperti racun kimia buatan dan pupuk kimia buatan. Hal ini semata – mata disebabkan oleh tidak berdayanya pelaku pertanian, atau PETANI, dalammenghadapi berbagai hambatan yang ditimbulkan oleh factor produksi dari luar inikarena petani membiasakan diri menggunakan berbagai macam penunjang produksi yangdikemas dan dijual di pasaran.Jadi, secara harfiah jika dijelaskan maka pertanian organik adalah suatu system pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan menjauhkan petani dari ketergantungan terhadap pihak luar dan meningkatkan produksi dengan jalanmemberdayakan potensi lokal yang ada di lingkungan petani dengan tetap bersandar kepada berlangsungnya keragaman hayati dan siklus biologi lingkungan.
Ciri – Ciri Pertanian Organik
Dari uraian diatas, maka bisa kita simpulkan berbagai hal yang merupakan ciri – ciri dari pertanian organik.Antara lain :1.menyuarakan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi berkesinambungan2.aspek alamiah dan kondisi lingkungan sekitar merupakan sumber penunjang produksi yang utama3.mengurangi penggunaan bahan penunjang dari luar 4.rotasi tanaman5.system budidaya secara tumpang sari atau polikultur 6.pengendalian OPT secara biologis7.varietas tanaman yang resisten8.pengendalian erosi9.pengelolaan air 10.daur ulang nutrisi atau unsur hara dari dalam tanah.
Pelaksanaan Pertanian Secara Organik
Dalam pelaksanaannya, pertanian organik harus dilakukan dalam suatu system budidaya pertanian yang terpola secara baik dan teratur.Adapun berbagai hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pertanian secaraorganik antara lain :a.DokumentasiDokumentasi yang dimaksud disini adalah MENCATAT SECARA TERATUR DANDETAIL segala proses yang dilakukan selama melaksanakan budidaya pertanian.Yang didokumentasikan antara lain :
Sejarah penggunaan lahan sebelum dikonversikan sebagai lahan pertanian organiuk
Segala hal yang berkaitan dengan status penggunaan lahan, seperti pemilik, penyewa (jika disewa), dan luas maupun kondisi situasi lahan(peta situasi, topografi, dsb)
Pelaksanaan kegiatan pengolahan tanah
Pelaksanaan proses budidaya mulai dari pembibitan (bibit, jumlah bibit, asal bibit, tanggal pembibitan,perlakuan sebelum semai,