Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Demokrasi Dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam,

Demokrasi Dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam,

Ratings: (0)|Views: 953 |Likes:
Published by enthog

More info:

Published by: enthog on Feb 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

 
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI 
 
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 
 
601
DEMOKRASI DAN MUSYAWARAHDALAM PANDANGAN DARUL ARQAM, NII, DAN HIZBUT TAHRIRINDONESIA
Asep Zaenal Ausop*
ABSTRACT
 Darul Arqam (DA), Negara Islam Indonesia (NII), and Hizbut Tahrir  Indonesia (HTI) are the Islamic movement (harakah Islamiyah) which posses its ownview on democration and deliberation, clearly distinctive from the view of common Indonesian and world people. Why they posses their own view, what is the argument behind, and what the experts say about these movement, this is matter that everybodymust know.The goal of this research is to cover valid data and scientific facts about thesethree view of the Islamic organizations about democracy and deliberation, analyzed them, and compared with notions of other Islamic thinkers. This is a qualitativeresearch with theological approach as methodological approach and explanatorydescriptive as research method.The result of this research proofs that Darul Arqam (DA), Negara Islam Indonesia (NII), and Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) posses same view that democracyis proscribe. For them, the truth that came from majority voters is an adversative to
God’s absolute dominance principle and change the God’s authority as law maker,
their argumentation is distinguishable each other though.Key word : demokrasi, musyawarah, khilafah, ahlul halli wal aqdi.
1.
 
Pendahuluan
Latar belakang kelahiran demo-krasi bermula dari adanya para penguasadi Eropa yang beranggapan bahwapenguasa adalah wakil Tuhan. Tuhantelah memberikan kewenangan kepadapara penguasa untuk membuat hukumdan perundang-undangan serta ke-wenangan untuk memerintah rakyat.Tidak sedikit dari aturan dan perundang-undangan yang dibuat oleh parapenguasa itu hanya menguntungkanpenguasa itu sendiri serta merugikanrakyat. Akibatnya, rakyat tertindas danterdzalimi.Terhadap keadaan ini merekaprotes kemudian bangkitlah parapemikir dan filosof yang kemudianmelahirkan konsep demokrasi. Demo-krasi merupakan kata yang menunjuk-kan makna bahwa pemerintahan ituadalah berasal dari rakyat, oleh rakyatdan untuk rakyat. Jadi kekuasaan beradadi tangan rakyat, hukum dibuat ber-
*
Dosen KK Ilmu
 
Kemanusiaan FSRD ITB.
 
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI 
 
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 
 
602dasarkan suara rakyat karena suararakyat adalah suara Tuhan.Ide dasar demokrasi adalah,kekuasaan mutlak berada di tanganrakyat, rakyatlah yang berhak membuatdan melaksanakan peraturan yangditetapkan sendiri berdasarkan suaramayoritas. Rakyat berhak memilihanggota badan legislatif berdasarkansuara mayoritas. Rakyat berhak memilihpenguasa (badan eksekutif) berdasarkansuara mayoritas bahkan rakyat berhak menentukan hakim (badan yudikatif)berdasarkan suara mayoritas pula. Jadi,inti demokrasi adalah segala keputusanditentukan oleh suara mayoritas rakyat.Ada dua ide demokrasi yakni (1).kekuasaan di tangan rakyat (2). rakyatsebagai sumber kekuasaan. Dengan duaide ini pada hakikatnya demokrasi telahmenghapus ide hak Ketuhanan (
 Divine Right 
) yang selama ratusan tahun beradadi tangan penguasa yang menganggapdirinya sebagai wakil Tuhan.Sistem demokrasi itu telah lamadigunakan di negara Amerika Serikatdan Eropa bahkan telah digunakan olehnegara-negara yang mayoritas rakyatnyaberagama Islam termasuk Indonesia. Idedan praktik demokrasi ini telahmendapat sorotan tajam dari para tokohIslam terutama para tokoh
salafi
yangtradisional (lawan modernis). Padaumumnya mereka menyatakan bahwademokrasi tidak sesuai dengan ajaranIslam dan dapat merusak akidah. Olehkarena itu menggunakan demokrasidalam menjalankan roda pemerintahanadalah haram hukumnya. Pandanganmereka ini sangat bertentangan denganpendapat mayoritas rakyat dunia danrakyat Indonesia pada umumnya yangsalama ini mengagungkan dan mem-praktekkan demokrasi.Untuk mengetahui pandanganDA, NII, dan HTI tentang demokrasidan musyawarah secara valid perludilakukan penelitian akademis, olehkarena itu penulis mengangkat masalahini untuk diteliti. Adapun tujuan yangingin dicapai adalah untuk memperolehdata dan fakta ilmiah yang dapatmenggambarkan pandangan DA, NII,dan HTI tentang demokrasi danmusyawarah.Tulisan ini merupakan hasilpenelitian yang dilakukan secaraterpisah, yakni penelitian terhadap DarulArqam dilaksanakan pada tahun 1995-1996 yang di
up date
tahun 2009,penelitian tentang NII dilaksanakan padatahun 2002-2005 yang di
up date
tahun2009, sedangkan penelitian terhadapHizbut Tahrir dilakukan tahun 2008-2009.Kerangka pemikiran yangdigunakan dalam penelitian ini adalahteori perubahan perilaku dan pem-bentukkan kelompok manusia dari JohnF. Longres
i
dan James W. VanderZande
ii
. Menurut Longres, perubahanperilaku manusia dipengaruhi olehnorma (
norm)
dan nilai (
value)
yangdianut dan diyakini seseorang, jugamenurut Vander Zanden pembentukankelompok manusia (
human groups
) punsalah satunya dipengaruhi oleh ke-samaan norma dan nilai yang dianut-nyatersebut sekaligus membedakannya darikarakteristik kelompok lainnya.Selain itu digunakan juga teoridari Harun Nasution dan AzyumarduAzra, guru besar IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang pemilihantokoh/ pemikir Islam. Dalam hal ini paraulama pada umumnya (jumhur) sepakatbahwa sumber hukum dan nilai ajaranIslam adalah Al-
Qur‟an yang
 
