Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
22Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kimia Pelapukan Dan an

Kimia Pelapukan Dan an

Ratings: (0)|Views: 1,358 |Likes:
Published by Achas

More info:

Published by: Achas on Feb 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

 
BAB 11KIMIA PELAPUKAN DAN PERLINDUNGANWilliam C. Feist & David N.S. Hon
 Kayu yang berada di ruangan terbuka mengalami fotodegradasi dandegradasi fotooksidatif pada proses pelapukan secara alami. Sinar ultraviolet berinteraksi dengan lignin sehingga menimbulkan diskolorasi dandeteriorasi. Deteriorasi kayu dalam proses pelapukan alami melibatkan serangkaian reaksi radikal bebas yang sangat kompleks. Cahaya tidak dapat menembus kayu lebih dari 200 μm, sehingga reaksi degradasihanya terjadi di permukaan. Radikal bebas terbentuk di alam kayu oleh sinar yang secara cepat berinteraksi dengan oksigen sehinggamenghasilkan peroksida air yang mudah terdekomposisi menghasilkankelompok kromoporik. Pengaruh pelapukan pada ruangan terbukaterhadap sifat kayu dan benda berbahan dasar kayu dibahas secara rincidi dalam bab ini. Di samping itu dijelaskan pula perubahan-perubahanmakroskopis, mikroskopis, kimia, dan fisik. Diberikan pula ulasantentang mekanisme pelapukan dan metode perlindungan permukaankayu yang dibiarkan terbuka.
Kayu secara alami merupakan bahan yang tahan lama yang telah dikenal selama berabad-abad di seluruh dunia karena fungsinya yang bermacam-macam dan sifatstruktur serta bahan bangunan yang menarik. Namun demikian, seperti bahan-bahan biologi lainnya, kayu sangat rentan terhadap degradasi lingkungan. Jika kayudibiarkan berada di ruangan terbuka, maka sebuah kombinasi yang kompleks darifaktor-faktor kimia, mekanik, dan energi cahaya berperan dalam apa yang disebutdengan
 pelapukan
(1). Pelapukan di sini tidak sama dengan dekomposisi yangdisebabkan oleh kegiatan organisme (cendawan) pada kondisi air dan gas yang berlebih dalam jangka waktu yang lama (2). Pada kondisi yang sesuai untuterjadinya dekomposisi, kayu dapat mengalami deteriorasi dengan cepat dan hasilnyasangat berbeda dengan apa yang terlihat pada pelapukan di ruangan terbuka secaraalami.Degradasi kayu oleh berbagai agen biologi dan fisik memodifikasi beberapakomponen organiknya. Komponen organik di dalam kayu terutama adalah polisakarida dan polifenolik: sellulosa, hemisellulosa, dan lignin. Selain itu jugaterdapat extractive dalam jumlah yang relatif sedikit dan konsentrasinya dapatmenentukan warna, bau, dan sifat non mekanik lainnya dari sebuah spesies kayu.Stalker (3) membagi agen lingkungan yang menyebabkan degradasi kayu ke dalam beberapa kategori.
 Bentuk fisik 
energi digunakan untuk menggambarkan seluruhfaktor selain cendawan, serangga, atau hewan. Pentingnya berbagai agen perusafisik pada kayu dapat ditunjukkan dengan membandingkan dua keadaan, yaitu didalam dan di luar struktur kayu (Tabel 1). Resiko yang paling serius bagi kayu dalam
 
ruangan tertutup adalah kebakaran. Sedangkan faktor yang paling penting di ruanganterbuka adalah pelapukan.Bab ini memperbaharui dan merangkum berbagai pustaka yang telah ada tentang pelapukan dan perlindungan kayu, dan menekankan penelitian terbaru di bidang ini.
Tabel 1.Dampak relatif dari berbagai bentuk energi pada kayu
 Latar Belakang 
Marah adalah sebuah daerah gurun pasir di sekitar Laut Merah di semenanjung Sinai.Air gurun tersebut rasanya pahit karena tingkat basa yang tinggi. Pelapukan kayu digurun pasir oleh matahari menyebabkan gugus alkohol dari sellulosa danhemisellulosa teroksidasi menjadi gugus karboksil. Dengan memasukkan kayu yangterlapuk ke dalam air basa, maka terjadi reaksi asam–basa sehingga tingkat kebasaanair turun. Oleh karena itu air tersebut menjadi manis.Sebagai tambahan dari peristiwa ini, manusia tertarik dengan pengaruh degradasi olehlingkungan terhadap kayu sejak pertama kali menggunakan bahan tersebut. Namun,tidak demikian sampai pada tahun 1827 ketika fenomena kimia dari pelapukan kayudilaporkan oleh Berzelius (4), diikuti oleh Wiesner (5) pada tahun 1846, danScharmm tahun 1906. Namun demikian, penelitian secara sistematis tentang reaksi pelapukan di dalam kayu belum dimulai hingga tahun 1950-an (1).
 Aspek Umum dari Pelapukan Kayu
Pada pelapukan kayu lunak di ruangan terbuka, permukaan menjadi kasar denganmeningkatnya butiran, kayu menjadi retak, dan retakan tersebut berkembang menjadiretakan besar; butiran terlepas, dan papan melengkung dan bengkok dan terlepas dariikatannya. Permukaan yang kasar berubah warna, bercampur dengan kotoran danlumut, dan menjadi suram kayu tersebut kehilangan ikatan permukaannya danmenjadi rapuh sehingga menimbulkan serpihan-serpihan. Seluruh dampak ini,disebabkan oleh kombinasi cahaya, air, dan panas dapat dirangkum dalam satu kata:
 pelapukan
.Dampak perusakan dari pelapukan kayu diduga disebabkan suatu reaksi yangkompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor pelapukan yang berperan pada perubahan yang terjadi di permukaan kayu adalah radiasi sinar matahari (ultraviolet, sinar tampak, dan infra merah), air (embun, hujan, salju, dan kelembaban),suhu, dan oksigen. Dari berbagai faktor ini, energi foton dari radiasi sinar mataharimerupakan komponen lingkungan di ruangan terbuka yang paling merusak danmenyebabkan berbagai perubahan kimia pada permukaan kayu. Selanjutnya, faktor  pelapukan lainnya muncul dengan adanya bahan pencemar pada atmosfer sepertisulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon dengan ada atau tidaknya sinar ultraviolet.
 Struktur anatomi kayu dan kerentanannya terhadap pelapukan
. Dinding selkayu memiliki lapisan ganda. Mereka terdiri dari lamella tengah, dinding utama (P),dan lapisan dinding sekunder bagian luar (S
1
), tengah (S
2
), dan dalam (S
3
). Lapisan-lapisan ini berbeda satu sama lain menurut struktur, orientasi dan jumlah fibril padaserat, demikian juga dengan komposisi kimianya. Distribusi dari unsur-unsur kimia
 
