kemampuan membentuk dan mengembangkan hak atas kehidupan sosial budayamanusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada TuhanYang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas dan sejahtera dalamkehidupan yang serba selaras, serasi, dan seimbang, serta kemampuanmenangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaannasional.Namun demikian, pembangunan ketahanan sosial budaya hingga saat inibelum dapat berlangsung secara optimal, dalam pengamatan penulis setidaknyamasih terdapat berberapa permasalahan yang dihadapi antara lain : Rendahnyakesejahteraan masyarakat; Terbatasnya jumlah dan kualitas tenaga pelayanansosial, Lemahnya kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman budaya;Terjadinya krisis jati diri (identitas) nasional; dan Lemahnya penegakan hukum.Dengan mencermati kondisi diatas, maka muncul pertanyaan : ”
Bagaimanamembangun ketahanan sosial budaya guna meningkatkan ketahanan nasional ?”.
2.PembahasanSosial
dapat diartikan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakatyang mengandung nilai-nilai dan norma kebersamaan. Adanya rasa senasibdan sepenanggungan tertib sosial dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu, sedangkan
Budaya
adalah sistem nilai yang merupakan hasilhubungan manusia dengan pencipta, rasa, dan karsa yang menumbuhkangagasan-gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerakkehidupan yang menghasilkan karya
.Secara umum dalam
teori sosial budaya
yang berkembang di Indonesia,disebutkan paling tidak terdapat tiga komponen utama dari sosial budaya di dalamkehidupan masyarakat yang tumbuh mengakar sejak lama yaitu : Musyawarah;Paternalistik; dan Gotong royong. Budaya ini apabila dikembangkan akan mampumendukung ketahanan aspek sosial budaya yang tangguh.
2
Modul E-learnig, Bidang Studi Ketahanan Nasional, Lemhannas RI, Tahun 2008
2