Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Level of Assurance, Reputasi Kantor Akuntan

Pengaruh Level of Assurance, Reputasi Kantor Akuntan

Ratings: (0)|Views: 5|Likes:
Published by chepimanca

More info:

Published by: chepimanca on Feb 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/14/2010

pdf

text

original

 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/accounting
 
Pengaruh
Level of Assurance
, Reputasi Kantor Akuntan Publik,Struktur Modal Calon Debitur, dan Ukuran Bank TerhadapKeputusan Pemberian Kredit Bank di Indonesia
Elisa Tjondro
Staf Pengajar Fakultas EkonomiUniversitas Kristen Peta, SurabayaE-mail:elisatjondro@peter.petra.ac.id
 ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah
level of assurance
, reputasi kantor akuntanpublik, struktur modal calon debitur, dan ukuran bank mempengaruhi keputusan pemberian kredit olehbank. Teknik analisis yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah
Chi-square test
,
Friedman test,
dan Regresi dengan memakai alat bantu
software
SPSS versi 10.0. Penelitian inimembuktikan bahwa struktur modal calon debitur dan ukuran bank berpengaruh terhadap keputusanpemberian kredit bank, sedangkan variabel
level of assurance
dan reputasi kantor akuntan publikterbukti tidak mempengaruhi keputusan pemberian kredit bank. Dari kedua variabel tersebut, strukturmodal adalah variabel yang memiliki tingkat pengaruh paling tinggi terhadap keputusan pemberiankredit bank di Indonesia.
Kata kunci:
 
level of assurance,
keputusan pemberian kredit bank.
 ABSTRACT 
This research intends to know the influence of the level of assurance, CPA firm’s reputation, aspirantdebitor’s capital structure and bank size on bank loan decisions. The applied regression technique used tosolve this problem are Chi-square test, Friedman test and Regression with the help of software SPSS 10 
th
 version. This research’s results proved that the aspirant debitor’s capital structure and bank size haveinfluence on bank lending decisions, while level of assurance and CPA firm’s reputation proved of noinfluence on bank lending decisions. From these two variables, aspirant debitor’s capital structure has thehighest impact on bank loan decisions in Indonesia.
 Keywords:
level of assurance, bank lending decisions.
 
PENDAHULUAN
FASB (1980) yang dikutip dari Kieso danWeygandt (2001: 37), mengemukakan 2 kriteriautama yang harus dipenuhi agar laporan keuanganbermanfaat dalam pengambilan keputusan, yaitu:relevan (
relevance
) dan dapat diandalkan (
reliabi-lity
). Selain 2 kriteria utama, kriteria kualitatif tambahan yang harus dimiliki oleh laporan ke-uangan adalah kemampuannya untuk dapatdibandingkan (
comparability
). Menurut Kieso danWeygandt (2001: 38), relevan berarti laporan ke-uangan tersebut mampu membuat suatu per-bedaan pada keputusan yang diambil oleh pemakaiinformasi, sedangkan dapat diandalkan berartilaporan keuangan tersebut dapat dibuktikan kebe-narannya dan bebas dari kesalahan (
error
) dandugaan yang salah (
bias
). Relevansi dan reliabilitassuatu laporan keuangan tidak mudah diukur(Sutikno dan Sabeni, 2000), sehingga pemakaiinformasi membutuhkan jasa pihak ketiga yangindependen, yaitu akuntan independen, untukmeyakinkan kedua kriteria tersebut terdapatdalam laporan keuangan yang akan digunakan.Hal ini menyebabkan perusahaan penyajilaporan keuangan, terutama perusahaan
 go public
 berlomba-lomba menyewa jasa akuntan indepen-den. Perusahaan dapat menyewa jasa audit yangmenyediakan kredibilitas tertinggi untuk laporankeuangan, tetapi juga biaya yang terbesar diban-dingkan jenis jasa lainnya (Nichols dan Smith,1983). Jasa lainnya adalah jasa
review
laporankeuangan yang memiliki kredibilitas yang cukup(Kiger dan Scheiner, 1997). Namun bila perusaha-an memutuskan untuk tidak menggunakanakuntan independen, laporan keuangan keuangantersebut akan memiliki kredibilitas yang sangatkecil (Becker, 1998).Dalam banyak kasus, audit atas laporan ke-uangan suatu perusahaan selain dapat mem-perkecil
information risk
, pelaksanaan audit jugadapat membantu perusahaan untuk meningkat-
52
 
