Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
0070JURNAL

0070JURNAL

Ratings: (0)|Views: 344 |Likes:
Published by chepimanca
Biaya Tanggung Jawab Sosial Sebagai Tax Benefit
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra, Surabaya Email:yenni@peter.petra.ac.id

Yenni Mangoting

ABSTRAK
Tujuan perusahaan tidak semata-mata hanya maksimalisasi laba untuk shareholders, tetapi perusahaan juga harus bertanggungjawab terhadap lingkungan di mana perusahaan itu berada. Tanggung jawab sosial dapat dalam bentuk yang bersifat kemanusiaan atau pengembangan komunitas (Community Development). Undang-Undang Republik Indonesi
Biaya Tanggung Jawab Sosial Sebagai Tax Benefit
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra, Surabaya Email:yenni@peter.petra.ac.id

Yenni Mangoting

ABSTRAK
Tujuan perusahaan tidak semata-mata hanya maksimalisasi laba untuk shareholders, tetapi perusahaan juga harus bertanggungjawab terhadap lingkungan di mana perusahaan itu berada. Tanggung jawab sosial dapat dalam bentuk yang bersifat kemanusiaan atau pengembangan komunitas (Community Development). Undang-Undang Republik Indonesi

More info:

Published by: chepimanca on Feb 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2010

pdf

text

original

 
 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/accounting
 
Biaya Tanggung Jawab Sosial Sebagai
Tax Benefit
 
 Yenni Mangoting
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra, SurabayaEmail:yenni@peter.petra.ac.id
 ABSTRAK
Tujuan perusahaan tidak semata-mata hanya maksimalisasi laba untuk
shareholders
, tetapiperusahaan juga harus bertanggungjawab terhadap lingkungan di mana perusahaan itu berada.Tanggung jawab sosial dapat dalam bentuk yang bersifat kemanusiaan atau pengembangan komunitas(
Community Development
). Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang PerseroaanTerbatas, pada Pasal 74 mengatur tentang kewajiban perusahaan melakukan tanggung jawab sosial.Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pajak dapat memberikan insentif pajak yang memperkenankanpengeluaran-pengeluaran tanggung jawab sosial sebagai pengurang penghasilan kena pajak untukperusahaan yang konsisten menerapkan tanggung jawab sosialnya.
Kata kunci:
tanggung jawab sosial perusahaan, pajak penghasilan, fasilitas pajak
 ABSTRACT 
Company should not always maximize profits for their shareholders, but they have to undertakeactivity that might be regarded as socially responsible with their environment where it place. Corporatesocial responsibility can be form as charity or community development. The law number 40 year 2007 of theamendment to law of limited liabilities companies in paragraph 74 about company obligation for corporatesocial responsibility. Government through Director General of Taxation can give tax facility that allow allcorporate social responsibility cost as an items that may be deducted to determine amounts of taxableincome for company which is consistent applying their corporate social responsibility.
 Keywords:
corporate social responsibility, income tax, tax facility
 
