Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
45Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
hukum perburuhan

hukum perburuhan

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 2,996 |Likes:
Published by mahacleopatra

More info:

Published by: mahacleopatra on Feb 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Prof. Iman Soepomo dalam bukunya “Pengantar Hukum Perburuhan” membagihukum perburuhan menjadi lima bidang sebagai berikut:a.Bidang pengerahan dan penempatan tenaga kerja. b.Bidang hubungan kerja.c.Bidang kesehatan kerja.d.Bidang keselamatan/keamanan kerja.e.Bidang jaminan sosial.Kelima bidang yang dikenal sebagai sistematika pancawarna tersebut didasarkan pada pembagian materi perundang-undangan yang mengatur mengenai perburuhan.
1
Bidang keselamatan kerja dapat dikatakan sebagai salah satu bidang yang menjadiawal munculnya hukum perburuhan. Hal ini disebabkan oleh tujuan bidang tersebut, yaituuntuk melindungi buruh sebagai pihak ekonomi lemah dari eksploitasi yang cenderungdilakukan oleh majikan sebagai pihak pemilik modal. Perlindungan pada bidang inilah yang pertama kali diberikan oleh negara dalam bentuk regulasi bagi para buruh.Bidang keselamatan kerja, dahulu lebih ditujukan untuk menyelamatkan kepentinganekonomis perusahaan karena kecelakaan, untuk selanjutnya menyelamatkan para pekerja ditempat kerja. Prof. Iman Soepomo berpendapat bahwa istilah keamanan kerja lebih tepatdaripada keselamatan kerja karena tujuannya kini adalah mencegah terjadinya kecelakaandengan menciptakan keamanan di tempat kerja, bukan lagi sekadar menyelamatkan. Namun dewasa ini, masyarakat masih hidup dalam struktur kapitalis yangeksplolaitatif sehingga penghargaan terhadap hak-hak kaum buruh masih sangatlah terbatas.Dan seiring dengan berkembangnya dunia industri, dunia kerja selalu dihadapkan padatantangan-tantangan baru yang harus bisa segera diatasi bila perusahaan tersebut ingin tetapeksis. Berbagai macam tantangan baru muncul seiring dengan perkembangan jaman. Namunmasalah yang selalu berkaitan dan melekat dengan dunia kerja sejak awal dunia industridimulai adalah timbulnya kecelakaan kerja.Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar bagikelangsungan sebuah perusahaan. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materiyang cukup besar namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Kehilangan sumber daya manusia ini merupakan kerugian yang sangat besar 
1
Helena Poerwanto dan Syaifullah,
 Hukum Perburuhan Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja
,(Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005), hal. 18.
1
 
