Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
0017JURNAL

0017JURNAL

Ratings: (0)|Views: 114 |Likes:
Published by chepimanca
FREE FLOATING EXCHANGE RATE SYSTEM DAN PENERAPANNYA PADA KEBIJAKSANAAN EKONOMI DI NEGARA YANG BERPEREKONOMIAN KECIL DAN TERBUKA
Adwin Surya Atmadja Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi − Universitas Kristen Petra ABSTRAK Sejak runtuhnya sistem Bretton Wood pada awal tahun 1970-an, sistem nilai tukar mengambang bebas telah diterapkan di banyak negara di dunia. Pemilihan terhadap sistem nilai tukar ini didasarkan kepada keuntungan ekonomis yang akan diperoleh dari padanya, tanpa mengabaikan k
FREE FLOATING EXCHANGE RATE SYSTEM DAN PENERAPANNYA PADA KEBIJAKSANAAN EKONOMI DI NEGARA YANG BERPEREKONOMIAN KECIL DAN TERBUKA
Adwin Surya Atmadja Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi − Universitas Kristen Petra ABSTRAK Sejak runtuhnya sistem Bretton Wood pada awal tahun 1970-an, sistem nilai tukar mengambang bebas telah diterapkan di banyak negara di dunia. Pemilihan terhadap sistem nilai tukar ini didasarkan kepada keuntungan ekonomis yang akan diperoleh dari padanya, tanpa mengabaikan k

More info:

Published by: chepimanca on Feb 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2014

pdf

text

original

 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra Http://Puslit.Petra.Ac.Id/Journals/Accounting/ 
FREE FLOATING EXCHANGE RATE SYSTEM 
DANPENERAPANNYA PADA KEBIJAKSANAANEKONOMI DI NEGARA YANG BERPEREKONOMIANKECIL DAN TERBUKA
Adwin Surya Atmadja
 Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi
Universitas Kristen Petra
ABSTRAK
Sejak runtuhnya sistem Bretton Wood pada awal tahun 1970-an,sistem nilai tukar mengambang bebas telah diterapkan di banyak negaradi dunia. Pemilihan terhadap sistem nilai tukar ini didasarkan kepadakeuntungan ekonomis yang akan diperoleh dari padanya, tanpamengabaikan kerugian yang ditimbulkan. Penilaian terhadap keuntungandan kerugian dari penerapan sistem nilai tukar ini akan sangat bergantung pada perekonomian negara yang bersangkutan, karena setiap perekonomian negara akan memberikan respon yang khas.Pada negara yang berperekonomian kecil dan terbuka dampak yangditimbulkan dalam perekonomian nasionalnya oleh penerapan sistem nilaitukar mengambang ini akan berbeda dengan yang diterima oleh negaramaju. Penjabaran mengenai fenomena yang terjadi pada negara yangberperekonomian kecil dan terbuka ini akan menjadi lebih jelas melalui penggunaan model Mundell – Fleming, yang memang secara khususdikembangkan untuk keperluan tersebut, serta dukungan dari berbagailandasan teori yang terkait dengan topik kajian. Dengan menggunakan asumsi mobilitas modal yang sempurna, model Mundell–Fleming mampu menjelaskan, bahwa dampak dari pelaksanaankebijakan ekonomi, khususnya kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, dinegara yang berperekonomian kecil dan terbuka yang telah menerapkansistem nilai tukar mengambang bebas akan berbeda dengan negara-negaralainnya. Kebijakan fiskal pada negara tersebut tidak akan mengubahtingkat pendapatan nasionalnya secara signifikan, tetapi hanya akanmenghasilkan perubahan pada nilai tukar mata uangnya terhadap matauang asing. Sedangkan kebijakan moneter pada negara yang sama, akanmenyebabkan berubahnya tingkat pendapatan nasionalnya, sebagai akibat dari berubahnya kurs mata uang domestik.Kata kunci: nilai tukar, kebijakan fiskal, kebijakan moneter.
 
Free Floating Exchange Rate System dan Penerapannya ……… (Atmadja) 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra Http://Puslit.Petra.Ac.Id/Journals/Accounting/ 
19ABSTRACT
Since the Bretton Wood sistem collapsed in early 1970s, the free floating exchange rate system has been being applied in many countriesaround the world. The exchange rate system choice is based on someeconomic advantages that will be obtained from it, considering someeconomic disadvantages that might be occurred. The valuation toward theadvantages and disadvantages of the exchange rate systemimplementation exactly depends on the national economy it self, becausesuch economy will give some responses in different ways. In a small-opened economy, the effect that occurred in its nationaleconomy by the implementation of the floating exchange rate system willbe different with the one which is received by a developed country. Theexposition about the phenomenon that is happened in the small-opened economy country will become more clearly explainable by Mundell –Fleming - model which is specially developed for those purposes-, and alsoby some basic theories related with the topic. By using the perfectly capital mobility asumption, Mundell – Flemingmodel is able to explain the effect of the economic policies implementation,specially fiscal policy and monetary policy, in a small economy countrythat has already applied the free floating exchange rate system will bedifferent with other countries. Fiscal policy that has been implemented inthe country will not significantly alter its national income, but it willcause an alteration in its exchange rate. However, monetary policyimplemented in the same countries, will cause changes in its nationalincome as a result of its exchange rate alteration.Keywords: exchange rate, fiscal policy, monetary policy.
1.
 
