Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
0065JURNAL

0065JURNAL

Ratings: (0)|Views: 41|Likes:
Published by chepimanca
Partisipasi Pengguna dalam Pengembangan Sistem Informasi (Telaah Literatur)
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga Email : priyohari@uksw.edu

Priyo Hari Adi

ABSTRAK
Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasi pengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini me
Partisipasi Pengguna dalam Pengembangan Sistem Informasi (Telaah Literatur)
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga Email : priyohari@uksw.edu

Priyo Hari Adi

ABSTRAK
Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasi pengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini me

More info:

Published by: chepimanca on Feb 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/14/2010

pdf

text

original

 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petrahttp://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=AKU 
 
Partisipasi Pengguna dalam Pengembangan Sistem Informasi(Telaah Literatur)
Priyo Hari Adi
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, SalatigaEmail : priyohari@uksw.edu
ABSTRAK
Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yangberpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasipengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasildari penelitian ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mengakomodasi kebutuhan dan keinginandengan melibatkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pengembangan sebuah sistem. Bagai-manapun juga, penggunaan istilah kepuasan pengguna tidak tepat dalam kaitannya dengan kepastianpengembangan sistem informasi. Kebanyakan dari pengguna dalam tahap implementasi membutuh-kan pemahaman dibanding keahlian dalam mengoperasikan sistem itu. Oleh karena itu beberapapenelitian lebih menggunakan istilah pemahaman pengguna dibandingkan dengan keahlian penggunauntuk mengukur kepuasan.
 Kata kunci:
partisispasi pengguna, kepuasan pengguna, keahlian pengguna, pemahaman pengguna.
 ABSTRACT 
User participation in information system development was found to be the important factor that influenced the systemsuccess. Researches found that user participation influenced the system success indirectly through the user satisfaction.The results show the importance of accommodating the users’ needs and requirements by involving them to participate inthe system development to get the system success. However, the use of the terminology of user satisfaction is not so correct in relation with certain stage of information system development. Most of the users in the implementation stage need theunderstanding rather than expertise to operate the system. That was the reason why some researches used the terminologyof user understanding rather than user expertise to measure their satisfaction in the related stage.
 
Keywords:
user participation, user satisfaction, user expertise, user understanding.
PENDAHULUAN
 Organisasi berada ditengah-tengah lingkung-an yang mempunyai kadar kompleksitas yangberbeda dengan lingkungan organsisasi yang lain.Kompleksitas ini berakibat pada ketidakpastianlingkungan tinggi yang mempengaruhi keberada-an dan keberlangsungan organisasi (Jones 2003).Organisasi dituntut untuk mengembangkansistem informasi yang relatif 
 fit 
dengan ketidak-pastian lingkungan tersebut. Pertanyaannya ada-lah apakah sistem informasi yang dikembangkanakan (semakin) kompleks seiring dengan(semakin) tingginya ketidakpastian lingkunganorganisasiAksesbilitas dan kapabilitas dalam penginte-grasian infomasi menjadi faktor penting pengam-bilan keputusan strategis. Organisasi harusmampu mendesain dan mengembangkan sisteminformasi yang berkualitas untuk menunjangkinerja. Guimaraes et al. (2003) menyatakanbahwa bisnis mempunyai ketergantungan yangtinggi terhadap sistem informasi yang dikembang-kan. Lebih jauh dinyatakan bahwa perlu dilaku-kan upaya yang terus-menerus dalam menjagadan memperbaiki kualitas sistem yang saat inidikembangkan (Person et al, 2001). Bahkan dalamartikelnya, Hartman sebagaimana dikutip Guima-raes et al. (2003) menyatakan perlunya penerapan
Total Quality Management 
(TQM) agar sisteminformasi yang dikembangkan menjadi berkuali-tas.Pengadopsian dan pengembangan sisteminformasi merupakan investasi yang sangatmahal, namun demikian sistem yang mahal belumtentu merupakan sistem berkualifikasi sesuaidengan harapan. Hal ini tentu saja menjadipertanyaan menarik, bagaimanakah suatu sisteminformasi dinilai berkualitas? Untuk menjawabpertanyaan ini tentu saja tidak mudah mengingatbergantung pada berbagai faktor, baik faktorinternal maupun eksternal. Faktor internal dapatmenyangkut manajemen, personalia maupunpengembang dari sistem informasi itu sendiri.Sedangkan faktor eksternal lebih menyangkut
52
 