karena manusia adalah satu-satunya sumber daya yang tidak dapat digantikan oleh teknologiapapun.Kerugian yang langsung yang nampak dari timbulnya kecelakaan kerja adalah biaya pengobatan dan kompensasi kecelakaan. Sedangkan biaya tak langsung yang tidak nampak ialah kerusakan alat-alat produksi, penataan manajemen keselamatan yang lebih baik, penghentian alat produksi, dan hilangnya waktu kerja.Jumlah kerugian materi yang timbul akibat kecelakaan kerja sangat besar. Sebagaiilustrasi bisa dilihat catatan National Safety Council (NSC) tentang kecelakaan kerja yangterjadi di Amerika Serikat. Di Amerika pada tahun 1980 kecelakaan kerja telah membuatkerugian bagi negara sebesar 51,1 milyar dollar. Kerugian ini setiap tahun terus bertambahseiiring dengan berkembangnya dunia industri di Amerika.Pada tahun 1995 jumlah kerugian yang diderita oleh pemerintah Amerika sudahmencapai angka 119 milyar dollar. Pertumbuhan kerugian sebesar 67,9 milyar dollar selama15 tahun merupakan angka yang sulit dibayangkan besarnya. Kerugian ini belum termasuk hilangnya korban jiwa yaitu setiap tahun 1 dari 10 pekerja tewas atau terluka dalamkecelakaan kerja.Di Indonesia sendiri sangat sulit menentukan jumlah angka kerugian materi yangmuncul akibat dari kecelakaan kerja. Hal ini karena setiap kejadian kecelakaan kerja perusahaan bersangkutan tidak berkenan menyampaikan kerugian materi yang mereka derita. Namun menurut catatan dari Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) pada tahun 1999 terjadi27.297 kasus kecelakaan kerja, dengan jumlah korban mencapai 60.975 pekerja. Darisejumlah korban tersebut terdiri dari 1.125 pekerja tewas, 5.290 cacat seumur hidup dan54.103 pekerja sementara tidak bisa bekerja.Melihat angka-angka tersebut tentu saja bukan suatu hal yang membanggakan.Keadaan ini sangat mengganggu keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut. Tentu saja perusahaan-perusahaan tersebut tidak tinggal diam dalam menghadapi angka kecelakaanyang begitu besar. Perusahaan-perusahaan banyak mengeluarkan dana setiap tahun untuk meningkatkan keselamatan di lingkungan perusahaan agar angka kecelakaan kerja yangtinggi bisa diatasi. Dana yang besar tersebut digunakan terutama untuk menambah alat-alatkeselamatan kerja (alat pemadam kebakaran, rambu-rambu, dll), memperbaiki proses produksi agar lebih aman dan meningkatkan sistem manajemen keselamatan kerja secarakeseluruhan. Dalam beberapa tahun terakhir memang upaya tersebut bisa mengurangi angkakecelakaan kerja. Namun masih jauh untuk mencapai angka kecelakaan kerja yang minimal.Kenyataan bahwa ternyata perbaikan yang telah dilakukan oleh perusahaan tersebut belum bisa menurunkan angka kecelakaan kerja seminimal mungkin. Lantas keamanan kerja
2
 
menjadi sesuatu yang serius, negara dan pemerintah pun bersikap skeptis terhadap tanggung jawabnya untuk menyelamatkan nyawa kaum buruh yang berjumlah puluhan juta jiwa ini. Dimata pemerintah, kenyamanan kaum pemodal untuk memupuk keuntungan jauh lebih pentingketimbang berusaha melindungi kaum buruh dari keamanan kerja.Hak kaum buruh atas keamanan kerja kemudian berpulang kembali kepada kesadaranmereka untuk memperjuangkannya, persis seperti bagaimana kaum buruh harusmemperjuangkan hak-haknya yang lain.Oleh karena itu, karena banyaknya kasus keamanan kerja yang sering diabaikanmenjadi masalah terhadap perlindungan buruh.
A.Pokok Permasalahan
Bagaimanakah perlindungan terhadap buruh atas keamanan kerja khususnyamengenai kecelakaan kerja?
B.Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian makalah ini adalah untuk dapat menjelaskan, sertamenunjukkan, mengenai regulasi dan perlindungan terhadap buruh atas keamanan kerjakhususnya mengenai kecelakaan kerja.
C.Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual dalam makalah ini memuat tentang pengertian dari beberapaistilah yang dipergunakan dalam makalah ini yaitu:
1.Tenaga Kerja
setiap orang yang mampu melakukanpekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja, guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhanmasyarakat.
2
2.Pekerja/buruh
setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.
3
3.Kecelakaan kerja
2
Indonesia,
Undang Undang Tentang Ketenagakerjaan
, UU No. 13 Tahun 2003, psl 1 ayat (2).
3
 Ibid 
., psl 1 ayat (3)
2

Activity (45)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
erlanggaherp liked this
Herman Slalu Ada liked this
Maryani Hm liked this
Nur Hayati liked this
Morizz liked this
Ace Jack liked this
huud_alam liked this
Made Putra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->