Tjondro
:
 Pengaruh Level of Assurance, Reputasi Kantor Akuntan Publik
 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/accounting
 
53
kan efisiensi dan efektifitas operasi perusahaan(Arens and Loebbecke, 2000: 12). Bahkan sering-kali terjadi, ketika pihak manajemen dan karya-wan suatu perusahaan menyadari bahwa peru-sahaan tempatnya bekerja sedang diaudit, manaje-men dan karyawan akan lebih berhati-hati dalammenjalankan pekerjaannya. Dengan demikian, ke-cenderungan untuk melakukan pelanggaran akanberkurang (Arens and Loebecke, 2000: 7).Informasi yang telah diaudit tersebut kemudi-an akan digunakan dalam proses pengambilankeputusan (Arens and Loebecke, 2000: 9). Sebagaicontoh, keputusan bank untuk memberikan pin- jaman kepada suatu perusahaan akan dipengaruhioleh opini audit atas perusahaan tersebut. Bankakan lebih berani memberikan pinjaman kepadaperusahaan yang menerima opini Wajar TanpaPengecualian (
Unqualified Opinion
) dibandingkanperusahaan yang menerima opini Wajar DenganPengecualian (
Qualified Opinion
). Tentunya sema-kin tinggi
level of assurance
yang diberikan auditor,makin relevan dan reliabel laporan keuangan calondebitur tersebut. Namun beberapa penelitian me-nemukan bahwa
level of assurance
yang diberikanakuntan publik tidak memiliki pengaruh yangsignifikan terhadap keputusan pemberian kreditbank, seperti penelitian yang dilakukan olehJohnson & Pany (1984) dan Wright & Davidson(2000). Kedua penelitian ini menemukan bahwaketerlibatan auditor tidak mempengaruhi kepu-tusan pemberian kredit oleh pihak bank
.
 
