Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Cemaran Logam Berat

Analisis Cemaran Logam Berat

Ratings: (0)|Views: 993 |Likes:
Published by ahmadhelmiase7621

More info:

Published by: ahmadhelmiase7621 on Feb 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

 
SEMINAR NASIONAL IIISDM TEKNOLOGI NUKLIRYOGYAKARTA, 21-22 NOVEMBER 2007ISSN 1978-0176
Supriyanto C dkk 
 
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - BATAN 
 
147
ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT Pb, Cu, DAN Cd PADA IKANAIR TAWAR DENGAN METODE SPEKTROMETRI NYALASERAPAN ATOM (SSA).
S
UPRIYANTO
C,
 
S
AMIN
,
 
Z
AINUL
K
AMAL
 
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan Jl. Babarsari Kotak Pos 1008 D.I. Yogyakarta 55010 Telp (0274) 488435
 Abstrak
 ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT Pb, Cu, DAN Cd PADA IKAN AIR TAWAR DENGAN  METODE SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM.
Telah dilakukan analisis logam berat Pb, Cu dan Cd dalam cuplikan ikan air tawar dengan metode spektrometri nyala serapan atom (SSA). Preparasi awalcuplikan dilakukan dengan ikan dicuci, diambil daging , dikeringkan, ditumbuk dan disaring hingga lolos100 mesh, dilarutkan dengan teknik teflon bom digesti sampai diperoleh larutan cuplikan yang siap untuk dianalisis. Parameter analisis dengan SSA meliputi kondisi optimum analisis, kurva kalibrasi unsur, rentangkonsentrasi terpakai, kelayakan alat uji dan validasi metode uji. Diperoleh kadar Pb dan Cu dalam tiga jenisikan (ikan mas, nila, dan lele) dari kolam air tawar yang berbeda (selokan Mataram, sungai Winongo,sungai Cebongan, sungai Bedog) tidak ada perbedaan yang signifikan. Sedangkan kadar Cd dalam cuplikantiga jenis ikan berada di bawah batas deteksi. Alat uji SSA masih layak sebagai alat uji dengan perolehanakurasi 0,65 % dan presisi 0,019 ppm berada di bawah batas yang dipersyaratkan 1 % dan 0,04 ppm.Kata kunci : logam berat, metode nyala AAS, ikan air tawar.
 Abstract
 ANALYSIS OF HEAVY METALS SUCH AS Pb, Cu, AND Cd IN FISHPOND WITH ATOMIC  ABSORPTION SPECTROMETRY METHODS.
The analysis of heavy metals such as Pb, Cu and Cd in fishpond has been carriet out by atomic absorption spectrometry method. The first preparation of fishpond sample by washing and take out of meat, drying, pounded, screen, until 100 mesh, solution by Teflon bombdigestion method was obtained solution of sample to analysis. The parameter of analysis were optimumcondition of analysis, calibration curve, usefull concentration range, validation of instrument and validationof method. The contain of Pb and Cu in three kind of fishpond were mas, nila and lele at difference location(selokan Mataram, sungai Winongo, sungai Cebongan, sungai Bedog) were obtained not difference, whilethe contain of Cd in fishpond under limit of detection.The AAS instrument was still valid to use asinstrument analysis were obtained of accuration 0,65 % and precise 0,019 ppm still lowere than threshold value were 1 % and 0,04 ppmKeywords : heavy metal, flame AAS method, fishpond.
PENDAHULUAN
Berkembangnya IPTEK memacuterjadinya pencemaran lingkungan baik pencemaran air, tanah dan udara. Pencemaranair yang diakibatkan oleh dampak perkembangan industri harus dapatdikendalikan, karena bila tidak dilakukan sejak dini akan menimbulkan permasalahan yangserius bagi kelangsungan hidup manusiamaupun alam sekitarnya. Salah satu hal yangperlu dilakukan dalam pengendalian danpemantauan dampak lingkungan adalahmelakukan analisis unsur-unsur dalam ikan airtawar, terutama Pb, Cu, dan Cd. Pencemaranlogam-logam tersebut dapat mempengaruhi dan
 