 Adi
:
Partisipasi Pengguna dalam Pengembangan Sistem Informasi
 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petrahttp://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=AKU 
 
53
para
stakeholder 
yang merasakan dampak dariimplementasi sistem informasi. Sistem yang ber-kualitas akan mendorong keberhasilan (imple-mentasi) sistem, implikasi selanjutnya adalahadanya peningkatan kinerja secara keseluruhan,baik menyangkut karyawan, pimpinan, pemilik,maupun organisasi itu sendiri. Dalam hal inilahsuatu sistem dinilai berjalan secara efektif,dikarenakan dapat memenuhi kebutuhan dankeinginan berbagai konstituen yang ada dalamorganisasi, baik secara individual maupun secarakelompok (Gibson et al. 2003).Pengembangan sistem informasi merupakansebuah keputusan yang sangat strategis. Selainmenyangkut investasi yang cukup besar, terdapatbanyak faktor lain yang harus dipertimbangkan.Kompleksitas sistem bukanlah merupakan jaminan perbaikan kinerja, bahkan bisa jadikontraproduktif bila dalam tahapan implementasiternyata tidak didukung dengan kesiapan sumberdaya manusia (SDM) yang dikuasai perusahaan.Guimaraes (2003) menegaskan bahwa sisteminformasi harus dikembangkan untuk memenuhikebutuhan dan keinginan pengguna.Paparan singkat ini menunjukkan bahwadalam pengembangan sistem informasi, organisasiperlu untuk secara proaktif melibatkan SDM-nyadalam keputusan strategis ini. Dengan kata laindiperlukan partisipasi aktf dari para pengguna(pegawai) agar nantinya sistem yang dikem-bangkan dapat berjalan secara efektif.Beberapa hasil riset menemukan bahwapartisipasi aktif dalam pengembangan sistemmempunyai hubungan positif dengan keberhasilansistem (Ives dan Olson 1984; Barki dan Hartwick 1994; Guimaraes et al. 2003). Namun demikianbeberapa hasil riset lain justru memperolehtemuan yang berbeda. Partisipasi mempunyaihubungan yang negatif dan partisipasi mempu-nyai hubungan yang tidak signifikan dengankeberhasilan sistem (Barki dan Harwick 1989).Pertentangan hasil riset ini memberikan indikasiperlunya dilakukan pendekatan kontijensi dalammencari hubungan antara partisipasi penggunadan keberhasilan sistem dalam pengembangansistem informasi.Guimaraes et al. (2003) menyatakan bahwakeberhasilan sistem mempunyai tiga komponen(tolak ukur), yaitu kualitas sistem, manfaat sistemdan kepuasan pengguna. Pendapat ini menun- jukkan bahwa keberhasilan dalam pengembangansistem informasi terkait dengan pengguna ditentu-kan oleh sampai sejauh mana partisipasi yang adadapat menyebabkan kepuasan pengguna. Dalamkomunitas