Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
33Activity
P. 1
Materi Kuliah Agama Hindu (3)

Materi Kuliah Agama Hindu (3)

Ratings: (0)|Views: 3,404 |Likes:
Published by adhimastra
Materi kuliah Agama Hindu sebagai latar belakang Arsitektur tradisional Bali
Materi kuliah Agama Hindu sebagai latar belakang Arsitektur tradisional Bali

More info:

Published by: adhimastra on Feb 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

 
4.3 Kegiatan Belajar 3PANCA – SRADHA4.3.1 Uraian dan Contoh
Panca Sradha adalah lima keyakinan dalam ajaran filsafat ajaran Hindu.Panca Lima Sradha : keyakinan Panca Sradha meliputi : Brahman, Atman,Karman, Samsara, dan Moksa.
A. Brahman
Keyakinan terhadap adanya Tuhan (Widhi Sraddha). Widhi Berarti YangMenakdirkan dan Tattwa berarti filsafat. Widhi Tattwa berarti filsafat yangmenakdirkan atau filsafat Tuhan. Untuk mencapai kesempurnaan, kebersihan hati,keluruhan hati, Bhaktimarga, yaitu sujud bakti kepada Tuhan adalah jalan yangtermudah. Bhaktimarga tidak memerlukan kebijaksanaan (Jnana), oleh karena itusebagian besar umat manusia dapat melakukannya. Dengan menyembah Icawarasebagai Tuhan Yang Pengasih dan Penyayang, Pelindung keadilan dengan hatiyang tulus, hati kita akan dibersihkan. Kebersihan hati adalah sumber budi dansila yang luhur (Dharma), kebahagiaan hati dan kebebasan roh dari penjelmaan(Moksa). Innamarga agak berat dan abstrak hingga sukar diterima oleh umat biasa. Dengan mendoa dan memuja Tuhan untuk mohon restu hendaknya Iamenuntut kita untuk mencapai kesempurnaan dan berterima kasih atas perlindungan-Nya, maka Icawara Mahadewa, pelindung sekalian makhluk akanmembimbing kita untuk menjadi manusia ber-Dharma (bersila dan berbudiluhur). Untuk menimbulkan rasa sujud bakti kepada Tuhan yang berwujudSuksma (abstrak), perlu yakin dulu dengan ada-Nya. Andaikata kita tiada percayadengan adanya Tuhan bagaimana kita dapat sujud bakti kepada Dia. Oleh karenaitu perlu Craddha (keyakinan) dulu. Banyak fakta-fakta yang menyebabkankeyakinan terhadap Tuhan itu timbul di dalam diri manusia. Bagi umatkebanyakan keyakinan itu timbul berdasarkan Agama dan berdasarkan ajaranCastra (dogma). Tetapi terdapat juga beberapa orang yang yakin adanya Tuhankarena Anumana. Misalnya sering kita kagum mengenangkan betapakah besar 1
 
angkasa, andaikata terdapat ribuan matahari dan planit yang lebih besar dari duniakita sebagai yang diterangkan oleh sarjana ilmu falak. Siapakah yang mengadakan benda-benda angkasa yang demikian besarnya itu ? Ahli tumbuh-tumbuhanmengatakan bahwa maksud bunga berwarna indah tidak lain daripada untuk menarik kumbang, hendaknya kumbang, hendaknya kumbang datang bertengger di atas bunga untuk menghisap madu. Madu adalah upah bagi kumbang karena jasanya dalam memindahkan tepung sari bunga jantan yang melekat pada bulukaki kumbang jantan itu ke dalam putik bunga betina, sehingga timbul perkawinan bunga, pembuahan dan pembiakan. Konon di Himalaya terdapattumbuh-tumbuhan yang amat berbisa. Andaikata bisa daun tumbuh-tumbuhan itumengenai kulit manusia atau binatang mungkin manusia atau binatang itu akan pingsan karena gatal bisanya. Tetapi aneh du mana tumbuh pohon berdaun berbisa itu di sebelahnya tentu tumbuh pohon yang daunnya menjadi obat penawar bisanya, hingga bila manusia atau binatang tersentuh oleh pohon itusegera ia makan atau menggosokkan daun obat yang tumbuh di sebelahnya itumaka gatal bisa itu tidak akan menjadi. Andaikata kita mengenangkan keanehan-keanehan alam, maka timbullah keheranan di dalam hati, seolah-olah adakekuatan yang bijaksana dan cerdas yang mengadakan dan mengatur alamsemesta. Apa gerangan kekuatan itu ? Ada yang menyebut hukum alam, tetapi adayang mengatakan hukum kebijaksanaan Tuhan.Dengan Anumana atau menarik kesimpulan berdasarkan gejala-gejalakeanehan alam kita percata akan adanya Tuhan. Makin banyak kita menemui danmengalami keanehan alam, berdasarkan pengalaman biasa maupun berdasarkankeanehan-keanehan yang timbul karena penyelidikan ilmu pengetahuan, makinkuat keyakinan kita akan adanya Tuhan Maha Kuasa. Selain daripada itu di antararibuan juta umat manusia terdapat beberapa orang yang dapat mengenal Tuhandengan Pratyaksa langsung merasakan atau mengalami ada-Nya, bagaikanmenjumpai manusia gaib yang tiada berbadan, tetapi dirasakan ada-Nya dengan pengalam-pengalam gaib yang mengherankan. Kepada mereka itu, Tuhanmelimpahkan ajaran suci untuk membimbing umat manusia mencapaikesempurnaan hidup lahir batin. Hanya orang beriman yang alat wahyu2
 
(intuisinya) tajam karena amal kebajikan dan kesucian rohaninya dapat bermuka-muka (Fratyaksa) dengan Tuhan dengan pengalaman gaib. Para Rsi dan Nabiadalah orang suci yang dapat mengalami dan merasakan adanya Tuhan. Tuhanmembuka tabir kebesaran dan keagungan-Nya di hadapan mereka. Bagi paraMahpurusa atau orang suci yang mendapatkan rahmat itu, Tuhan tidak menjadiobjek keyakinan lagi, melainkan pengalaman. Ia tidak menjadi objek agama atauAnumana, Tetapi Pratyaksa. Andaikata para Rsi dan Nabi tidak mengalami dan bermuka-muka dengan Tuhan bagaimanakah dapat dikatakan mereka itumenerima wahyu, semua orang dapat mengatakan diri menerima wahyu dandapat menyusun kitab suci dan menyebut diri pesuruh Tuhan.Petikan 1 :Sasiwimbha aneng ghata mesi banu,ndan asing suci nirmala mesi wulan,iwa mangkana rakwa kiteng kadadinring angambeki yoga kiteng sakala.(Arjuna Wiwaha 11.1)Arti :Bagaikan bulan di dalam tempayan berisi air di dalam air yang suci jernih terdapatlah bulan,Demikianlah konon dikau pada makhluk, pada orang yang melakukan yoga Engkau menampakkan diri.Petikan 2:Katemunta marika, sitam katemukahidepta marika sitan kahidepkawenang ta marika, sitan kawenang paramartha Ciwatwa nirawarana.(Arjuna Wiwaha 11.2)Arti :Dijumpai (Engkau) oleh mereka (Yogi) yang berjiwa suci, yangtidak dijumpai oleh umat biasa.terasa (Engkau) oleh mereka (para Yogi) yang tidak dirasakan olehumat biasa, tercapai (Engkau) oleh mereka (Yogi) yang tidak dapatdicapai oleh umat biasa.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->