Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Undang Undang No. 8 Tahun 1981 Tentang

Undang Undang No. 8 Tahun 1981 Tentang

Ratings: (0)|Views: 1,750|Likes:
Published by Hendri, S.Ked

More info:

Published by: Hendri, S.Ked on Feb 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/05/2012

pdf

text

original

 
Undang Undang No. 8 Tahun 1981Tentang : Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana
 
Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIANomor : 8 TAHUN 1981 (8/1981)Tanggal : 31 DESEMBER 1981 (JAKARTA)Sumber : LN 1981/76; TLN NO. 3209DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPresiden Republik Indonesia,Menimbang :a. bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjunjung tinggihak asasi manusia serta yang menjamin segala warganegarabersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan danwajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak adakecualinya;b. bahwa demi pembangunan di bidang hukum sebagaimana termaktubdalam Garis-garis Besar Haluan Negara (Ketetapan MajelisPermusyawaratan .Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1978)perlu mengadakan usaha peningkatan dan penyempurnaan pembinaanhukum nasional dengan mengadakan pembaharuan kodifikasi sertaunifikasi hukum dalam rangkuman pelaksanaan secara nyata dariWawasan Nusantara;c. bahwa pembangunan hukum nasional yang demikian itu di bidanghukum acara pidana adalah agar masyarakat menghayati hak dankewajibannya dan untuk meningkatkan pembinaan sikap parapalaksana penegak hukum sesuai dengan fungai dan wewenangmasing-masing ke arah tegaknya hukum, keadilan dan perlindunganterhadap harkat dan martabat manusia, ketertiban serta kepastianhukum demi terselenggaranya negara hukum sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945;d. bahwa hukum acara pidana sebagai yang termuat dalam Het HerzieneInlandsch Reglement (Staatsblad Tahun 1941 Nomor 44) dihubungkandengan dan Undang-undang Nomor 1 Drt. Tahun 1951 (LembaranNegara Tahun 1951 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 81)serta semua peraturan pelaksanaannya dan ketentuan yang diatur
 
dalam perundang-undangan lainnya sepanjang hal itu mengenaihukum acara pidana, perlu dicabut, karena sudah tidak sesuai dengancita-cita hukum nasional;e. bahwa - oleh karena itu perlu mengadakan undang-undang tentanghukum acara pidana untuk melaksanakan peradilan bagi pengadilandalam lingkungan peradilan umum dan Mahkamah Agung denganmengatur hak serta kewajiban bagi mereka yang ada dalam prosespidana, sehingga dengan demikian dasar utama negara hukum dapatditegakkan.Mengingat:1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1) dan Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia NomorIV/MPR/1978;3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuanPokok Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Tahun 1970 Nomor74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2951).Dengan persetujuanDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN :Dengan mencabut :1. Het Herziene Inlandsch Reglement (Staatsblad Tahun 1941 Nomor 44)dihubungkan dengan dan Undang-undang Nomor 1 Drt. Tahun 1951(Lembaran Negara Tahun 1951 Nomor 9, Tambahan Lembaran NegaraNomor 81) beserta semua peraturan pelaksanaannya;2. Ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan lain;dengan ketentuan bahwa yang tersebut dalam angka 1 dan angka 2,sepanjang hal itu mengenai hukum acara pidana.Menetapkan :UNDANG-UNDANG TENTANG HUKUM ACARA PIDANA.BAB I
 
KETENTUAN UMUMPasal 1Yang dimaksud dalam undang-undang ini dengan :1. Penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabatpegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus olehundang-undang untuk melakukan penyidikan.2. Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal danmenurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencariserta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terangtentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukantersangkanya.3. Penyidik pembantu adalah pejabat kepolisian negara RepublikIndonesia yang karena diberi wewenang tertentu dapat melakukantugas penyidikan yang diatur dalam undang-undang ini.4. Penyelidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia yang diberiwewenang oleh undang-undang ini untuk melakukan penyelidikan.5. Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencaridan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidanaguna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurutcara yang diatur dalam undang-undang ini.6. a. Jaksa adalah pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk bertindak sebagai penuntut umum sertamelaksanakan putusan pengadilan yang telah memperolehkekuatan hukum tetap.b.
 
Penuntut umum adalah jaksa yang diberi wewenang olehundang-undang ini untuk melakukan penuntutan danmelaksanakan penetapan hakim.7. Penuntutan adalah tindakan penuntut umum untuk melimpahkanperkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal danmenurut cara yang diatur dalam undang-undang ini denganpermintaan supaya diperiksa dan diputus oleh hakim di sidangpengadilan.8. Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang olehundang-undang untuk mengadili.9. Mengadili adalah serangkaian tindakan hakim untuk menerima,memeriksa dan memutus perkara pidana berdasarkan asas bebas, jujur, dan tidak memihak di sidang pengadilan dalam hal dan menurutcara yang diatur dalam undang-undang ini.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->