Mulyono (NIM : 0301060025)
11
C. Penyelesaian Persamaan Non-Linear
Menurut Munif, A (1995 : 7) Persamaan y=f(x) dikatakan linear jikahubungan antara variabel x dan nilai fungsi y jika digambarkan pada sumbukartesian menunjukkan
garis lurus
. Sedangkan yang tidak berbentuk garislurus disebut
persamaan non-linear.
Misalnya persamaan polinomial,persamaan sinusoida, persamaan eksponensial, persamaan logaritmik dansebagainya.Gambar 3. Bentuk-bentuk Grafik Persamaan LinearGambar 4. Bentuk-bentuk Grafik Persamaan Non-Linear
1. Metode Biseksi
Metode ini mempunyai ciri dimana area dibagi menjadi 2 bagian,dari dua bagian ini dipilih bagian mana yang mengandung akar dan bagianyang tidak mengandung akar dibuang. Hal ini dilakukan berulang-ulanghingga diperoleh akar persamaan.
y=2x+131xy0y=x11xy0y=-½x+112xy0y=x
2
1xy024y=e
-x
xy0212
2
π
23
πππ
2x
yxsiny
=