Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
36Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1. Bagaimana Asal Muasal Pembentukan Sel Tubuh

1. Bagaimana Asal Muasal Pembentukan Sel Tubuh

Ratings: (0)|Views: 2,937|Likes:
Published by lhomee

More info:

Published by: lhomee on Feb 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2013

pdf

text

original

 
1. Bagaimana asal muasal pembentukan sel tubuh termasuk sel jaringan gigi dan jaringanpenyangga gigi?
Odontogenesis adalah proses terbentuknya jaringan gigi. Proses ini tidak terjadi pada waktu yang bersamaan untuk semua gigi.Gigi dibentuk dari lapisan ektoderm, yaitu dari jaringan ektomesenkim. Ektomesenkim inidibentuk dari ‘
neural crest cells’ 
. Sel ini terdapat pada sepanjang sisi lateral dari neural plate.Perkembangan gigi dimulai dengan pembentukan ‘
 primary dental lamina
’, yang menebal danmeluas sepanjang daerah yang akan menjadi tepi oklusal dari mandibula dan maksila dimanagigi akan erupsi. Dental lamina ini tumbuh dari permukaan ke mesenchyme di bawahnya.Bersamaan dengan perkembangan dari primary dental lamina , pada 10 tempat di dalammandibular arch and pada 10 tempat di dalam maxillary arch, beberapa sel dari dental laminamemperbanyak diri pada laju yang lebih cepat daripada yang berada di sekitar sel, dan 10tonjolan kecil dari sel-sel epithel terbentuk pada dental lamina dalam tiap rahang.Proses odontogenesis:
Tahapan Dental lamina – invaginasi dari oral epithelium ke dalam jaringan pengubung di bawahnya (mesenchyme).
Tahapan enamel organ awal – pembentukan tunas dari epithelium dari dental lamina.
Tahapan kuman gigi – enamel organ, dental papilia, dental sac.Inisiasi dari pembentukandentin dan enamel di dalam gigi.Tahapan enamel organ & bantalan akar yang direduksi.
Tahapan erupsi aktif – pemecahan dari bantalan akar (root sheath) dan mulai pembentukan cementum.
Tahapan epithelium darurat dan gabungan – enamel epithelium yang direduksi menjadiepithelium gabungan dan gigi masuk rongga mulut.
Tahapan bidang occlusal – gigi dalam posisis fungsional.Jaringan penyangga gigi meliputi:
Gingiva/gusi sebagai jaringan pelindung.
Sementum dan selaput periodontal sebagai pelekat.
Tulang penyokong/prosesus alveolaris sebagai penahan.
2. Respon sel terhadap rangsang fisiologis seperti yang misalnya terjadi pada akar gigisulung ketika gigi permanen akan muncul ke rongga mulut.
Respon sel terhadap rangsang fisiologis seperti yang misalnya terjadi pada akar gigi sulungketika gigi permanen akan muncul ke rongga mulut dapat dilihat pada proses eksfoliasi.Eksfoliasi adalah proses tanggalnya gigi primer, karena tekanan erupsi gigi tetap pengganti padaapeks gigi primer dan sekitarnya. Tekanan erupsi akan merangsang osteoklas sehingga terjadiresorbsi akar, dentin, sementum, dan tulang di sekitarnya sehingga gigi sulung menjadi goyahdalam kedudukannya pada tulang alveolar kemudian tanggal dan digantikan oleh gigi permanenyang memulai proses erupsinya.
 
