sebagai dasar pendekatan penuangan konsepsi agar dapat terwujud rasakebersamaan, bbaik dalam kehidupan beragama maupun bernegara.Sehubungan dengan itu maka pelaksanaan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat/bernegara tidak boleh bertentangan dengan Hukum Negaraataupun norma yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat sepanjang tidak menyimpang dari hukum agama.Dalam pada itu agama Hindu memberi landasan kuat mengenai aplikasimetode pendekatan yang merupakan sistem pikir dalam memilih alternatif yangtepat, baik dan benar (Wiweka) untuk mencapai keharmonisan dan tujuan hidup beragama (Jagadhita dan Moksa maupun catur Warga). Landasan sistem pikir itudisebut (Dharma Siddhyarta” tercantum dalam kitab wera Smerti VII.10 yang berbunyi sebagai berikut :
“Karyan so’weksya saktimea desa kalnca Tattwatah, kurute DharmaSiddhyartham wiswa rupam punah-punah
”Artinya :Setelah mempertimbangkan maksud dan tujuan (Iksa), kesadarankemampuan (sakti), tempat (Desa), waktu (Kala), filsafat dan ilmu pengetahuan yang dimiliki (Tattwa) dia lakukan berbagai wujud perbuatanuntuk mencapai tujuan Dharma (kebenaran).Jadi ada lima aspek yang harus diperhatikan bila hendak mewujudkan sesuatuatau melakukan kegiatan (amal perbuatan) untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan Dharma, yaitu aspek Iksa, Sakti, Desa, Kala dan Tattwa.4.1.1.1IksaIksa berarti maksud dan tujuan, merupakan aspek utama yang menjadikompas/ukuran/garis sasaran/cita-cita yang harus direalisasikan. Misalnya dalam berorganisasi maka yang pertama harus ditentukan adalah hakikat tujuan dariorganisasi itu, supaya jelas arahnya supaya dapat ditentukan langkah-langkahkegiatannya. Organisasi “Subak” umpamanya dibentuk dengan tujuan3