Kronologi Data dan PeristiwaHARI-HARI PANJANG YANG MELELAHKAN
Pengunduran diri Pak Harto sebagai Presiden RI, tentu saja tak luput dari adanyakrisis ekonomi dan moneter yang terjadi di kawasan Asia Tenggara padapertengahan tahun 1997. Di mulai dari jatuhnya nilai mata uang Bath, Thailandterhadap Dollar, yang efek dominonya, merembet pula ke Indonesia, dimana nilaitukar rupiah terhadap dollar melemah secara terus menerus.Akibat dari krisis moneter, dimana situasi ekonomi tidak terkendali ini,berkembang menjadi krisis multidimensional yang berkepanjangan di berbagaibidang. Efeknya, sangat menyengsarakan rakyat karena harga-harga naik, BBMnaik, hingga pelbagai unjuk rasa pun bergulir secara simultan. Krisis ekonomikemudian berbuah menjadi krisis politik, yang berbuah pada pengunduran diri Pak Harto sebagai Presiden RIIbarat gelombang pasang. Meski telah legowo turun dari tahta kepemimpinannyasecara konstitusional sebagai Presiden RI pada 21 Mei 1998, di tengah euforiaReformasi yang berhasil melengserkan Pak Harto, toh tetap saja Pak Harto dihujat,diburu, dihina, serta dianggap sebagai koruptor - meski hingga kini tak pernahterbukti.Hari-hari panjang memang melelahkan. Pak Harto terus menerus dijadikan objek politik atas tuntutan KKN, tuduhan telah menumpuk kekayaan atas ke- 7 buahyayasan yang dikelolanya, tuduhan memiliki kekayaan luar biasa yang disimpan diluar negeri - yang notabene akhirnya tidak pernah terbukti — baik itu melalui opinipublik, maupun lewat penyelidikan, pemeriksaan dan persidangan oleh pihak Kejaksaan Agung, yang diawali sejak 9 Desember 1998.Hingga sekarang Pak Harto agaknya terus "diburu" dengan berbagai cara. Mulaidari pidana hingga perdata, kendati usia Pak Harto telah renta, dan mengidapberbagai komplikasi penyakit dalam tubuhnya.Berikut catatan hari-hari yang melelahkan bagi Pak Harto yang terjadi pada 1998hingga kini.
TAHUN 1998
6 Januari 1998Pemerintah menyampaikan RAPBN 1998/1999 yang dinilai masyarakat sebagaiyang berat, rawan dan penuh resiko dengan kurs dollar Rp. 4.000 terhadap rupiah.