SEMINAR NASIONAL IIISDM TEKNOLOGI NUKLIRYOGYAKARTA, 21-22 NOVEMBER 2007ISSN 1978-0176
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - BATAN Supriyanto C dkk 
148
menyebabkan penyakit pada konsumen, karenadi dalam tubuh unsur yang berlebihan akanmengalami detoksifikasi sehinggamembahayakan manusia
[1]
.Logam berat umumnya bersifat racunterhadap makhluk hidup
[2]
, walaupun beberapadiantaranya diperlukan dalam jumlah kecil.Melalui berbagai perantara, seperti udara,makanan, maupun air yang terkontaminasi olehlogam berat, logam tersebut dapat terdistribusike bagian tubuh manusia dan sebagian akanterakumulasikan. Jika keadaan ini berlangsungterus menerus, dalam jangka waktu lama dapatmencapai jumlah yang membahayakankesehatan manusia.Air sering tercemar oleh komponen-komponen anorganik antara lain berbagailogam berat yang berbahaya. Beberapa logamberat tersebut banyak digunakan dalamberbagai keperluan sehari-hari dan secaralangsung maupun tidak langsung dapatmencemari lingkungan dan apabila sudahmelebihi batas yang ditentukan berbahaya bagikehidupan. Logam-logam berat yang berbahayayang sering mencemari lingkungan antara lainmerkuri (Hg), timbal (Pb), arsenik (As),kadmium (Cd), khromium (Cr), dan nikel (Ni).Logam-logam berat tersebut diketahui dapatterakumulasi di dalam tubuh suatumikroorganisme, dan tetap tinggal dalam jangka waktu lama sebagai racun. Peristiwayang menonjol dan dipublikasikan secara luasakibat pencemaran logam berat adalahpencemaran merkuri (Hg) yang menyebabkan
 Minamata desease
di teluk Minamata, Jepangdan pencemaran kadmium (Cd) yangmenyebabkan
 Itai-itai disease
di sepanjangsungai Jinzo di Pulau Honsyu, Jepang
[3]
.Timbal (Pb) mempunyai arti pentingdalam dunia kesehatan bukan karenapenggunaan terapinya, melainkan lebihdisebabkan karena sifat toksisitasnya. Absorpsitimbal di dalam tubuh sangat lambat, sehinggaterjadi akumulasi dan menjadi dasar keracunanyang progresif. Keracunan timbal inimenyebabkan kadar timbal yang tinggi dalamaorta, hati, ginjal, pankreas, paru-paru, tulang,limpa, testis, jantung dan otak. Hal ini diperolehdari kasus yang terjadi di Amerika pada 9 kotabesar yang pernah diteliti
[4]
.Dalam keadaan normal, jumlah tembaga(Cu) yang diperlukan untuk proses enzimatik biasanya sangat sedikit. Dalam keadaanlingkungan yang tercemar menghambat sistemenzim (enzim inhibitor), kadar Cu ditemukanpada jaringan beberapa spesies hewan air yangmempunyai regulasi sangat buruk terhadaplogam. Pada binatang lunak (moluska) selleukositi sangat berperan dalam sistemtranslokasi dan detoksikasi logam. Hal initerutama ditemukan pada kerang kecil (oyster)yang hidup dalam air yang terkontaminasitembaga (Cu) yang terikat oleh sel leukositi,sehingga menyebabkan kerang tersebutberwarna kehijau-hijauan
[1,4]
.Ikan sebagai salah satu biota air dapatdijadikan sebagai salah satu indikator tingkatpencemaran yang terjadi di dalam perairan. Jikadi dalam tubuh ikan telah terkandung kadarlogam berat yang tinggi dan melebihi batasnormal yang telah ditentukan dapat sebagaiindikator terjadinya suatu pencemaran dalamlingkungan. Menurut Adnan
[5]
, kandunganlogam berat dalam ikan erat kaitannya denganpembuangan limbah industri di sekitar tempathidup ikan tersebut, seperti sungai, danau, danlaut. Banyaknya logam berat yang terserap danterdistribusi pada ikan bergantung pada bentuk senyawa dan konsentrasi polutan, aktivitasmikroorganisme, tekstur sedimen, serta jenisdan unsur ikan yang hidup di lingkungantersebut.Berdasarkan uraian di atas, maka perludilakukan penelitian untuk analisis kadar logamberat Pb, Cu, dan Cd pada beberapa jenis ikanair tawar menggunakan metode spektrometriserapan atom. Pemilihan metode spektrometriserapan atom karena mempunyai sensitifitastinggi, mudah, murah, sederhana, cepat, dancuplikan yang dibutuhkan sedikit. Cuplikanikan air tawar diperoleh di beberapa tempat diKabupaten Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Jenis ikan yang dianalisis adalahikan mas, lele, dan nila.
METODE PENELITIANBahan
Bahan-bahan yang digunakan meliputicuplikan ikan lele, ikan mas, dan ikan nilaberasal dari kolam air tawar di KabupatenSleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahanlarutan standar Pb, Cu, dan Cd konsentrasi 1000ppm buatan BDH, bahan pelarut asam nitrat
 