PENDAHULUAN
Tujuan sebuah organisasi dalam hal ini peru-sahaan pada umumnya adalah mencari laba (
 profitoriented
). Tetapi seiring dengan perkembanganzaman, tujuan tersebut mengalami pergeseran. Adanya tuntutan dari masyarakat pengguna hasil-hasil produksi perusahaan, membuat perusahaanmengubah orientasi tujuannya, bukan lagi hanyamengejar laba tetapi bagaimana masyarakat mem-berikan pengakuan terhadap eksistensi perusaha-an. England (1967) dalam Lubis dan Huseini (1987)menyebutkan delapan sasaran yang dianggappenting oleh pimpinan organisasi di Amerika.Sasaran tersebut adalah: 1) efisiensi organisasi, 2)produktivitas yang tinggi, 3) memaksimumkan ke-uantungan, 4) pertumbuhan organisasi, 5) kepe-mimpinan organisasi dalam sektornya 6) stabilitasorganisasi, 7) kesejahteraan karyawan dan 8) kese- jahteraan sosial di lingkungan organisasi. Halsenada juga diungkapkan oleh Humble (1981) yangmenyebutkan bahwa bidang-bidang pokok di manasuatu organisasi harus menentukan sasarannya,yaitu: 1) perusahaan, 2) profitabilitas, 3) pemba-haruan 4) kedudukan pasar, 5) produktivitas, 6)sumber-sumber keuangan dan fisik, 7) prestasi(karya) dan pengembangan manajer, 8) prestasi(karya) dan sikap pekerja, dan 9) tanggung jawabsosial. Lebih lanjut diungkapkan oleh Humble,tanggung jawab sosial di sini di bagi menjadi duayaitu 1) tanggung jawab eksternal dalam halhubungan dengan masyarakat, hubungan dengankonsumen, pencemaran, pengemasan, hubungandengan investasi dan hubungan dengan pemegangsaham sedangkan tanggung jawab internal dalamhal kondisi kerja, struktur organisasi dan gayamenajemen, komunikasi, hubungan perburuhandan pendidikan dan pelatihan.
HUBUNGAN ANTARA PERUSAHAAN DANLINGKUNGAN
Pendekatan modern menyebutkan bahwaorganisasi sebagai suatu sistem terbuka, yangberarti bahwa organisasi merupakan bagian (subsistem) dari lingkungannya, sehingga organisasidapat dipengaruhi maupun mempengaruhi ling-kungannya (Lubis dan Huseini, 1987). Selanjutnyadalam Lubis dan Huseini (1987) menyebutkanbahwa ada sembilan segmen lingkungan yangmempengaruhi perusahaan, yaitu: 1) industri, 2)
35
 
JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN, VOL. 9, NO. 1, MEI 2007: 35-42 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/accounting
 
36
bahan baku, 3) tenaga kerja, 4) keuangan, 5) pasar,6) teknologi, 7) kondisi ekonomi, 8) pemerintah dan9) kebudayaan.Pengaruh lingkungan terhadap sebuah organi-sasi menjadi sangat kental, hal ini terjadi karenaadanya ketergantungan organisasi terhadapsumber-sumber yang terdapat pada lingkungan.Hal ini ditegaskan oleh Lubis dan Huseini (1987)yang menyebutkan bahwa organisasi mempunyaiketergantungan ganda terhadap lingkungannya,karena produk dan jasa yang merupatkan outputorganisasi dikonsumsi oleh pemakai yang terdapatdalam lingkungannya. Dari pihak lain, organisasi juga mendapatkan berbagai jenis input dari ling-kungannya. Posisi input dan output ini menjadiberbahaya jika pertukaran input dan output men- jadi tidak seimbang.Menurut Grayson dan Hodges ( 2004), bahwaperusahaan tidak beroperasi di dalam ruangkosong, melainkan dalam kondisi interaksi yangkompleks dengan perkembangan ilmu pengetahu-an dan teknologi, situasi politik, pembangunansosial dan ekonomi, juga risiko-risiko yang mung-kin timbul. Jonker dan Witte (2004) menyebutkanbahwa Organisasi sekarang ini tidak hanyabertanggung jawab bagaimana menghasilkan kua-litas produk dan jasa yang baik, tetapi juga harusdapat memenuhi kebutuhan para
external
 
