Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prinsip Dasar MC

Prinsip Dasar MC

Ratings: (0)|Views: 374 |Likes:
Published by Topan Setiadipura
Prinsip dasar metoda monte carlo. Penjelasan dengan kasus interaksi partikel sederhana.
Prinsip dasar metoda monte carlo. Penjelasan dengan kasus interaksi partikel sederhana.

More info:

Published by: Topan Setiadipura on Feb 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

 
Prinsip Dasar Metoda Monte CarloUntuk dapat memahami metoda Monte Carlo marilah kita pahami kasus irradiasineuron terhadap suatu bahan. Bahan ini terdiri dari tiga inti nuklir A, B, dan C dandiketahui pola probabilitas terjadinya tumbukan neutron dengan salah satu inti nuklir tersebut. Untuk inti A probabilitasnya 0.2, inti B probabilitasnya 0.3, dan inti C probabilitasnya 0.5. Maka yang menjadi masalah yang akan kita pecahkan adalah bagaimana distribusi terjadinya irradiasi dengan salah satu inti nuklir, atau lebih jelasnyamisalnya bila terdapat 500 neutron berapa neutron yang menumbuk masing-masing intinuklir. Baiklah, sebelum kita selesaikan masalah irradiasi neutron diatas mari kita fahamisifat dari pembangkitan bilangan random. Misalnya kita membangkitkan bilanganrandom yang terdistribusi homogen pada interval (0,1) sebanyak N, maka secara intuisidapat kita fahami bahwa0.2 N akan terdapat pada interval
2.00
<
0.3 N akan terdapat pada interval
5.02.0
<
0.5 N akan terdapat pada interval
15.0
<
dan kemungkinan terjadinya distribusi diatas akan semakin besar dengan semakin besar nilai N. Nah, sifat pembangkitan bilangan random inilah yang digunakan untuk menyelesaikan kasus irradiasi neutron diatas. Dengan membangkitkan bilangan randomdistribusi terjadinya tumbukan dengan salah satu inti nuklir yang telah dikeahui probabilitasnya dapat disimulasikan. Skema penyelesaian masalah diatas dapatdigambarkan sebagai berikutGambar.1Lebih rinci, langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut ;i.bangkitkan bilangan random r yang terdistribusi homogen pada (0,1)ii.cek apakah r < 0.2iii.bila r < 0.2 maka kejadian yang terpilih adalah kejadian A, yaitu neutron bertumbukan dengan inti A.iv.bila r>0.2 maka cek apakah r<0.5v.bila r<0.5 maka kejadian yang terpilih adalah kejadian Bvi.bila tidak maka yang terpilih adalah kejadian C.Secara umum, bila E
1
, E
2
, …, E
n
adalah n kejadian yang saling lepas, dan masing-masing memiliki probabilitas untuk terjadi sebesar p
1
, p
2
, …,p
n
dimana p
1
+p
2
+…+p
n
=1 ,maka dapat ditentukan bahwa nilai bilangan random r yang memenuhi
ii
p p p p
++<++
......
111
 
r-0.2
A
r-0.5C
B
--++
 
menunjukkan terjadinya kejadian E
i
. Inilah prinsip dasar dari metoda Monte Carlo untuk kasus kejadian yang diskrit.Untuk kasus kontinu. Maka sebagaimana biasa kita bagi variabel kontinu tersebutkedalam banyak partisi dan menggunanakan konsep yang sama dengan pada kasus diskritsebagaimana akan dibahas berikut.Misalnya kita memiliki variabel x dengan interval 0<x<n bagi kejadian E
1
, E
2
,…,E
n
dengan kesepakatan bahwa nilai x yang terdapat pada interval i-1<x< i menyatakankejadian E
i
. Mari kita bangun
 probability density function
p(x) dengan definisi p(x) = p
i
i xi
<
1
i=1,2,…n p(x) menunjukkan nilai probabilitas x terletak pada interval
i xi
<
1
.Maka p(x) akan berbentuk fungsi tangga seperti gambar berikut
P(x)1 32x0.20.30.5
Gambar.2Lalu, kita definisikan
 probability distribution function
berikut
∫ 
=
 x
 p x P 
0
)()(
ξ ξ 
dengan grafik sebagai berikut
P(x)1 32x0.20.30.51
Gambar.3

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
deserver liked this
zeno ub liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->