Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konflik Pengelolaan Lingkungan Dan Sumberdaya Dalam Era

Konflik Pengelolaan Lingkungan Dan Sumberdaya Dalam Era

Ratings: (0)|Views: 1,459 |Likes:
Published by Rijanta
This is an research paper on conflicts related natural resources in Indonesia in the early implementation of decentralization policy.
This is an research paper on conflicts related natural resources in Indonesia in the early implementation of decentralization policy.

More info:

Published by: Rijanta on Feb 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2012

pdf

text

original

 
 
1
KONFLIK PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYADALAM ERA OTONOMI DAN TRANSISI MASYARAKAT
(Pemahaman Teoritis dan Pemaknaan Empiris)
M. Baiquni
& R. Rijanta
@
 
Abstrak
 
Kebijakan otonomi daerah yang diluncurkan di tengah krisis multidimensi dantransisi masyarakat madani, membawa sejumlah implikasi dan komplikasi dalam pelaksanaannya di berbagai tingkatan. Reformasi rezim dan perubahan kebijakan secaramendadak dari sentralisasi ke desentralisasi, berlangsung dalam situasi ketidakpastian yangdiwarnai krisis ekonomi, konflik sosial dan gejolak politik. Sementara itu ketegangan, perselisihan, konflik, dan bahkan konflik dengan kekerasan masih berlangsung di berbagaiwilayah di Indonesia.Pemahaman teoretis dan pemaknaan empiris terhadap fenomena konflik sosial danspatial kaitannya dengan pengelolaan sumberdaya dan lingkungan, dipetakan dandidiskusikan dalam tulisan ini. Tulisan ini dimulai dengan analisis perubahan peradaban yang cepat dan transisi masyarakat, pemetaan teori konflik, kemudian menukik pada persoalan konflik lingkungan dan sumberdaya alam di Indonesia dengan menganalisis dataempirik mengenai berbagai kasus konflik antardaerah dan antarsektor serta stakeholders. Diskusi diakhiri dengan agenda riset untuk memahami persoalan dan resolusi konflik.
 
Kata kunci:
teori konflik, manajemen konflik, perubahan dan tansisi masyarakat,otonomi daerah, pengelolaan sumberdaya
)
 Dr. M. Baiquni, M.A.
adalah dosen pada Jurusan Sains Informasi Geografi dan Pengembangan Wilayah, FakultasGeografi, Deputi Direktur Pusat Studi Pariwisata, Universitas Gadjah Mada. (Korespondensi:baiquni@lead.or.id
 
)
@
)
 Dr. R. Rijanta, M.Sc.
adalah dosen pada Jurusan Sains Informasi Geografi dan Pengembangan Wilayah, FakultasGeografi, Sekretaris Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Regional, Universitas Gadjah Mada. (Korespondensi:masrijanta@yahoo.com)
 
 
1
1. Pendahuluan
Periode setelah perang dunia II
 
ditandai dengan konflik dan persaingan duakutub kekuatan antara Amerika Serikat danUni Soviet dalam berbagai kancah sepertiperseteruan intelijen, perlombaan senjata,pengembangan senjata nuklir, hinggaprogram perang bintang. Mereka berlomba-lomba mengeksploitasi sumberdaya alam danmanusia untuk menunjukkan keungulanideologi dan sistem yang dibangunnya, baik itu yang berwajah kapitalisme maupunkomunisme. Perang dingin tersebut lebihbernuansa persaingan dan konflik dalammemperebutkan pengaruh geografisnyadalam memperluas ideologi dan sistem keberbagai negara, yang disebut periode perangdingin atau
Cold War 
(Porto, 2002; Billon,2001).Perang dingin tersebut terkait jugaperang dagang dan perebutan wilayahpengaruh geografis di negara-negara yangkaya sumberdaya alam, seperti KawasanTimur Tengah (minyak), Afrika (tambangmineral), Amerika Latin (lahan perkebunandan hutan), termasuk Indonesia (minyak, gas,mineral, hutan). Masing-masing pihak menanamkan pengaruhnya dengan berbagailabel bantuan yang sebenarya adalah hutangyang diwujudkan dalam bentuk bantuanteknis tenaga ahli, pendidikan dan pelatihan,teknologi, keuangan, maupun peralatan beratdan mesin perang.Jatuhnya Uni Soviet dan sekutu-sekutunya termasuk fenomena runtuhnyaTembok Berlin menandai berakhirnya perangdingin. Dengan demikian ketegangan duakutub tidak ada lagi. Struktur kekuatan yangada menjadi unipolar di bawah pimpinanAmerika Serikat yang sampai saat ini tiadatandingannya. Dinamika dan pola konflik bergeser ke internal negara yang berwujudkonflik lokal kedaerahan, konflik etnis,konflik kelompok militan agama, konflik antarkelompok yang ingin menjadipenguasa, konflik perebutan sumberdayaantar sektor maupun antar
stakeholders
.Berbagai teori dan metodologi mengenaiperang dan konflik termasuk perdamaiandan resolusi konflik juga mengalamipegeseran, seperti yang diungkapkan olehPorto (2002) yang menyatakan bahwa
thetools of srategic and war studies seeminglyirrelevant to explain ethno-nationalism,religious militancy, environmentaldegradation, resource scarcity, preventivediplomacy, peacekeeping or humanitarianintervention
.Konflik setelah perang dingin,menurut Billon (2001) dicirikan denganmeningkatnya konflik bersenjata padaberbagai wilayah kaya sumberdaya alam.Konflik sering muncul berkaitan denganperebutan akses dan kontrol atassumberdaya alam, seperti mineral tambang,sungai, danau, lembah subur (Jones, 1998).Akhir-akhir ini banyak muncul konflik kontemporer atau perang baru seperti
resource war 
,
globalized war economy
,
organized crime
,
state terrorism
maupun
radical terrorism
yang diwarnai oleh nuansakepentingan global. Porto (2002) terkaitdengan transformasi struktural perang yangterjadi karena perubahan radikal berkaitandengan tujuan konflik, mengemukakanbahwa
the profile of wars has changed because ‘new wars’ are about identity politics in contrast to the geo-political or ideological goals of earlier wars. Ranging from ethnic politics to nationalist movement claiming independence or sucession, the

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->