Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
68Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hakekat Manusia & Persoalan Pendidikan

Hakekat Manusia & Persoalan Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 5,374 |Likes:
Published by Dahlia Gani
Manusia pada hakikatnya diciptakan untuk mengemban tugas-tugas pengabdian kepada Penciptanya. Agar tugas-tugas dimaksud dapat di¬laksanakan dengan baik, maka Sang Pencipta telah menganugerahkan manusia seperangkat potensi yang dapat ditumbuhkembangkan. Potensi yang siap pakai tersebut dianugerahkan dalam bentuk kemampuan dasar, yang hanya mungkin berkembang secara optimal melalui bimbingan dan arahan yang sejalan dengan petunjuk Sang Penciptanya.
Manusia pada hakikatnya diciptakan untuk mengemban tugas-tugas pengabdian kepada Penciptanya. Agar tugas-tugas dimaksud dapat di¬laksanakan dengan baik, maka Sang Pencipta telah menganugerahkan manusia seperangkat potensi yang dapat ditumbuhkembangkan. Potensi yang siap pakai tersebut dianugerahkan dalam bentuk kemampuan dasar, yang hanya mungkin berkembang secara optimal melalui bimbingan dan arahan yang sejalan dengan petunjuk Sang Penciptanya.

More info:

Published by: Dahlia Gani on Feb 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2013

pdf

text

original

 
Mata Kuliah Filsafat Pendidikan
HAKIKAT MANUSIADANPERSOALAN PENDIDIKAN
Disusun Oleh :DAHLIA
JURUSAN KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2009
 
HAKIKAT MANUSIADANPERSOALAN PENDIDIKANA.Hakikat Manusia
Manusia pada hakikatnya diciptakan untuk mengemban tugas-tugas pengabdian kepada Penciptanya. Agar tugas-tugas dimaksud dapat dilaksanakandengan baik, maka Sang Pencipta telah menganugerahkan manusia seperangkat potensi yang dapat ditumbuhkembangkan. Potensi yang siap pakai tersebutdianugerahkan dalam bentuk kemampuan dasar, yang hanya mungkin berkembangsecara optimal melalui bimbingan dan arahan yang sejalan dengan petunjuk SangPenciptanya.Mengacu kepada prinsip penciptaan ini maka menurut filsafat pendidikanmanusia adalah makhluk yang berpotensi dan memiliki peluang untuk dididik.Pendidikan itu sendiri, pada dasarnya adalah aktivitas sadar berupa bimbingan bagi penumbuh-kembangan potensi Ilahiyat, agar manusia dapat memerankan dirinyaselaku pengabdi Allah secara tepat guna dalam kadar yang optimal. Dengan demikian pendidikan merupakan aktivitas yang bertahap, terprogram, dan berkesinambungan.Banyak hal secara parsial yang bersangkutan dengan manusia sudahdiketahui secara jelas dan pasti. Tapi secara utuh menyeluruh jauh lebih banyak  persoalan yang belum dapat diketahui secara konkret, jelas dan pasti. Dengan perkataan lain, hal-hal yang fisis kuantitatif pada umumnya sudah jelas, tetapihal-hal yang spiritual kualitatif masih tetap tertinggal sebagai ‘misteri’.Manusia siapapun tahu bahwa melakukan perbuatan tertentu yangmengakibatkan banyak orang sakit dan menderita adalah merusak nilaikemanusiaan. Tetapi fakta menunjukkan bahwa perilaku negatif seperti itu selalumewarnai kehidupan sehari-hari. Hal ini berarti bahwa pengetahuan manusia
2
 
 belum terhubungkan secara kausalistik fungsional dengan realitas konkret perilaku sehari-hari.Dari kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku tersebut, munculahupaya untuk mempertemukannya, yaitu melalui ‘pendidikan’. Sepanjangeksistensinya, manusia senantiasa berusaha mendidik dirinya dengan mencari danmenemukan keselarasan antara pengetahuan dengan perilakunya, meski sampaihari ini belum sepenuhnya berhasil. Di dalam konteks pendidikan, manusiaadalah makhluk yang selalu mencoba memerankan diri sebagai subyek danobjek. Sebagai subyek dia selalu berusaha mendidik dirinya (sebagai objek)untuk perbaikannya perilakunya.Kehidupan cenderung terpusat pada kepentingan di mana manusiamenjadi titik sentral. Dalam keadaan demikian, manusia memposisikan danmemerankan diri di atas segala-galanya dan karena itu memiliki kekuasaan untuk memanfaatkan potensi alam termasuk dirinya sendiri dan sesamanya. Di bawahkekuasaan manusia kehidupan ini berlangsung menjadi ‘antroposentrik’.
1.Manusia Makhluk Berpengatahuan
Berbeda dengan makhluk lainnya, manuia lahir dengan potensikodratnya berupa cipta, rasa dan karsa. Dengan ketiga potensinya itu,manusia selalu terdorong untuk ingin tahu dan bahkan mendapatkan nilai-nilai kebenran keindahan dan kebaikan yang terkandung di dalam segalasesuatu yang ada (realitas ini). Ketiga jenis nilai tersebut selanjutnyadijadikan landasan dasar untuk mendirikan filsafat hidup, menentukan pedoman hidup, dan mengatur sikap dan perilaku hidup agar senantiasatearah ke pencapaian tujuan hidup.
Filsafat hidup
mengandung pengetahuan yang bernilai universalmeliputi masalah-maslah tentang asal mula kehidupan, tujuan dan eksistensikehidupan. Ketiganya berhubungan menurut azas 'sebab-akibat'.
3

Activity (68)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
putri heritasari liked this
Risi Grisna Yurika added this note
izin memakai sebagai refensi ya...trima kasih banyak
Ria Uria liked this
Bembemz liked this
Inu Nadier liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->