Demokrasi dan Musyawarah Dalam Pandangan Darul Arqam, NII, dan HTI 
 
Jurnal Sosioteknologi Edisi 17 Tahun 8, Agustus 2009 
 
603dielengkapi dengan al-Hadits (sunahrasul). Kedua sumber ini diakuikeberadaan dan fungsinya oleh seluruhulama dan telah dipraktekkan sejak zaman nabi dan para sahabatnya. Akanteapi dalam tataran penafsiran, telahmelahirkan multi interpretasi karenapenafsiran sangat dipengaruhi olehbanyak faktor antara lain oleh paradigmaberpikir para ulama dan konsep-konsep,teori, serta prinsip-prinsip yangdigunakannya. Tidak heran apabilaterjadi sekian banyak perbedaan
(khilafiyah
). Namun sejauh perbedaanitu masih berada pada koridor aturanbaku yang telah disepakati bersama olehpara ulama secara umum (
 jumhur ulama
) tidaklah menjadi masalah.Berbeda sekali apabila
khilafiyah
itumemang terjadi karena pelanggaranterhadap sejumlah prinsip, teori dankonsep-konsep dasar yang telah di-sepakati.Berkaitan dengan corak penafsir-an, Harun Nasution memilah ulamamenjadi dua besaran pokok yakni ulamaTradisional dan Ulama Modernia.Ulama tradisional ialah ulama yangmasih terikat oleh hadits Ahad danpendapat ulama salaf yang sangatbanyak jumlahnya. Sedangkan ulamamodernis adalah ulama yang sudahmenggunakan akal secara luas dalammemahami Islam serta tidak lagi terikatoleh hadits Ahad dan oleh pendapatulama terdahulu, sedangkan AzumardinAzra membagi ulama dalam kontekskonsep negara. Menurutnya ulamaterbagi dua yakni ulama fundamentalisdan ulama modernis. Ulama fundamen-talis adalah mereka yang berpendapatbahwa bentuk negara harus seperti apaadanya di zaman nabi. Sedangkan ulamamodernis menyatakan tidak adakeharusan membentuk negara Islam,yang penting substansi dan nilai-nilaiuniversal Islam yang harus masuk menjadi fondasi negara misalnya nilaikeadilan, demokratis dll tidak harusberbentuk negara sebagaimana negaraMadinah di zaman Rasul. JadiAzyumardi Azra lebih memilih Islamsubstantif daripada Islam simbolik.Untuk membahas masalah ini,metode pendekatan yang digunakanadalah pendekatan teologis (
teologicalapproach
) yakni melihat masalah sertamenganalisis segala macam pendapatDA, NII dan HTI melalui pendekatanAl-
Qur‟an dan Hadits sert
a pendapatpara ulama dan pemikir Islam. Metodepenelitian yang digunakan adalah
deskriptif ekplanatoris,
yakni menge-depankan data dan fakta ilmiah tentangpendapat DA, NII, dan HTI apa adanya,kemudian setelah itu ide atau konsepmereka dibahas satu persatu, dibanding-kan dengan pendapat ulama dan pemikirIslam lainnya.2.
Hasil Temuan Penelitian
A.
Pandangan Darul Arqam
Darul Arqam selanjutnya di-sebut DA adalah sebuah badan dakwahIslam yang bermula dari pengajiankeluaga yang disebut pengajian RumahPutih karena markasnya adalah sebuahrumah bercat putih. Selanjutnya tumbuhberkembang menjadi gerakan keagama-an bercorak tasawuf tarekat yangdinisbahkan (dihubungkan) kepadaseorang ulama Malaysia asal Wonosobobernama Muhammad Suhaimi sehinggadikenal dengan sebutan TarekatMuhammadiyah atau tarekat

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
icha_ahmad liked this
Ali Ismunadi liked this
Dedi Sularso liked this
ziyya_elhakim liked this
harvastum liked this
Fakhruddin Aan liked this
Ela Amalia Nizar liked this
Fadh_Ahmad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->