Level of assurance
bukanlah satu-satunyavariabel yang mempengaruhi keputusan pemberi-an kredit bank (Miller dan Smith, 2002). Kantorakuntan publik (KAP), sebagai pihak independenyang melakukan verifikasi terhadap informasiutama bank, merupakan variabel yang patut diper-timbangkan dalam keputusan pemberian kreditbank. Dengan banyaknya KAP yang ada, per-saingan diantara KAP akan semakin ketat. Ke-inginan KAP agar tetap dapat eksis dalam per-saingan ini berpeluang untuk menghalangiobyektifitas KAP yang selanjutnya akan mempe-ngaruhi pula independensinya dalam melaksana-kan tugas auditnya.Selain laporan keuangan, struktur modal bis-nis merupakan variabel yang patut dipertimbang-kan (Miller dan Smith, 2002), mengingat
solvency
 bisnis dipengaruhi pula oleh jumlah hutang-hutangbisnis tersebut. Dari sisi pemberi kredit, variabelukuran bank dianggap dapat mempengaruhikeputusan pemberian kredit karena ukuran bankberkaitan dengan kapasitas kredit. Semakin besarukuran suatu bank, maka semakin besar pulakemampuan bank tersebut dalam menyalurkankredit (Miller dan Smith, 2002). Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan, maka masalah yangdiajukan pada penelitian ini dirumuskan sebagaiberikut: Apakah
level of assurance
, reputasi kantorakuntan publik, struktur modal calon debitur, danukuran bank memiliki pengaruh yang signifikanterhadap keputusan pemberian kredit bank diIndonesia?Penelitian ini dilakukan terhadap seluruhbank di Indonesia yang beroperasi per Mei 2003yang dipublikasikan di majalah Investor edisi 79tanggal 11-25 Juni 2003. Berdasarkan sumbertersebut, jumlah bank yang beroperasi per Mei2003 adalah 135 bank (tidak termasuk bankdengan sistem perbankan syariah). Peneliti me-lakukan survey dengan menyebarkan kuesionerkepada seluruh bank di Indonesia. Kuesionerdibagikan hanya kepada satu pengambil keputus-an kredit di setiap bank di Indonesia.Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui apa-kah
level of assurance
, reputasi kantor akuntanpublik, struktur modal calon debitur, dan ukuranbank mempengaruhi keputusan pemberian kreditbank. 2) Memberikan informasi kepada calon de-bitur dan debitur tentang faktor-faktor yangmempengaruhi keputusan pemberian kredit bank,sehingga dapat meningkatkan kualitas informasiyang diberikannya pada saat mengajukan permo-honan kredit. 3) Memberikan informasi kepadaauditor tentang faktor-faktor yang berkaitandengan pekerjaan dan profesinya yang mempe-ngaruhi keputusan pemberian kredit bank.
LEVEL OF ASSURANCE 
Penelitian ini hanya membahas 3
level of assurance
, yaitu: a)
 Audit
adalah suatu prosessistematik untuk memperoleh dan mengevaluasibukti secara objektif mengenai asersi tentangkegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuanuntuk menetapkan tingkat kesesuaian antaraasersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetap-kan, serta penyampaian hasilnya kepada yangberhak (Mulyadi 2002). Asersi adalah pernyataanyang dibuat oleh satu pihak yang secara implisitdimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain(pihak ketiga), b)
Review
adalah permintaan ke-terangan dan prosedur analitik terhadap informasikeuangan suatu entitas (Mulyadi 2002). Mulyadimenjelaskan bahwa
review service
hanya berupapermintaan keterangan kepada manajemen peru-sahaan tanpa berusaha memperoleh bukti-buktidari eksternal perusahaan dan c)
No assurance
.Jasa akuntan publik yang tidak memberikankeyakinan (
no assurance
) adalah
compilation
 (Boynton, et al 2001:901). Definisi
compilation
adalah:
“accounting work in which an accountant performs few, if any, procedures, and it is substan-tially less than a review service” 
(Robertson dan
 
JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN, VOL. 9, NO. 2, NOPEMBER 2007: 52-64 
 Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/accounting
 
