Mulai tanggal 1 Januari 2001, bagi daerah – daerah yangsudah merasa mampu dianjurkan untuk segera menerapkan otonomidaerah secara penuh dan menyiapkan langkah – langkah kongkrit sertamenyiapkan peraturan –peraturan daerah, sedangkan bagi pemerintahdaerah yang belum mampu dapat memulainya dengan bertahap.Seiring dengan perubahan pengelolaan negara tersebut, makaterjadi pula perubahan dalam pengelolaan sektor keuangan negara atauAnggaran Pendapatan dan Belanja baik Negara maupun Daerahsehingga akan terjadi perbedaan kemampuan daerah dalam melakukanpembangunan daerahnya dimana daerah yang memiliki potensikekayaan lebih besar akan menempati posisi yang lebih baik dibandingdaerah yang kurang potensi daerahnya (
Max Well 1977
) , selain itu terjadiperubahan peran bendaharawan negara dan peran Badan PemeriksaKeuangan (BPK) sebagai badan pengawas keuangan Negara.Hal-hal baru dan / atau perubahan mendasar dalam ketentuankeuangan negara , meliputi pengertian dan ruang lingkup keuangannegara , asas – asas umum pengelolaan keuangan negara , kedudukanPresiden kepada Menteri Keuangan dan Menteri/Pimpinan lembaga,susunan APBN dan APBD, pengaturan hubungan antara keuangan pusatdan Bank sentral, pemerintah pusat dan daerah dengan perusahaannegara, perusahaan dan dengan perusahaan swasta dan badan pengeloladana masyarakat.Selanjutnya dalam makalah ini akan dibahas otonomi daerah,Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta hubungan otonomidaerah dengan pembangunan daerahII.
AnalisisII.1. Otonomi Daerah
II.1.1.
Permasalahan Otonomi Daerah
Dengan menurunnya penerimaan negara dariminyak pada tahun 1983/1984 dan berdampak pada
2