Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Mulyono (NIM : 0301060025)
BAB IILANDASAN TEORIA. Persamaan Non-Linear
Persamaan merupakan kalimat terbuka yang menyatakan hubungan“sama dengan” (ditulis “=”) (Alamsyah, 1994 : 61). Persamaan Non-Linearadalah persamaan yang jika digambarkan dalam bidang kartesius berbentuk garis tidak lurus (berbentuk kurva). Persamaan yang termasuk persamaannon-linear adalah persamaan polinomial, persamaan eksponensial, persamaanlogaritmik, persamaan sinusoida, dan sebagainya (Munif, 1995 : 7).
B. Metode Numerik
Tidak semua permasalahan matematis atau perhitungan dapatdiselesaikan dengan mudah. Bahkan dalam prinsip matematik, dalammemandang permasalahan yang terlebih dahulu diperhatikan apakahpermasalahan tersebut mempunyai penyelesaian atau tidak. Hal inimenjelaskan bahwa tidak semua permasalahan dapat diselesaikan denganmenggunakan perhitungan biasa.Sebagai ilustrasi untuk persamaan non-linear berderajat lebih dari duadapat dikatakan mempunyai penyelesaian yang tidak mudah bahkan dan tidak mungkin diselesaikan secara analitik. Tetapi bukan berarti persamaan tersebuttidak mempunyai penyelesaian, hanya saja menyelesaikan persamaansemacam itu sangat sulit dan kalaupun bisa memerlukan pengetahuan9
 
Mulyono (NIM : 0301060025)
10matematis yang tinggi dan waktu yang cukup lama. Dengan dasar inilah dapatdikatakan bahwa diperlukan suatu metode tertentu yang dapat digunakanuntuk menghitung persamaan tersebut. Meskipun metode tersebut tidak dapatmenghasilkan nilai yang
exact 
(tepat), setidak-tidaknya sudah mendekati nilaiyang diharapkan. (Amang, 2006 : 1)Penyelesaian persamaan non-linear adalah penentuan akar-akarpersamaan non-linear. Dimana akar sebuah persamaan f(x) = 0 adalah nilai-nilai x yang menyebabkan nilai f(x) sama dengan nol. Dengan kata lain akarpersamaan f(x) adalah titik potong antara kurva f(x) dengan garis y = 0.Gambar 2. Penyelesaian Persamaan Non-Linear(Amang, 2006 : 10)
-2 -1
 
0 1 23
 
4 5 6-4-20246810
 
12
 
y = f(x)Akar persamaan sebagaipenyelesaian
 
Mulyono (NIM : 0301060025)
11
C. Penyelesaian Persamaan Non-Linear
Menurut Munif, A (1995 : 7) Persamaan y=f(x) dikatakan linear jikahubungan antara variabel x dan nilai fungsi y jika digambarkan pada sumbukartesian menunjukkan
garis lurus
. Sedangkan yang tidak berbentuk garislurus disebut
persamaan non-linear.
Misalnya persamaan polinomial,persamaan sinusoida, persamaan eksponensial, persamaan logaritmik dansebagainya.Gambar 3. Bentuk-bentuk Grafik Persamaan LinearGambar 4. Bentuk-bentuk Grafik Persamaan Non-Linear
1. Metode Biseksi
Metode ini mempunyai ciri dimana area dibagi menjadi 2 bagian,dari dua bagian ini dipilih bagian mana yang mengandung akar dan bagianyang tidak mengandung akar dibuang. Hal ini dilakukan berulang-ulanghingga diperoleh akar persamaan.
y=2x+131xy0y=x11xy0y=-½x+112xy0y=x
2
 1xy024y=e
-x
 xy0212
2
π
23
πππ
2x
yxsiny
=
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more