Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Surat Kuasa

Surat Kuasa

Ratings: (0)|Views: 1,568 |Likes:
Published by egaputra2800
Indonesian Lawyers need this letter.
Indonesian Lawyers need this letter.

More info:

Published by: egaputra2800 on Feb 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

 
Sie Infokum – Ditama Binbangkum
1
SURAT KUASA
Penggunaan surat kuasa saat ini sudah sangat umum di tengahmasyarakat untuk berbagai keperluan. Awalnya konsep surat kuasa hanyadikenal dalam bidang hukum, dan digunakan untuk keperluan suatu kegiatanyang menimbulkan akibat hukum, akan tetapi saat ini surat kuasa bahkansudah digunakan untuk berbagai keperluan sederhana dalam kehidupanmasyarakat. Apa sebenarnya definisi surat kuasa ? Ada banyak pihakmendefinisikan tentang surat kuasa :
 
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga keluaran Balai Pustakamendefinisikan surat kuasa sebagai “
Surat yang berisi tentangpemberian kuasa kepada seseorang untuk mengurus sesuatu”.
 
gramatikal bahasa Inggris, definisi surat kuasa atau
Power of Attorney
adalah sebuah dokumen yang memberikan kewenangan kepadaseseorang untuk bertindak atas nama seseorang lainnya (
a documentthat authorizes an individual to act on behalf of someone else
).
 
Rachmad Setiawan dalam bukunya berjudul “Hukum Perwakilan danKuasa” mengatakan pengaturan tentang surat kuasa di KUHPerdatasebenarnya mengatur soal
latsgeving
yang terjemahan harafiahnya ‘pemberian beban perintah’.
A. Definisi
Definisi tentang surat kuasa sampai saat ini masih menimbulkanperdebatan. Pada dasarnya tidak ada aturan hukum apapun yangmemberikan definisi tentang surat kuasa, sehingga untuk lebih memahamiperlu diketahui terlebih dahulu apa itu pemberian kuasa :
PEMBERIAN KUASA
Pasal 1792 BW menyatakan “
Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain,yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan 
”.
Dalam prakteknya, banyak sarjana hukum yang menerjemahkan suratkuasa sebagai pemberian kuasa. Akan tetapi dalam perkembangan hukum dinegeri Belanda melalui
Nieuw BW,
sebuah kitab revisi BW, telah diaturpengertian tentang kuasa (
volmacht)
dan pemberian kuasa (
lastgeving).
Pada prinsipnya,
volmacht
berbeda dengan
lastgeving
. Kuasa(
volmacht)
merupakan tindakan hukum sepihak yang memberi wewenang
 
Sie Infokum – Ditama Binbangkum
2
kepada penerima kuasa untuk mewakili pemberi kuasa dalam melakukansuatu tindakan hukum tertentu (Hoge Raad 24 Juni 1938 NJ 19939, 337).Tindakan hukum sepihak adalah tindakan hukum yang timbul sebagai akibatdari perbuatan satu pihak saja, misalnya pengakuan anak dan pembuatanwasiat.
Lastgeving
merupakan suatu persetujuan sepihak, di mana kewajibanuntuk melaksanakan prestasi hanya terdapat pada satu pihak. Pasal 1792BW merupakan
lastgeving
dan pada dasarnya pemberian kuasa ini bersifatcuma-cuma (Pasal 1794 BW).Jadi,
lastgeving
merupakan perjanjian pembebanan perintah yangmenimbulkan kewajiban bagi si penerima kuasa untuk melaksanakan kuasa,sedangkan
volmacht
merupakan kewenangan mewakili. Suatu pemberiankuasa (
lastgeving)
tidak selalu memberikan wewenang untuk mewakilipemberi kuasa. Dalam
lastgeving
dimungkinkan adanya wewenang mewakili
(volmacht),
akan tetapi tidak selalu
volmacht
merupakan bagian dari
lastgeving.
Apabila wewenang tersebut diberikan berdasarkan persetujuanpemberian kuasa, maka akan terjadi perwakilan yang bersumber daripersetujuan.Pada Negara
common law/anglo saxon,
pemberian kuasa (
Power of Attorney)
yang muncul juga merupakan perbuatan sepihak. Cirinya adalahpenerima menyebut suatu nama pemberi kuasa pada waktu melakukantindakan hukum yang disebut perwakilan langsung. Namun diakui jugaadanya perwakilan tidak langsung yakni apabila penerima kuasa bertindakuntuk dirinya sendiri seperti makelar.Pada umumnya kuasa diberikan secara sepihak, dan hanyamenimbulkan wewenang bagi penerima kuasa (substitutor), tapi tidakmenimbulkan kewajiban bagi penerima kuasa untuk melaksanakan kuasa itusehingga tidak memerlukan tindakan penerimaan dari penerima surat kuasa,akan tetapi hal ini masih menjadi perdebatan. Hal ini dapat dilihat daribanyaknya kejadian seputar surat kuasa yang menimpa advokat-advokat dipengadilan. Bahkan sebagian hakim masih menjalankan ‘rutinitas’ memeriksa kelengkapan surat kuasa yang digunakan Advokat ketikabersidang, khususnya tentang kewajiban para pihak menandatangani suratkuasa untuk menyatakan sahnya surat kuasa tersebut.Trimoelja D. Soerjadi berpendapat bahwa tindakan hakim itumerupakan tindakan salah kaprah, karena menurutnya tidak ada ketentuanyang mensyaratkan penerima kuasa untuk menandatangani surat kuasa
1
.Kewajiban ini muncul pada tahun 80-an dan sebelumnya tidak pernah adapenerima kuasa harus tanda tangan. Beliau memperkuat argumennyadengan mendasarkan pada Pasal 1793 KUH Perdata yang menyatakanbahwa penerimaan kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dandisimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh si kuasa. Akan tetapi sampai
1
 www.hukumonline.comtanggal 9 Mei 2008.
 