PENDAHULUAN
 
Negara-negara yang berperekonomian kecil dan terbuka (
small open economycountry
) biasanya adalah negara yang belum dan yang sedang berkembang. Di negaraini terjadi kecenderungan untuk menerapkan sistem nilai tukar yang mengambang,yang salah satunya disebabkan oleh banyaknya kejadian krisis nilai tukar yang kerapterjadi pada akhir milenium kedua. Dampak yang ditimbulkan dari sistem ini sangatmerusak pondasi perekonomian di beberapa negara tersebut.Ketidakmampuan negara-negara berperekonomian kecil dalam mempertahankannilai tukar mata uangnya seringkali disebabkan oleh penerapan berbagai kebijakanekonomi yang terlalu ekspansif. Kebijakan ini diharapkan memacu pertumbuhanperekonomian domestik yang tinggi dengan tujuan mengejar ketertinggalan di bidangekonomi dari negara-negara maju, yang kurang atau tidak mengantisipasi akibatburuk yang mungkin terjadi di masa mendatang.Untuk mencapai tujuan di atas, negara-negara berperekonomian kecil tersebutmenghadapi kendala dalam hal memobilisasi dana pembangunan dari dalam negeri, juga oleh kapasitas produksi yang belum memadai dan teknologi produksi yang
 
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 3, No. 1, Mei 2001: 18 - 29 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra Http://Puslit.Petra.Ac.Id/Journals/Accounting/ 
20
modern, serta oleh pangsa pasar yang kurang luas bagi produk-produk yang telahdihasilkannya. Oleh karenanya, negara-negara tersebut lebih memilih menerapkankebijakan perekonomian terbuka (
outward looking policy
), sehingga memungkinkandirinya untuk melakukan transaksi ekonomi dengan pihak luar negeri, gunamengurangi berbagai keterbatasan yang dimilikinya.Dengan membuka diri terhadap perekonomian dunia, produk-produk negara-negaraberperekonomian kecil dan terbuka harus mampu bersaing dengan produk-produk sejenis dari negara lain, baik dari segi harga maupun kualitas produk. Tetapi tingkatproduktivitas dan efisiensi produksi yang relatif masih rendah, akibat dari teknologiproduksi yang belum sepenuhnya modern, menyebabkan biaya produksi yang relatif lebih tinggi daripada biaya produksi komoditi sejenis di luar negeri.Dari kenyataan tersebut, dengan asumsi tidak adanya perbedaan kualitas produk yang berarti antara produk nasional dengan produk sejenis dari negara lain, makauntuk dapat berkompetisi dari segi harga, diperlukan peranan sistem nilai tukar valutaasing yang mampu memberikan daya dukung pada kenaikan derajat kompetisi produk ekspor nasional di pasar dunia. Sistem nilai tukar valuta asing yang digunakantersebut, haruslah memiliki kemampuan mengendalikan nilai tukar mata uangnasional terhadap mata uang asing, sehingga dapat membuat nilai tukar matauangnya terhadap mata uang asing menjadi lebih rendah, agar meningkatkan volumeekspor. Hal itu membuka peluang bagi campur tangan pemerintah atau pemegangotoritas moneter di negara tersebut dengan menerapkan sistem nilai tukar tetap (
 fixed exchange rate system
) ataupun sistem nilai tukar bebas terkendali (
manage floatingexchange rate system
) atau yang sejenisnya. Selain itu, pengendalian nilai tukar ini juga dimaksudkan untuk menarik modal asing dari luar negeri dalam rangkamembiayai pembangunan nasional.Proses pengendalian nilai tukar mata uang ini membutuhkan sejumlah cadangandevisa yang memadai. Sedangkan, banyak negara berperekonomian kecil tidak memiliki dalam jumlah cadangan devisa yang cukup memadai. Akibatnya, bila suatuketika terjadi
rush
valuta asing, maka cadangan devisa yang dimilikinya akan segeraterkuras. Dalam situasi tersebut dibutuhkan bantuan finansial internasional. Apabilabantuan finansial internasional masih belum mencukupi, maka haruslah dilakukanperubahan pada sistem nilai tukar mata uang menjadi lebih fleksibel, yaitu
 free floating exchange rate system
(sistem nilai tukar mengambang bebas).Tetapi sistem nilai tukar mengambang ini sepertinya memang relatif kurangdisukai oleh negara yang miskin dan negara yang sedang berkembang yangberperekonomian kecil, karena seringkali justru tidak memberikan dorongan nyataterhadap proses pencapaian tujuan-tujuan ekonomi yang dikehendaki. Apalagi, ternyatapenerapan sistem nilai tukar ini memiliki konsekuensi-konsekuensi ekonomis yangberbeda dengan penerapannya pada negara-negara yang maju yang telah kuatperekonomiannya (negara berperekonomian besar). Karena itulah diperlukan suatutelaah yang khusus untuk mengetahui lebih dalam tentang sistem nilai tukarmengambang bebas dan penerapannya pada negara yang berperekonomian kecil danterbuka.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Alin Yusuff liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->