Contoh: pada atrofi desakan fisiologik, jaringan gingiva (gusi) yang terdesak akibat gigi yangakan erupsi pada anak-anak.
3. Respon sel terhadap macam-macam trauma patologis seperti misalnya yang terjadipada jaringan lunak pipi akibat sering tergigit.
Respon terhadap Cedera:
Adaptasi.
Cidera reversible: cidera yang relative ringan dan kemungkinan sel kembali ke dalam bentuk semula.
Cidera ireversible: bila sel mati (Cell death/apoptosis cell).
Patologi dan histology gigi sulung yang resorbsi
1. Bagaimana asal muasal pembentukan sel tubuh termasuk sel jaringan gigi dan jaringanpenyangga gigi?
Sel adalah blok-blok pembangun hidup bagi tubuh.sebuah sel terdiri dari tiga bagian utama:membran plasma yang membungkus sel; nucleus (inti), yang menyimpan bahan-bahan geneticsel; dan sitoplasma, yang tersusun menjadi banyak organel yang mempunyai ciri-ciri tersendiridan sangat khusus, tersebar di seluruh cairan mirip gelatin (sitosol).Sel dibangun oleh sitoplasma yang dibatasi membran plasma dan dibagi menjadi beberapakompartemen oleh organel dan sitoskeleton. Sel harus terspesialisasi untuk menjalani fungsi baru. Sel-sel yang terspesialisasi tersebut akan memperoleh ciri baru, dan seringkali komposisiorganel dan posisinya di dalam sel berubah ketika sel secara individual terdiferensiasi menjadianggota jaringan khusus.Sel dengan ciri-ciri struktur dan fungsi yang sama disebut jaringan. Kemudian jaringan bergabung menjadi bagian-bagian tubuh yang melaksanakan satu atau beberapa fungsi yang berbeda dikenal sebagai organ. Kelompok organ disebut sistem organ. Sistem organ membentuk kesatuan utuh yang mencapai perkembangan akhir dan disebut sebagai organisme.Setelah fertilisasi akan terjadi gestasi (kehamilan). Prosesnya meliputi fase zigot sampai denganmenjadi embrio. Fase sebelum menjadi embrio sejati disebut fase embrionik. Fase-fase tersebutadalah :1.MORULA, terus membelah menjadi 2,4, 8, dan seterusnya.2.BLASTULA, di dalam nya terdpaat blastosit (sel yang membentuk balstula) dan juga blastosol (rongga kosong yang ada di dalam blastula). Di dalam fase ini, terdapat sel-selluar yang disebut dengan trofoblas yang membantu blastula berimplantasi pada uterussehingga pada selanjutnya zigot yang berkembang dalam fase embrionik ini bisamenempel pada dinding endometrium.
 
3.GASTRULA Pada fase ini Blastosol mulai hilang karena difrensiasi menjadi gastrula.Proses penggolongan menjadi bagian-bagian endoderm dan ectoderm telah terjadi untuk selanjutnya terjadi proses organogenesis.4.EMBRIOBLAS / BAKAL EMBRIO5.FETUS / janin yang selanjutnya berkembang di dalam rahim ibu, sudah dilengkapidengan plasenta.
Asal muasal pembentukan sel jaringan gigi dan jaringan penyangga gigi:
Gigi berasal dari lapisan ektoderm dan mesoderm. Lapisan email berasal dari sel ektoderm,sedangkan bagian gigi lainnya berasal dari mesoderm.Pada saat pembentukannya, bakal gigi dibagi menjadi 3 bagian yang akan berkembangmenjadi:
 Enamel
disusun dari sel epiteldalam, epitel luar, sel stelattereticulum dan statumintermedium, yang selanjutnyaakan berkembang menjadiameloblas. Nantinya enamel iniakan dibatasi oleh garisservikal, yang membatasi bagian atas dan bawah gigi. Pertumbuhan garis servikal ini ditentukan juga oleh jaringan dalamgigi (Hertwig’s Epithelial root stealth) yang menentukan bentuk lekukan atas gigi.
 Papilla dentin
merangkup sel-sel yang akan berkembang menjadi odontoblast, yang merupakansel pembentuk dentin, dan untuk saraf-saraf gigi, akan dibentuk dari sel mesenkimal yang ada didental papilla.
 Folikel gigi
terbentuk dari cementoblas (yang membentuk sementum gigi), osteoblas (yangmembentuk tulang alveolar di akar gigi), dan fibroblas (yang membentuk periodontal ligamentyang menjadi perekat antar gigi dan akarnya).Salah satu fase awal dari pertumbuhan gigi secara mikroskopis bisa dilihat pada pertumbuhanantara lamina vestibular proliferasi jaringan ektomesenkim dan dental lamina (keduanyamenghubungkan pertumbuhan bakal gigi dengan lapisan epitel ), fase-fase pembentukkangiginya adalah :
 Bud stage (Tahap Kuncup)
Secara teknis fase ini adalah fase saat sel epitel mulai berproliferasi menjadi ektomesenkim gigi.Bakal gigi terbentuk dari proliferasi akhir dental lamina.
 Sel EktodermalSel MesodermalMembentuk enamel.
Membentuk dentin.
Merangsang terbentuknyaodontoblas.
Membentuk jaringan pulpa.
Determinasi bentuk mahkota& akar gigi.
Membentuk Cementum.
Fungsi akan lenyap setelahproses tersebut diatas.
Membentuk Cementum.Membentuk Tulang alveolar danakan tetap terus dalamkehidupan gigi.

Activity (36)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
AshariZuprin liked this
Amelila Adjani liked this
Allvesz Nahak liked this
Nuri Augustini liked this
Nisaul Afifah liked this
Nancy Suhendra liked this
Yulistian Nurul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->