SEMINAR NASIONAL IIISDM TEKNOLOGI NUKLIRYOGYAKARTA, 21-22 NOVEMBER 2007ISSN 1978-0176
Supriyanto C dkk 
 
149
 
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - BATAN 
 
pekat buatan Merck, bahan bakar asetilenbuatan Aneka Gas Industri Yogyakarta.
Alat
Pada penelitian ini digunakan satuperangkat alat atomic absorption spectrometry(AAS) tipe AA 300 P buatan Varian Techtron,Australia, gelas beker 50 ml, labu ukur 10 ml,vial polietilen ukuran 5 ml, mikro pipeteffendorf 10 -100 µL, dan neraca analitik.
Cara Kerja
Pencucian wadah dan peralatan preparasiPeralatan dan wadah yang akandigunakan untuk analisis, dicuci dengan sabunkemudian dibilas dan dibersihkan denganakuades. Peralatan dan wadah yang sudahbersih direndam dalam asam nitrat 1 : 3 selama24 jam, kemudian dibilas dengan akuatrides 3 -4 kali sampai diperoleh pH air bilasan normal(pH 7). Hasil pencucian dikeringkan dalamoven dan dipanaskan pada suhu 50 - 60
0
C.Setelah kering, alat ini dimasukkan dalamkantong plastik dan disimpan dalam ruangbebas debu.Uji kepekaan dan presisi alat ujiUji kepekaan dan presisi alat uji (AAS)dilakukan dengan membuat 1 buah larutancampuran yang terdiri atas larutan standar Cu1000 ppm, HNO
3
1 N, dan akuatridessedemikian rupa sehingga konsentrasi Cu dalamlarutan 2 ppm, dan konsentrasi HNO
3
dalamlarutan 0,1 N. Kepekaan alat uji ditentukandengan mengukur serapan larutan tersebutdengan 3 kali pengukuran, sedangkan presisialat uji ditentukan dengan menghitungsimpangan baku dari pengukuran 6 kali serapanlarutan itu.Kondisi optimum analisisKondisi optimum analisis masing-masingunsur diperoleh dengan mengukur serapanmaksimum masing-masing unsur pada setiapperubahan parameter panjang gelombang, aruslampu, lebar celah, laju alir cuplikan, laju alirasetilen, dan tinggi pembakar. Larutan yangdigunakan adalah 25 mL larutan Pb 5 ppm. 25ml larutan Cd konsentrasi 5 ppm, dan 25 mLlarutan Cu 5 ppm,Kurva kalibrasi Pb, Cu, dan CdKurva kalibrasi unsur Pb, Cu, dan Cddiperoleh dengan mengukur serapan larutanstandar masing-masing unsur pada kondisioptimum unsur. Kisaran larutan standarmasing-masing unsur adalah Pb
 
0,5 – 2,5 ppm,Cd 0,05 – 0,25 ppm, Cu 0,1 – 0,50 ppm. Kurvakalibrasi diperoleh dengan membuat kurvaantara konsentrasi terhadap serapan masing-masing unsur.Preparasi cuplikan ikanCuplikan ikan dicuci, diambil dagingnya,dikeringkan dan ditumbuk denganmenggunakan lumpang dan alu, diayak sampailolos 100 mesh dan dihomoginkan, cuplikanikan yang telah homogen ditimbang 0,5 gdalam teflon bom digester, dibasahi sedikitakuatrides, kemudian ditambahkan 1 ml asamnitrat pekat. Setelah itu, teflon bom digesterditutup rapat kemudian dimasukan dalamtungku pemanas dan dipanaskan pada suhu150
0
C selama 4 jam. Hasil pelarutan setelahdingin dituang kedalam gelas beker dipanaskandi atas pemanas listrik dengan penambahanakuatrides secara berulang-ulang. Hasilpelarutan setelah dingin dimasukkan labu takar10 ml dan ditepatkan sampai batas tandadengan penambahan akuatrides, cuplikan siapuntuk dilakukan analisis unsur.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Beberapa parameter yang perlumendapatkan perhatian pada analisis logam-logam berat Pb, Cu, dan Cd, dalam cuplikanikan antara lain adalah kondisi optimumanalisis unsur, linieritas kurva kalibrasi masing-masing unsur dan kelayakan alat uji yangdigunakan berupa kepekaan dan presisi alat uji.Kelayakan alat uji yang memenuhi persyaratandengan perolehan kepekaan < 0,040 ppm danpresisi alat uji < 1 %
[6]
.Pada Tabel 1 disajikan data kondisioptimum masing-masing unsur, Tabel 2menunjukan linieritas kurva kalibrasi masing-masing unsur dan batas deteksi unsur,sedangkan pada Tabel 3 disajikan datakepekaan dan presisi alat uji AAS denganmetode nyala.

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Alvi Hunter liked this
Lisa Halim liked this
Dewi Kusumawati liked this
mtrego9441 liked this
Vbee Felope liked this
Even Rano Sarlo liked this
Veny Dyev liked this
Ricky Ryuusei liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->