Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LIBERALISASI PERTANIAN DAN ISU PENURUNAN TARIF SEBAGAI BENTUK PENJAJAHAN BARU DUNIA

LIBERALISASI PERTANIAN DAN ISU PENURUNAN TARIF SEBAGAI BENTUK PENJAJAHAN BARU DUNIA

Ratings: (0)|Views: 841 |Likes:
Published by Sri Rezeki

More info:

Published by: Sri Rezeki on Feb 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2011

pdf

text

original

 
Tugas makalah Politik Internasional
LIBERALISASI PERTANIAN DAN ISU PENURUNAN TARIFSEBAGAI BENTUK PENJAJAHAN BARU DUNIA
Oleh : Sri Rezeki (0806322962)
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS INDONESIA2009
1
 
BAB IPENDAHULUANI.1 LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
Globalisasi adalah sebuah istilah yang dari artinya saja, yaitu “mendunia”,memberikan kesan yang tak terjangkau oleh orang-orang dari kalangan tertentu. MenurutAnthony Giddens, globalisasi adalah “the intensivication of world-wide social relations
which link distant localities in such a way that local happenings are shaped by eventsoccurring many miles away and vice versa
”.
1
Menurut Wallerstein, globalisasi adalah prosesintegrasi tiada akhir, tidak hanya terjadi dalam domain ekonomi, melainkan juga domain budaya dan identitas. Menurut Kearney, globalisasi adalah terkait dengan konsepdeteriorisasi, konsep deteriorisasi adalah mengacu pada pemahaman bahwa aktivitas produksi, konsumsi, ideologi, komunitas, politik, budaya, dan identitas melepaskan diri dariikatan lokal. Menurut Robinson, globalisasi adalah
time-space compression
. Sedangkanmenurut McLuhan, globalisasi adalah
 global vilage,
maksudnya adalah terjadinya proses penghilangan jarak, dimensi waktu dan tempat yang kita anggap lama dan jauh menjadiseolah-olah dekat di samping kita. Globalisasi menurut Pieterse adalah suatu proses integrasimanusia yang melewati batas-batas negara-bangsa.Selain itu definisi globalisasi juga terkadang disalahartikan sebagai “Amerikanisasi”atau “Westernisasi”.
2
Lebih jauh lagi, globalisasi juga sangat dikaitkan dengan lembaga-lembaga internasional semacam IMF (International Monetary Fund), Bank Dunia, PBB,OECD dan sebagainya.
3
Lembaga-lembaga tersebut tentu saja bukanlah globalisasi itusendiri, melainkan pranata-pranata internasional yang dapat berkontribusi secara positif terhadap integrasi lintas negara. Di samping itu, globalisasi juga sering dikaitkan dengan perusahaan-perusahaan multi nasional yang terkenal seantero dunia seperti Coca Cola, Pepsi,Ford, Mc Donald, Nestle, Adidas, dan sebagainya.Akibatnya, sering kali konsep globalisasi dikaitkan dengan satu bentuk imperialisme baru. Imperialisme baru ini sengaja dibuat oleh negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Sebenarnya, makna globalisasi tidaklah sesederhana yang kita bayangkan.
1
Anthony Giddens, (2000),
 Runaway World: How globalization is reshaping our lives
, Routhledge.
2
 
Diakses darihttp://www.newsweek.com/id/156343  pada tanggal 6 Desember 2009, pukul 14.23.
3
Diakses dari http://plato.stanford.edu/entries/globalization/pada tanggal 6 Desember 2009, pukul 14.52.
2
 
Seringkali pendapat umum ataupun media massa memberikan pengertian yang kurang tepatmengenai makna dari globalisasi itu sendiri. Membanjirnya informasi yang salah mengenaitentang globalisasi, sedikit banyak, membentuk cara berpikir dan cara bersikap masyarakatumum atas fenomena ini. Tidaklah mengherankan jika globalisasi selama ini lebih dikenalsebagai Amerikanisasi dan bentuk dominasi baru negara maju atas negara berkembang.
4
Globalisasi bisa dibilang membawa dampak yang besar dalam kehidupan umatmanusia sekarang ini. Ada banyak perubahan yang terjadi akibat fenomena ini. Misalnya sajakehidupan di Indonesia yang sebelumnya cenderung gotong royong, namun sekarang akibatadanya globalisasi menjadi lebih individualis. Hampir semua orang bersifat pragmatis dancenderung egoistis. Dalam dunia perekonomian misalnya ada banyak polemik, debat, diskusiyang kerap muncul ketika negara-negara maju yang tergabung dalam G-8, yang belakanganini berubah menjadi G-20, melakukan pertemuan rutinnya. Banyak pendapat miringmengenai globalisasi. Dalam hal ini globalisasi sering kali dikaitkan dengan kapitalis global.Menurut Chase dan Dunn, kapitalis dunia merupakan motor penggerak utama dan mesinyang memutar roda globalisasi. Peusahaan-perusahaan multi nasional memainkan peranan penting bagi integrasi ekonomi. Selain itu, ada juga upaya lobi-lobi politik untuk berusahamembuka negara-negara yang memiliki sistem pasar tertutup agar lebih dapat membuka diri.Ada banyak penetangan mengenai ide globalisasi ini, umumnya penentangan ideglobalisasi terjadi di negara-negara berkembang. Jose Bove contohnya, merupakan aktor utama penentang globalisasi yang tergabung dalam gerakan ATTAC yang juga banyak dikenal sebagai ”Anti-Mindialisation”, melakukan aksi simbolik menentang globalisasidengan membuldozer beberapa restoran MCDonald’s di Perancis. Aksi ini merupakan simbol perjuangan menentang kapitalis global, juga simbol untuk melindungi kepentingan restoranlokal dari serbuan jaringan restoran asing.
5
 Mungkin ada banyak konsepsi buruk mengenai globalisasi. Namun demikian, wajahglobalisasi juga bisa berubah menjadi baik dan menyenangkan ketika kita menyaksikan hasil-hasil yang kita nikmati karena penyebaran tekhnologi ke seluruh dunia. Ada banyak buktikemajuan tekhnologi yang semakin mempermudah hidup kita. Jika dahulu kita membutuhkanwaktu berminggu dalam mengirimkan surat kepada seseorang, sekarang kita hanya cukupmenghabiskan waktu beberapa menit dalam proses pengiriman surat. Kemajuan tekhnologi bukan hanya milik Amerika dan negara-negara Eropa, ada Cina, Jepang, dan Korea Selatanyang juga maju dalam hal pengembangan tekhnologi. Hal ini tentu sulit terjadi jika tidak ada
4
 
 Ibid.
5
Firmansyah, Globalisasi; Sebuah Proses Dialektika Sistemik ( Jakarta: Yayasan Sad Satria Bhakti, 2007) hlm.19-20.
3

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
riffatualya liked this
Mvp99 liked this
Fahmi A liked this
Fredy Fender liked this
Roihan Adiyat liked this
Ryan Cheng liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->