stakehol-ders
sebagai suatu cara untuk mencegah timbulnyadampak negatif sosial.Pada gambar 1 terlihat bahwa kualitas ber- jalannya manajemen sebuah perusahaan, dalamhal baik buruknya barang dan jasa yang diberikanakan memberikan pengaruh terhadap lingkunganyang ada di luar perusahaan, yaitu 1)
Market Place
,yaitu pelanggan, analis keuangan,
shareholders
, 2)
Work Place
, yaitu serikat buruh (
Union Employee
),3)
Environment
, yaitu: lingkungan pemerintah danLembaga Swadaya Masyarakat masyarakat seki-tar perusahaan, 4)
local communities
, yaitu masya-rakat yang ada di lingkungan perusahaan.
Sumber: www.mallenbaker.net
Gambar 1. The Business in Society
Dari dua pendapat diatas, terlihat bahwa
 profitoriented
bukan lagi menjadi tujuan satu-satunyaperusahaan, tetapi perusahaan sudah mulai me-masukkan tujuan lain yaitu bagaimana memba-ngun kesejahteraan sosial di lingkungan perusaha-an atau disebut membangun tanggung jawabsosial.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL(
Corporate Social Responsibility
)
Dalam Wikipedia Indonesia disebutkan bahwatanggung jawab sosial perusahaan atau
CorporateSocial Responsibility
adalah merupakan suatukonsep bahwa organisasi, khususnya (bukanhanya) perusahaan memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegangsaham, komunitas dan lingkungan dalam segalaaspek operasional perusahaan. Lebih lanjut dise-butkan bahwa tanggung jawab sosial berhubunganerat dengan pembangunan berkelanjutan
, dimanaada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalammelaksanakan aktivitasnya harus mendasarkankeputusannya tidak semata hanya berdasarkanfaktor keuangan belaka seperti halnya keuntunganatau deviden melainkan juga harus berdasarkankonsekwensi sosial dan lingkungan untuk saat inimaupun untuk jangka panjang. Menurut Baker(2007), tanggung jawab sosial adalah bagaimanacara perusahaan mengelola proses bisnisnya untukmenghasilkan segala hal yang positif yang ber-pengaruh terhadap lingkungannya.Tanggung jawab sosial dapat dikatakan seba-gai cara perusahaan mengatur proses produksiyang berdampak positif pada komunitas. Dapatpula dikatakan, sebagai proses penting dalampengaturan biaya yang dikeluarkan untuk meraihkeuntungan, baik internal (pekerja,
shareholder
),maupun eksternal (kelembagaan pengaturanumum, anggota-anggota komunitas, kelompok ko-munitas sipil dan perusahaan lain). Esensi tang-gung jawab sosial. Pada dasarnya, bentuk tang-gung jawab sosial perushaan dapat beranekaragam. Dari yang bersifat
charity
sampai padakegiatan yang bersifat pengembangan komunitas(
Community Development
).Menurut Andi Firman (2007) tanggung jawabsosial adalah suatu konsep yang bermaterikantanggung jawab sosial dan lingkungan oleh peru-sahaan kepada masyarakat luas, khususnya diwilayah perusahaan tersebut beroperasi. Tanggung jawab sosial dapat berupa program yang memberi-kan bantuan modal kerja lunak bagi para petani,nelayan, pengusaha kecil, pemberian beasiswa bagipelajar dan mahasiswa terutama yang tidak
 
 Mangoting 
:
 Biaya Tanggung Jawab Sosial Sebagai Tax Benefit
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/accounting
 
37
mampu dan berprestasi, perbaikan infrastruktur jalan, gedung-gedung sekolah, sarana keagamaandan olah raga, pendidikan dan pelatihan keperem-puanan dan pemuda, serta pemberdayaan masya-rakat adat. Termasuk pula memelihara kondisialam agar tetap dalam kondisi yang sehat danseimbang. Pada posisi demikian, perusahaan telahikut serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi(
Economic Growth
) masyarakat dari segi ekonomisdan ekologis.
 