pengembang sistem, partisipasi me-rupakan faktor yang harus dipertimbangkanuntuk menjamin kepuasan pengguna sehinggamampu menunjang keberhasilan sistem tersebut(Mckeen et al. 1992).Dalam artikel ini penulis mencoba memberi-kan gambaran tentang arti penting partisipasi,khususnya dalam pengembangan sistem. Gambar-an ini akan disertai dengan bukti empiris (hasilriset) yang menunjukkan kemanfaatan partispasidalam pengembangan sistem dan variabel yangmempunyai pengaruh dalam menentukan arahhubungan partisipasi dengan kepuasan penggunamaupun keberhasilan sistem. Hasil riset lain jugaakan paparkan untuk mengetahui faktor-faktorapa saja yang mempunyai pengaruh terhadapadanya partisipasi dalam pengembangan sistem.
PARTISIPASI BAGI ORGANISASI
Organisasi berada ditengah-tengah lingkung-an yang mempunyai dinamika dan akselerasipertumbuhan yang berbeda. Jones (2003) mem-bagi lingkungan organisasi menjadi lingkunganspesifik dan lingkungan umum. Lingkungan spesi-fik merupakan stakeholder yang secara langsungmempengaruhi kemampuan organisasi untuk mengamankan sumber daya yang dimiliki, semen-tara lingkungan umum merupakan kekuatan luaryang mempengaruhi lingkungan spesifik dan jugakemampuan organisasi dalam lingkungan khususuntuk mendapatkan sumber daya yang dibutuh-kan. Artinya keberadaan lingkungan ini secaralangsung atau sebaliknya dapat mempengaruhieksistensi dan perkembangan organisasi.Kemampuan organisasi untuk mengelolalingkungannya secara efektif akan menunjangkelancaran pasokan sumber-sumber daya. Kesem-patan untuk memperoleh pelanggan-pelangganbaru dan meningkatkan produktifitas secarakuantitas maupun kualitas lebih terbuka. Salahsatu lingkungan umum organisasi yang mem-punyai pengaruh signifikan adalah lingkunganteknologi. Pengadopsian dan pemanfaatan tekno-logi informasi merupakan upaya strategis meng-ingat kemanfaatannya yang tidak hanya dituju-kan untuk menyesuaikan diri dengan perubahanteknologi lingkungan, namun lebih dari itupemanfaatkan teknologi ini sangat berperandalam mengatasi dan mengantisipasi berbagaiketidakpastian baik menyangkut komponen lainlingkungan umum maupun lingkungan khususorganisasi yang bersangkutan.Sebagai investasi yang mahal, pengambilankeputusan untuk mengembangkan sistem infor-masi perlu dipertimbangkan secara matang. Adaberbagai faktor lain (selain kemampuan finansial)yang harus dianalisis agar sistem dapat berjalanefektif, salah satunya adalah faktor sumber dayamanusia (SDM). SDM merupakan faktor strategispenentu keberhasilan sistem. Pengembangan
 
 JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN, VOL. 8, NO. 1, MEI 2006: 52-62
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petrahttp://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=AKU 
 
54
sistem informasi yang mengabaikan kesiapanSDM-nya dapat mengakibatkan sistem menjaditidak efektif bahkan cenderung kontraproduktit(McKeen dan Guimaraes 1997). Dalam kasus yangmereka teliti ditemukan bahwa pengguna merasakecewa dan berperilaku disfungsional selamaimplementasi dan pengembangan sistem dikare-nakan pendapat dan harapan mereka diabaikanoleh pengembang. Pengembang dalam konteks inimengabaikan faktor sukses yang melekat yaitukebutuhan (
needs
) dan persyaratan lain (
require-ments
) yang diajukan oleh pengguna (Gibson et al.2003).Ambler (2002) berargumentasi bahwa apabilaorganisasi gagal untuk mengidentifikasi berbagaikepentingan stakeholder (termasuk diantaranyapengguna) yang nantinya akan terlibat secaraaktif, maka dapat menyebabkan prioritas ter-hadap sistem menjadi rendah dan sehingga sistemmempunyai kemungkinan kegagalan yang tinggi.Sistem yang mahal yang didesain dan dirakittanpa melibatkan pengguna akan jarang sekalidiimplementasikan atau bila dipaksakan diguna-kan, maka sistem tidak akan berjalan secaraefektif (James dan Carr 1994). Hal senada di-kemukakan Robey et al. (1989) yang menyatakanbahwa kegagalan sistem yang mahal lebih banyak disebabkan oleh faktor organisasi dan perilakupreskripsi atas keterlibatan pengguna dalampengembangan sistem. Keterlibatan penggunabermanfaat tidak hanya memperbaiki kinerjateknis dari sistem informasi, tetapi juga mampumeningkatkan penerimaan pengguna dan keman-faatan sistem itu sendiri.Dari paparan tersebut dapat diambil duapemahaman penting berikut ini: 1) Pengembangansistem informasi merupakan upaya organisasidalam mengatasi dan mengantisipasi ketidak-pastian lingkungan, baik pada lingkungan spesifik maupun lingkungan umum organisasi dan 2)Keberhasilan pengembangan dan implementasisistem akan sangat ditentukan oleh partisipasiaktif dari pengguna. Partisipasi pengguna akanmendorong tercapainya kepuasan kerja, yang padaakhirnya akan memperbaiki kinerja perusahaansecara keseluruhan.Sebagai keputusan strategis, adopsi danimplementasi sistem informasi biasanya ditentu-kan oleh manajemen puncak. Namun demikian,dalam prosesnya diperlukan berbagai pertimbang-an mengingat sistem diharapkan dapat berjalansecara efektif dan mempunyai masa kemanfaatanekonomis yang lama mengingat besarnya investasiuntuk pengembangan sistem ini. Hal ini berartibahwa dalam operasionalisasinya sistem akanberjalan secara rutin (dan mungkin juga kom-pleks) dan pengguna-lah yang nantinya akanbergelut secara intens dengan mekanisme dansegala permasalahan yang ada. Permasalahan-permasalahan rutin akan senantiasa dihadapi danperlu diambil keputusan secara cepat, baik secaraindividu maupun secara kelompok tanpa harusmenunggu instruksi dari pimpinan.Pengguna akan berhadapan dengan berbagaikeputusan terprogram (programmed decisions)dibanding dengan dengan keputusan yang tidak terprogram (Gibson et al. 2003). Diperlukan pema-haman secara holistik menyangkut pengguna,baik menyangkut kesiapan (pengetahuan, ketram-pilan dan keahlian yang dimiliki) maupunkebutuhannya (
needs
). Dalam konteks teorikebutuhan Maslow, manusia mempunyai 5 (lima)tingkatan kebutuhan yang berbeda. Identifikasiterhadap kebutuhan manakah yang merupakanprioritas (yang harus segera dipenuhi) merupakanhal penting mengingat kebutuhan inilah yangrelatif mampu memberikan motivasi terbesar(Gibson et al. 2003).Dilihat dari mekanismenya, partisipasi dapatdilakukan dengan cara sebagai berikut (Barki danHartwick 1994): 1) Secara langsung (melalui akti-vitas personal) maupun tidak langsung (melaluiperwakilan), 2) Secara formal (melalui kelompok,pertemuan maupun mekanisme formal) dan dapat juga dilakukan secara informal (melalui hubung-an, diskusi-diskusi maupun penugasan informal)dan 3) Secara individual (aktivitas dilakukansendirian) maupun melalui berbagi/sharing(dilakukan secara bersama-sama).Partisipasi secara formal, baik secara lang-sung maupun individual akan lebih mudahterlaksana pada organisasi yang didesain denganstruktur flat (relatif terdesentralisasi), namunsebaliknya tidak demikian dengan organisasi yangberstruktur terlalu hirarkis (Jones 2003).Selain mempunyai manfaat motivasional,partisipasi juga bermanfaat bagi pengendalianorganisasi. Pengendalian organisasi ditujukanuntuk memastikan apakah realisasi kinerja sesuaidengan target. Keterlibatan pengguna dalampengembangan sistem akan memberikan gambar-an target ataupun tujuan pengembangan dancara/mekanisme untuk mewujudkannya. Partisi-pasi akan mendorong pencapaian efektifitasindividu, selanjutnya akan mendorong efektifitaskelompoknya dan pada gilirannya akan menye-babkan efektifitas organisasi (Gibson et al. 2003).
PARTISIPASI PENGGUNA DALAMPENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Pengguna mempunyai peran yang sangatsentral dalam pengembangan sistem informasi.Faktor partisipasi pengguna secara umum dariberbagai hasil riset memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan pengembangan sistem.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->