Sie Infokum – Ditama Binbangkum
3
saat ini, untuk kepentingan di pengadilan, pemberian kuasa harus dibuktikandengan adanya tindakan pemberian dan penerimaan dari si pemberi maupunpenerima kuasa berupa tanda tangan. Hal ini didasarkan pada pemahamanbahwa pemberian kuasa merupakan suatu bentuk perikatan hukum yanglahir karena kesepakatan kedua belah pihak yang menimbulkan hak dankewajiban pada masing-masing pihak sebagaimana dinyatakan dalam Pasal1792 BW, dan bukti lahirnya kesepakatan dalam perikatan hukum tertulisadalah kedua belah pihak harus menandatanganinya.Pemberian kuasa
(lastgeving)
yang terdapat dalam Pasal 1792 BW itumengandung unsur :
 
persetujuan;
 
memberikan kekuasaan untuk menyelenggarakan suatu urusan; dan
 
atas nama pemberi kuasaad.
 
Unsur
persetujuan
ini harus memenuhi syarat-syarat persetujuansebagaimana disebutkan dalam Pasal 1320 BW :
 
sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;
 
kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
 
suatu hal tertentu; dan
 
suatu sebab yang halal.
 
Unsur
memberikan kekuasaan untuk menyelenggarakan suatu urusan
 adalah sesuai dengan yang telah disetujui oleh para pihak, baik yangdirumuskan secara umum maupun dinyatakan dengan kata-kata yangtegas.
 
Unsur
atas nama pemberi kuasa
berari bahwa penerima kuasa diberiwewenang untuk mewakili pemberi kuasa. Akibatnya tindakan hukum yangdilakukan oleh penerima kuasa merupakan tindakan hukum dari pemberikuasa.Bentuk-bentuk kuasa bisa diberikan dan diterima dalam suatu aktaumum, dalam suatu tulisan di bawah tangan, bahkan dalam sepucuk suratataupun dengan lisan (Pasal 1793 ayat 1 KUHPerdata), dan sejumlahketentuan Undang-Undang mewajibkan surat kuasa terikat pada bentuktertentu, antara lain Pasal 1171 KUHPerdata yang menyatakan
kuasa untukmemberikan hipotik harus dibuat dengan suatu akta otentik,
kuasa Pasal 85ayat (1) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yangmenyatakan bahwa kuasa yang mewakili pemegang saham ketikamenghadiri RUPS harus didasarkan pada surat, Pasal 1683 KUHPerdatamenyatakan si penerima hibah dapat memberi kuasa kepada seseorang laindengan suatu akta otentik untuk menerima penghibahan-penghibahan.Sehingga pada dasarnya, memberikan kuasa dapat dilakukan baik secaratertulis maupun secara lisan.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gun Gun Gunawan liked this
Bayu Laksaguna liked this
fiqry626 liked this
sartonoragil liked this
genzo7 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->