Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
46Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Materi Kuliah Agama Hindu (2)

Materi Kuliah Agama Hindu (2)

Ratings: (0)|Views: 4,430 |Likes:
Published by adhimastra
Materi kuliah Agama Hindu sebagai latar belakang Arsitektur tradisional Bali
Materi kuliah Agama Hindu sebagai latar belakang Arsitektur tradisional Bali

More info:

Published by: adhimastra on Feb 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

 
4.1Kegiatan Belajar 3
DHARMA SIDDHYARTHA
4.1.1Uraian dan ContohDharma Siddhyartha adalah suatu adagium yang ditetapkan dalam kitabWeda Smerti yang merupakan landasan sistem berpikir dalam penuangan suatukonsep/ pendekatan atau penentuan alternatif untuk mencapai tujuan agama(Dharma) yaitu Jagadhita dan Moksa. Pada kegiatan belajar terdahulu anda telahmempelajari tentang Dharma. Dharma itu mempunyai pengertian yang sangatluas. Sebagai istilah kerohanian Dharma berarti agama. Dharma juga berartihukum yang mengatur dan memlihara serta mengembalikan alam semesta besertaisinya kepada asalanya.Ditinjau dari segi hukum yang dikaitkan dengan peredaran alam semesta beserta segala isinya maka kata Dharma berarti kodrat, sedangkan untukehidupna umat manusia Dharma berarti ajaran suci, kewajiban suci, kebajikan, peraturan-peraturan suci yang memelihara dan menuntun manusia guna mencapaikesempurnaan hidup yang tercermin dalam tingkah laku dan budi pekerti luhur,yang dapat menimbulkan kebahagiaan hidup dan kesejahteraan masyarakat(Jagadhita), serta ketentraman/kebahagiaan batiniah/rohaniah yang tidadidasarkan atas kebendaan/keduniawian sehingga Roh/Atman bebas dari penjelmaan, mencapai kebahagiaan hakiki dan sejati (Moksa). Dengan demikiansecara singkat dapat diterjemahkan bahwa Dharma itu berarti “Kebenaran yanghakiki” sebagai dasar dan sekaligus sebagai tujuan hidup.Untuk dapat mencapai kebenaran atau Dharma sebagai dasar dan tujuanhidup itu maka manusia harus berbuat berdasarkan Dharma karena Dharma itulahyang mengatur peri-kehidupan manusia, alam semesta, beserta segala isinya.Setiap langkah atau tindakan yang akan dilakukan, setiap keputusan yang akandiambil harus dilandasi oleh Dharma atau hukum kebenaran, sehingga tujuanhidup beragam dapat dicapai.Dalam kenyataan hidup ini kita menyadari tingkah laku manusia, cita-citadan cara melihat lingkungan di mana manusia itu hidup akan sangat dipengaruhi1
 
oleh cara pandang kelompok masyarakat atau lingkungannya itu, yang di dalamagama Hindu kita mengenal istilah “Tattwa” (filsafat hidup beragama). Majumundurnya, tinggi rendahnya peradaban atau sifat dan sikap manusia dalammengatasi lingkungannya akan dipengaruhi oleh Tattwa itu yang pada umumnyamempunyai sifat dan nilai dinamik, selalu berubah menurut perkembangan akaldan kemampuan pikirannya (Budhi dan Manah).Di samping itu kondisi lingkungan juga bersifat relatif konddisionalsehingga satu kelompok masyarakat akan berbeda tingkat peradaban, adat istiadatatau tradisinya dengan masyarakat lain.Demikian pula cara mereka dalam mengamalkan ajaran akan beraneka cara, berbeda secara fisik antar satu masyarakat dengan masyarakat lain, namun tidak terlepas dari prinsip cita-cita agamis atau itu, maka di dalam kehidupanmasyarakat Hindu dikenal istilah “”mawa cara” yang artinya setiap desa(kelompok masyarakat) membawa adat istiadat atau tradisinya masing-masingyang disebabkan oleh sepenuh waktu, tempat dan keadaan pada masa itu (menurutKala, Desa dan Patra). Misalnya suatu kelompok masyarakat Hindu di India akan berbeda cara pengamalan agamanya ataupun tradisinya dengan kelompok masyarakat Hindu di Malaysia maupun di Indonesia. Begitu pula kelompok masyarakat Hindu di Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatra Utara, Maluku dan lain-lain tampaknya berbeda tetapi sungguhnya tidak bertentangan dengan prinsip- prinsip agama itu.Jadi untuk mencapai tujuan agama yang disebut Jagadhita dan Moksaataupun tujuan hidup manusia (Catur Purusartha) akan sangat tergantung dari pelaksanaan ajaran agama (Dharma) dengan baik dan tepat. Pengamalan Dharmaitu harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, waktu ataupun tempatmelaksanakan sesuatu menurut Dharma itu sehingga tercapai keharmonisan antarakemampuan. Lingkungan dan cita-cita yang diharapkan, serta keharmonisan jasmani dan rohani dalam hidup ini.Untuk mewujudkan keharmonisan itu dikaitkan dengan Kebhinekaan yangterdapat dalam kehidupan masyarakat, maka diperlukan adanya sistem berpikir 2
 
sebagai dasar pendekatan penuangan konsepsi agar dapat terwujud rasakebersamaan, bbaik dalam kehidupan beragama maupun bernegara.Sehubungan dengan itu maka pelaksanaan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat/bernegara tidak boleh bertentangan dengan Hukum Negaraataupun norma yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat sepanjang tidak menyimpang dari hukum agama.Dalam pada itu agama Hindu memberi landasan kuat mengenai aplikasimetode pendekatan yang merupakan sistem pikir dalam memilih alternatif yangtepat, baik dan benar (Wiweka) untuk mencapai keharmonisan dan tujuan hidup beragama (Jagadhita dan Moksa maupun catur Warga). Landasan sistem pikir itudisebut (Dharma Siddhyarta” tercantum dalam kitab wera Smerti VII.10 yang berbunyi sebagai berikut :
“Karyan so’weksya saktimea desa kalnca Tattwatah, kurute DharmaSiddhyartham wiswa rupam punah-punah
Artinya :Setelah mempertimbangkan maksud dan tujuan (Iksa), kesadarankemampuan (sakti), tempat (Desa), waktu (Kala), filsafat dan ilmu pengetahuan yang dimiliki (Tattwa) dia lakukan berbagai wujud perbuatanuntuk mencapai tujuan Dharma (kebenaran).Jadi ada lima aspek yang harus diperhatikan bila hendak mewujudkan sesuatuatau melakukan kegiatan (amal perbuatan) untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan Dharma, yaitu aspek Iksa, Sakti, Desa, Kala dan Tattwa.4.1.1.1IksaIksa berarti maksud dan tujuan, merupakan aspek utama yang menjadikompas/ukuran/garis sasaran/cita-cita yang harus direalisasikan. Misalnya dalam berorganisasi maka yang pertama harus ditentukan adalah hakikat tujuan dariorganisasi itu, supaya jelas arahnya supaya dapat ditentukan langkah-langkahkegiatannya. Organisasi “Subakumpamanya dibentuk dengan tujuan3

Activity (46)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ladec Didik liked this
Eka Martana liked this
Yetti Sweet liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->