54
Louwers, 2002:444).
 Assurance
yang diberikan oleh jasa
review
dan
compilation
lebih rendah daripada jasa audit, sehingga bukti yang dibutuhkan lebihsedikit untuk
assurance
jenis ini dan
assurance
ini juga dapat dilaksanakan dengan
 fee
yang lebihrendah daripada audit.
REPUTASI KANTOR AKUNTAN PUBLIK
Menurut Miller dan Smith (2002), berdasarkanreputasinya, Kantor Akuntan Publik dikategorikanmenjadi 2, yaitu: 1) KAP bertaraf internasionaldengan reputasi baik Kantor Akuntan Publik yangtermasuk dalam kategori ini adalah KAP yangmemiliki kriteria: a)
 Brand name The Big Four
(Balver et all, 1988), yang dikutip dari Carter et al.(1998), b)
 Audit firm grouping based on size
(Beatty,1989), yang dikutip dari Carter et al. (1998). Menu-rut majalah media akuntansi no 27 edisi Juli- Agustus 2002, kantor akuntan publik dikelompok-kan berdasarkan pangsa pasar yang dikuasainyaadalah kantor akuntan publik yang berafiliasidengan
The Big Five
(sebelum Prasetio Utomomelakukan merger dengan Hanadi Sarwoko &Sandjaja), dengan urutan sebagai berikut: a1) Pra-setio Utomo (berafiliasi dengan Arthur Andersen)menguasai 44,6% pasar dengan 137 perusahaanberaset Rp 656 triliun, a2) Hans Tuanakotta danMustofa (berafiliasi dengan Deloitte ToucheTohmatsu) dengan 26,7% terdiri dari 82 perusa-haan beraset Rp 180 triliun, a3) Hanadi Sarwokodan Sandjaja (berafiliasi dengan Ernst & Young),a4) Siddharta Siddharta dan Harsono (berafiliasidengan Klynveld Peat Marwick Goerdeler), a5)Hadi Sutanto dan rekan (berafiliasi denganPriceWaterHouseCoppers).Penggunaan kedua kriteria tersebut didasar-kan pada kesimpulan DeAngelo (1981), yangdikutip dari Carter et al. (1998), bahwa kantorakuntan publik yang lebih besar menghasilkankualitas audit yang lebih tinggi untuk melindungireputasinya sebagai akuntan independen. Suatustudi empiris menemukan bahwa kedua variabelini signifikan dalam menjelaskan penyebab pergan-tian auditor (
auditor changes
) (Francis dan Wilson,1988) dan
audit fee premiums
(Simunic, 1980). 2)KAP lokal dengan reputasi tidak diketahuiKantor Akuntan Publik yang termasuk dalamkategori ini adalah Kantor Akuntan Publik yangtidak sesuai dengan kedua kriteria yang telahdijelaskan di atas, yaitu kantor akuntan publikyang tidak berafiliasi dengan
The Big Four
.
STRUKTUR MODAL
Struktur modal adalah gabungan utang jangkapanjang (
long-term debt
) dan modal (
equity
)perusahaan yang digunakan untuk membiayaikegiatan operasional (Ross et al. 1998: 4). MenurutMiller dan Smith (2002), berdasarkan perbanding-an utang jangka panjang dengan modal, disebut
debt-equity ratio
, struktur modal calon debiturdikategorikan menjadi 2, yaitu: 1) Struktur modalkuat (
strong capital structure
), adalah strukturmodal yang memiliki
debt-equtiy ratio
lebih kecilatau sama dengan 1 (http://www.investopedia.com/university/ratios/debtequity.asp). 2) Struktur modallemah (
weak capital structure
) adalah strukturmodal yang memiliki
debt-equity ratio
lebih besardari 1 (http://www.investopedia.com/university/ratios/debtequity.asp). Emery et al. (1998: 92) ber-pendapat bahwa: 1) Semakin banyak hutang,semakin besar kemungkinan perusahaan akanmenghadapi masalah dalam melunasi kewajiban-nya. 2) Semakin banyak hutang, semakin tinggiprobabilitas perusahaan akan mengalami
 financialdistress
dan
bankruptcy
.
UKURAN DAN KREDIT BANK
(BANK SIZE  AND CREDIT)
 
Menurut
office of advocacy
yang melakukansuatu studi mengenai “
Rank and Size Description for 1996 Study
”, ukuran bank merefleksikanukuran aktiva (
asset size
) dari institusi keuangan.Menurut majalah Investor edisi Juni 2003, bank-bank di Indonesia dikategorikan berdasarkanukuran bank, yaitu: 1) Bank dengan jumlah aktiva< Rp. 10 triliun, 2) Bank dengan jumlah aktiva Rp.10 – 50 triliun dan 3) Bank dengan jumlah aktiva >Rp. 50 triliun. Miller dan Smith (2000) berpendapatbahwa bank yang berukuran besar (memiliki jumlah aktiva yang besar) mampu memberikankredit yang lebih besar karena mereka memilikikapasitas kredit yang lebih besar.Penelitian ini hanya meneliti mengenai kreditmodal kerja. Kredit modal kerja adalah kredit yangdiberikan kepada debitur untuk membiayai ke-butuhan modal kerja perusahaan debitur (Denda-wijaya 2003: 27). Menurut Pasal 5 Undang-UndangPokok Perbankan No. 10 tahun 1998 tentangPerubahan UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perban-kan, yang dikutip dari Dendawijaya (2003:26),berdasarkan kepemilikannya, bank umum dibeda-kan menjadi: 1) Bank milik negara (Badan UsahaMilik Negara). 2) Bank milik pemerintah daerah(Badan Usaha Milik Daerah). 3) Bank milik swastanasional. 4) Bank milik swasta campuran (nasionaldan asing). 5) Bank milik asing (cabang atauperwakilan). Pengelompokan bank berdasarkankepemilikannya disebabkan adanya perbedaan
credit policy
yang diterapkan masing-masing bank.Hal ini tertuang dalam deregulasi Pakjun 1983,antara lain menghapuskan patokan kredit, sehing-

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->