di dalam dinding sel pada permukaan memiliki pengaruh yang kuat terhadap stabilitas pelapukan kayu. Unsur kimia pada dinding sel digambarkan dalam Gambar 1.Sellulosa, sebuah polimer kristal linier dari (1,4)-β-
D
-glucopyranose, merupakankomponen utama dinding sel (~45% dari total berat kering), dan sebagian besar terletak pada dinding sekunder. Hemisellulosa (~20%) adalah karbohidrat polimer amorf yang memiliki sedikit struktur bercabang. Lignin, sebuah jaringan polyphenoltiga dimensi (~20—30%) tersebar di seluruh dinding sel tetapi sebagian besar terkonsentrasi di daerah lamella tengah. Bahan-bahan polimer ini sangat beragamdalam kerentanannya terhadap pelapukan. Keragaman stabilitas tersebut terutamadisebabkan oleh perbedaan struktur kimia, khususnya pada gugus fungsionalkromoforik. Ion logam dan kontaminan lainnya juga dapat mendorong deteriorasioleh cahaya (1, 7, 8).
Faktor Pelapukan
. A
IR 
. Salah satu penyebab utama pelapukan adalah seringnyasinggungan permukaan kayu dengan kandungan air yang berubah dengan cepat (1).Turunnya hujan atau embun pada kayu yang tidak terlindungi secara cepat diserapoleh gaya kapiler pada lapisan permukaan kayu, diikuti dengan penjerapan di dalamdinding sel kayu. Uap air diambil secara langsung melalui adsorpsi pada kondisikelembaban relatif yang tinggi; sehingga kayu mengembang. Tekanan (stress) terjadidi dalam kayu dengan pengembangan dan pengerutan yang disebabkan oleh gradienair antara permukaan dan bagian dalam. Stress tersebut lebih besar pada gradien air yang lebih mendadak dan biasanya paling besar di sekitar permukaan kayu. Stressyang tidak seimbang dapat menyebabkan lengkungan dan retakan permukaan (9–16).
Gambar 1.Komponen kimia pada dinding sel kayu
C
AHAYA
. Degradasi fotokimia kayu yang disebabkan oleh sinar matahari berlangsungdengan sangat cepat pada permukaan kayu yang terbuka (1, 8, 17). Permulaan perubahan warna kayu yang terkena sinar matahari adalah menguning atau coklatyang akhirnya menjadi kelabu. Perubahan warna ini dapat dihubungkan dengandekomposisi lignin pada permukaan sel kayu dan hanya terjadi pada permukaan (17 —20). Perubahan ini hanya terjadi pada kedalaman 0,05—2,5 mm (lihat bagian yang bertajuk “Penetrasi Sinar dan Deteriorasi Permukaan Kayu”) dan disebabkan olehsinar matahari, khususnya sinar ultra violet, yang menyebabkan fotodegradasi.Fotodegradasi oleh sinar ultra violet menyebabkan perubahan komposisi kimia,khususnya lignin, dan selanjutnya perubahan warna (7, 8, 21—26).Dua unsur yang paling penting dari pelapukan, yaitu sinar matahari dan air,cenderung terjadi pada waktu yang berbeda. Kayu dapat tersinari setelah dibasahioleh air hujan atau ketika kadar air permukaan tinggi setelah semalaman terkenaembun atau kelembaban yang tinggi. Oleh karena itu, waktu pembasahan sangat penting dalam hubungannya dengan kondisi iklim terhadap degradasi bagian luar.Kombinasi dari berbagai unsur tersebut dapat menghasilkan jalur degradasi yang berbeda, dengan penyinaran yang mempercepat pengaruh air atau sebaliknya.F
AKTOR 
L
AIN
. Panas bukan merupakan faktor yang penting seperti sinar matahari danair, tetapi dengan meningkatnya suhu, maka tingkat reaksi fotokimia dan oksidatif 

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yanti Yoes liked this
Mitha Yosephine liked this
Uswatun Hasanah liked this
Lely Ihsan liked this
Siwi Ahyuni liked this
Etrie Jayanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->