Menurut Bank Dunia dalam Martanti (2007),tanggung jawab sosial perusahaan terdiri daribeberapa komponen utama: perlindungan ling-kungan, jaminan kerja, hak azasi manusia, inte-raksi dan keteribatan perusahaan dengan masya-rakat, standar usaha, pasar, pengembangan ekono-mi dan badan usaha, perlindungan kesehatan,kepemimpinan dan pendidikan, bantuan bencanakemanusiaan.Dengan adanya tanggung jawab sosial sebe-narnya perusahaan diuntungkan karena dapatmenciptakan lingkungan sosial yang baik sertadapat menumbuhkan citra positif perusahaan,tentu hal ini dapat meningkatkan iklim bisnis bagiperusahaan.Baker (2007) menyebutkan bahwa ada duamodel penerapan tanggung jawab sosial. Modeltersebut adalah: 1) Model Amerika – Tradisional.Model ini lebih bersifat filantropis/karitas. Padamodel ini perusahaan mendapatkan laba sebesar-besarnya, melakukan pemenuhan kewajiban per-pajakan dan menyumbangkan keuntungannyakepada masyarakat. 2) Model Eropa-Modern.Model ini lebih integrative, memfokuskan diri padabidang usaha utama perusahaan yang dijalankandengan tanggung jawab terhadap masyarakat.
PENERAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIALDI INDONESIA 
PT. HM. Sampoerna, Tbk, perusahaan rokokyang telah memulai bisnisnya di Indonesia selamapuluhan tahun yang lalu telah banyak berkon-tribusi dalam mengurangi penggangguran denganmembuka lapangan pekerjaan. Puluhan ribumasyarakat Indonesia saat ini menjadi tulangpunggung proses produksi perusahaan rokokterbesar di Indonesia.PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom)kembali meraih penghargaan dibidang CorporateSocial Responsibility (tanggung jawab sosial).Dalam Selular Forum yang diselenggarakan ataskerjasama Departemen Komunikasi dan Informa-tika (Kominfo), Masyarakat Telekomunikasi Indo-nesia (Mastel) dan Majalah Seluler, Telkom dino-batkan sebagai operator yang melakukan programtanggungjawab sosial dengan cakupan dan sasaranpaling luas diantara operator-operator telekomuni-kasi di Indonesia (the Most Coverage and Target inCorporate Social Responsibility). Kegiatan tang-gung jawab sosial Telkom cukup beragam dengan jangkauan seluruh Indonesia. Salah satu kegiatantanggung jawab sosial Telkom dikelola oleh unitTelkom Community Development Center (TelkomCDC) yang berdiri secara resmi sejak 2001. melaluiCDC, Telkom mengelola program PKBL (ProgramKemitraan dan Bina Lingkungan) yang tersebar diseluruh Nusantara. Kegiatan tanggung jawabsosial Telkom yang cukup menonjol adalah dibidang pendidikan. Pada posisi s/d Triwulan III2006, dana yang dikeluarkan untuk bantuanpendidikan dan pelatihan (BPP) mencapai 49%dari seluruh anggaran Bina Lingkungan Telkom.Bank Mandiri, sebagai salah bank pemerintahtelah merealisasikan Program Bina Lingkungan2007 di bidang kesehatan dengan melaksanakankhitanan massal bagi 5.000 anak yang tersebar di15 lokasi kota besar Indonesia. Kegiatan ini jugasebagai bentuk kepedulian Bank Mandiri terhadapanak-anak tidak mampu.Selain bank pemerintah, Bank Danamon seba-gai salah satu bank swasta nasional juga melak-sanakan tanggung jawab sosial dengan program”Danamon Peduli”. Program Danamon Pedulidimulai tahun 2001, dan terus berkembang, se-hingga pada tanggal 17 Februari 2007 didirikanlah Yayasan Danamon Peduli oleh PT. Bank DanamonIndonesia Tbk dan PT. Adira Dinamika Multifi-nance Tbk untuk memberikan akses yang lebihluas kepada para pihak yang mempunyai misiyang sama dalam menciptakan kesejahteraan
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAANDAN NILAI PASAR
Penelitian tentang tanggung jawab sosialdiungkapkan oleh Martanti (2007) berdasarkanhasil survey dari “The Millenium Poll on corporatesocial responsibility” (1999) yang dilakukan olehEnvironics International (Toronto), ConferenceBoard (New York) dan Prince of Wales BusinessLeader Forym (London) diantara 25.000 respondendi 23 negara menunjukkan bahwa dalam mem-bentuk opini perusahaan, 60% mengatakan bahwaetika bisnis, praktek terhadap karyawan, dampakterhadap lingkungan, tanggungjawab sosial peru-sahaan akan paling berperan. Sedangkan bagi 40%citra perusahaan dan
brand image
yang akanpaling mempengaruhi kesan mereka. Hanya 1/3yang mendasari opininya atas faktor-faktor bisnisfundamental seperti faktor finansial, ukuran peru-sahaan, strategi perusahaan, atau manajemen.Lebih lanjut, sikap konsumen terhadap perusaha-

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
roylembong liked this
Intan Dewitasari liked this
munykres liked this
rrazziss liked this
Ichimaru Rhist liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->