Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Synthetic Plastic Atau Resin Sintetis Adalah Suatu Campuran Bahan Non Metalik Buatan Biasanya Dari Senyawa Organic

Synthetic Plastic Atau Resin Sintetis Adalah Suatu Campuran Bahan Non Metalik Buatan Biasanya Dari Senyawa Organic

Ratings: (0)|Views: 2,328 |Likes:
Published by miraok

More info:

Published by: miraok on Feb 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

 
Synthetic plastic atau resin sintetis adalah suatu campuran bahan non metalik buatanbiasanya dari senyawa organic, yang dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentukkebutuhan komersial, misalnya bahan pakaian, bahan bangunan, peralatan rumahtangga dan elektronik, dan berbagai keperluan manusia lainnya. Istilah plasticmencangkup substansi yang fibrous (berserat) seperti karet, dan resinuous atau keras,dan kaku. Semua bahan tadi secara kimiawi mwmpunyai kesamaan dan tersusun daripolimer atau molekul-molekul kompleks dengan berat molekul (BM) yang tinggi.Morfologi dan bentuk khusus dari molekul menentukan tingkatan apakah plastic iniberupa fiber, seperti karet atau suatu resin.Resin sintetis biasanya dibentuk dengan beberapa cara dengan pemanasan dantekanan menjadi suatu benda yang berguna. Bila resin dibentuk tanpa suatu reaksikimia, misalnya pelunakan dengan pemanasan dan tekanan dan didinginkan kembalisetelah terbentuk, resin diklarifikasikan sebagai termoplastik (thermoplastic). Resintermoplastik dapat dilebur biasanya larut dalam pelarut organic. Sebaliknya bila terjadireaksi kimia selama pembentukan, sehingga hasil akhirnya secara kimiawiberbedadengan substansinya aslinya, resin diklarifikasikan sebagai termoset(thermoset). Resin termoset umumnya tidak larut dan melebur.Adalah saat molekul inisiator menjadi aktif dan mulai mentransfer enersinya kepadamolekul monomer. Periode ini tergantung pada kemurnian monomer. Ketidakmurnianmonomer dapat bereaksi dengan grup aktif dan akan menyebabkan perpanjanganperiode ini. Lebih tinggi suhu lebih pendek periode induksi. Enersi yang berasal dariinisiator yang ditransfer ke monomer untuk membentuk monomer yang aktif adalah16000-29000 kal/mol.Proses polimerisasi yang berguna untuk resin dental biasanyadipicu oleh salah satudari 3 sistem induksi :1.Aktifasi panas, banyak resin basis gigi tiruan berpolimerisasi dengan heatactivated polymerization. Contoh pada resin akrilik polimerisasi panas (heatcured acrylic resin)
 
2.
Aktifasi kimia, system induksi yang kedua ini adalah dengan aktifasi kimia padasuhu mulut/kamar. Sebagai contoh dari system ini ialah penggunaan benzoylperoxide dan aromatic amine, dalam self cured dental restorative (bahantumpatan swapolimerisasi).
3.
Aktifasi sinar, pada system ini photon dari energy sinar mengaktifkan initiator untuk menghasilkan tangan-tangan bebas yang pada gilirannya akan memulaiproses polimerisasi. Jadi bahan tumpatan polimerisasi cahaya ( light cureddental restorative), camphorquinone dan amine, akan bereaksi bila disinaridengan sinar tampak (visible light). Untuk menghasilkan tngan-tangan bebas.Modifikasi polimer Polimer akrilik dapat dimodifikasikan dengan penambahan senyawa yang tidak ikutserta dalam reaksi polimerisasi, seperti oily organic ester, rubber, inorganic fillers.Penambahan dari oil seperti dihutyl phthalate soften (plasticizer) pada polimer, dan bilapenambahannya cukup polimer akan menjadi seperti karet. Plasticized ini digunakansebagai soft liners sementara untuk gigi tiruan. Bahan ini secara berangsur-angsur akan menjadi keras setelah oily plasticizer ini dilepas oleh saliva. Rubber( butadiene-styrene) dapat ditambahkan pada resin akrilik untuk memperbaiki daya tahan terhadapfraktur akibat benturan. Bahan basis gigitiruan jenis ini mempunyai kekuatan impak(impact streghth) dua kali lebih besar dari polimer akrlik yang biasanya digunakan untukpembuatan gigitiruan. Bahan ini baik sekali digunakan bagi pasien yang bibi tiruannyaseringkali patah terutama pada waktu dibersihkan/dicuci.Dua seri reaksi kimia yang dapat terjadi sewaktu proses polimerisasi yaitu reaksikondensasi ( condensation reaction) dan reaksi adisi (addition reaction). Bilapolimerisasi terjadi oleh reaksi kondensasi (condensation polymerization). Bilapolimerisasi terjadi oleh reaksi adisi maka disebut polimerisasi adisi (additionpolymerization).Polimerisasi kondensiReaksi yang menghasilkan polimerisasi kondensasi ini berkembang dari mekanismayang sama seperti reaksi kimia antara dua atau lebih molekul, dengan pemisahansebuah molekul lebih kecil, seperti air,asam halogen, dan ammonia. Proses ini dapat
 
berulang sendiri dengan struktur molejul yang demikian dan menghasilkan molekulmakro.Ketidakmurnian monomer dapat menghambat/menghalangi reaksi polimerisasi. Bahanyang berada dalam monomer ini dapat bereaksi dengan molekul yang aktif yangmempunyai tangan yang bebas. Ia dapat bereaksi dengan salah satu initiator aktif ataudengan rantai aktif yang sedang tumbuh untuk selanjutnya menghambat pertumbuhan.Sebagai contoh penambahan hydroquinone dalam jumlah sedikit pada monomer akanmenghambat polimerisasi bila ada initiator.Oksigen(O2) juga akan menyebabkan perlambatan polimerisasi, oleh karena itu O2dapat bereaksi dengan tangan yang bebas. Oleh karena itu sebaiknya pencampuranpolimer dan monomer dilakukan pada suatu wadah yang dapat ditutup.Pada monomer yang umum diperdagangkan, biasanya ditambahkan hydroquinone(methyl ether) dalam jumlah yang sedikit (kira-kira 0,006%) dengan maksud untukmencegah terjadinya polimerisasi selama penyimpanan. Cairan monomer juga harusdisimpan di dalam kaleng atau botol yang berwarna gelap misalnya coklat tua yangtidak tembus oleh cahaya, sebab sinar ultraviolet atau panas dapat menyebabkanmonomer berpolimerisasi sendiri.Polimerisasi adisiResin yang digunakan secara luas untukprosedur dental saat ini dihasilkan daripolimerisasi adisi. Pada kenyataannya jenis polimerisasi ini sangat umum diistilahkandengan polimerisasi. Bila digunakan sendiri, umumnya dipahami bahwa inimenunujukkan suatu polimerisasi adisi. Tidak seperti polimerisasi kondensasi, disinitidak ada perubahan komposisi selama polimerisasi adisi berlangsung. Molekul makroterbentuk dari unit-unit kecil atau monomer, tanpa perubahan dalam komposisi, olehkarena polimer dan monomer mempunyai rumus empiris yang sama. Dengan kata lainstruktur dari monomer berulang beberapa kali pada polimer.Polimerisasi

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mohammed Niqris liked this
Ehga Ayodya liked this
Rizky Lp liked this
D'eighteen Cool liked this
Yulita Rumlus liked this
Yulita Rumlus liked this
NyakIta Hasfita liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->