Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Binder Suharto

Binder Suharto

Ratings: (0)|Views: 704 |Likes:
Published by enthog

More info:

Published by: enthog on Feb 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

 
 --Trima kasih Bung Supardi--BERIKUT (DI BAWAH) INI, salinan lengkap: Cetakan Pertama buku kecil berjudul
"SOEHARTO, SOEHARTOISME dan SUMBER MALAPETAKA",
Penerbit: Pustaka GuGaT, Jakarta, 8 Juni 1998.DAFTAR ISI:Pengantar (dari Penerbit);Bagian (1) - Nawaksara dan Sejumlah Pertanyaan, Oleh: Kikin Asikin;Bagian (2) - Membangun Dinasti Enam Dasawarsa, Oleh: Ki Ranggawarsito VII.Pengantar (dari Penerbit)"SOEHARTO TELAH MUNDUR. Soeharto telah turun. Soeharto telah jatuh".Kata-kata ini diteriakkan berulang-ulang oleh banyak orang, termasuk para mahasiswa di Gedung MPR/DPR RI pada tanggal 21 Mei 1998 lalu. Semuaorang sepertinya dihinggapi euphoria berlebihan hingga seakan-akan lupabahwa sebelum lengser Soeharto justru mewariskan "Soehartoisme" yangdemikian mengakar kuat pada para pejabat baru yang muncul jadi pimpinannasional, dan juga mewariskan bom waktu bibit-bibit perpecahan sertakebobrokan yang luar biasa dahsyatnya.Bila kita cermati lebih teliti, "Orde Reformasi" atau "Orde SetengahReformasi" ternyata memang tak banyak beranjak dari cara pandang "OrdeSoeharto". Mulai dari cara pandang dalam persoalan Aceh, Papua maupunMauberedan aparatus represifnya tetap dianggap sebagai perongrong negara.Demikian juga kaum muda yang tergabung dalam PRD. Mereka tetapdikucilkan dalam penjara ( di era pemerintahan Gus Dur sekarang ini,mereka sudah dibebaskan dari penjara - ASA). Padahal sebagian slogan dantuntutan mereka seperti "Cabut 5 Paket UU Politik" dan "Tolak Soeharto"ustru dikumandangkan di mana-mana. Termasuk antara lain, tokoh-tokohGolkar yang dulunya paling pro-Orde Soeharto macam Harmoko, AkbarTandjung dan Abdul Gafur serta Syarwan Hamid dari F-ABRI."Orde Setengah Reformasi" ternyata juga memelihara hantu yang jugadisengaja dijadikan musuh abadi "Orde Soeharto" yaitu kelompok ekstremkiri (baca: Komunis). Bahkan Bukan tak mungkin "ekstrem kanan" juga akandihidup-hidupkan dalam waktu dekat mengingat proses reformasi saat inibelum menyentuh cara pandang dan tubuh ABRI, termasuk lembaga ekstraudicial dan para intelnya. Bahkan 98% aparat "Orde Setengah Reformasi"(mulai menteri hingga gubernur, bupati, lurah dan pengurus RT) hinggakini adalah mantan pejabat Orde Soeharto. Malah muncul sejumlahspekulasi bahwa Soehartoisme (baca: cara pandang Orde Soeharto) akankembali merajalela.Soehartoisme sendiri sesungguhnya adalah sebuah ajaran untuk menguasaikekuasaan dan menguras harta rakyat dengan cara intrik, adu domba dankebohongan. Ajaran kebohongan disebut dora sembada atau bohong sembadayaitu bohong yang dibenarkan oleh Soeharto, meliputi lima (5) hal: 1.Kalau sedang ada pertemuan; 2. Ketika jadi pengantin sehabis dipertemukan pertama kali; 3. Kalau perlu untuk menjaga harta benda; 4.Kalau diperlukan untuk menjaga umur; 5. Kalau perlu untuk menjagaketentraman keluarga (Butir-butir Budidaya Jawa, sebagaimana dituturkanSoeharto kepada anak-anaknya, hal. 95). Butir 3 dan butir 5 merupakansumber inspirasi kerakusan Soeharto dan anak cucunya.Mengenai ajaran intrik dan adu domba, Soeharto telah mempraktekkannyasecara berhasil dengan cara mengorbankan jutaan rakyat mati, ditahan,
 
hingga melumpuhkan rakyat, sekaligus merampok, menjarah kekayaan alamIndonesia. Termasuk secara tidak bertanggungjawab menciptakan sejumlahutang berupa pinjaman ke luar negeri untuk kepentingan sampai meliputiUS$ 140 juta.Untuk membedah dan menganalisis keberlangsungan serta masa depan bangsa,barangkali kita harus menyoal kembali sejumlah masalah yang pernahdijadikan dasar bernegara dan memilah-milahkan kawan-lawan oleh OrdeSoeharto. Kita harus jeli melihat kembali bahwa Soehartoisme telahmerasuk secara sistematik di mana-mana. Mulai dari cara pandang, polapikir hingga mengidentifikasi setiap persoalan.Jatuhnya Soeharto ternyata belum menjatuhkan Soehartoisme. Itu sebabnyaorang belum menggugat semua kesalahan mendasar yang pernah dilakukanOrde Soeharto. Rasanya tak masuk akal, bahwa tahanan eks Pulau Buru yangharus mendekam 14 tahun dalam pulau pengasingan tak bisa menggugathukuman yang pernah dijatuhkan padanya tanpa melewati proses pengadilan.Begitu juga keluarga orang-orang mati yang pernah distigma oleh penguasaOrde Soeharto sebagai GPK. Sudah tentu, tiba saatnya gugatan-gugatan ituakan bermunculan dalam waktu dekat ini.Buku ini berisi dua buah tulisan yang pernah dimuat di internet danmailing list Ina-SiaR. Tulisan pertama berjudul Nawaksara dan SejumlahPertanyaan adalah karangan Kikin Asikin yang dimuat ISTIQLAL (13 Juni1997) yang telah diperbaiki oleh penulisnya. Tulisan ini antara lainmengungkapkan sekelumit keterlibatan Soeharto dalam peristiwa G30S danmisteri terbunuhnya Jenderal Achmad Yani. Sedang tulisan ke dua berjudulMembangun Dinasti Enam Dasawarsa adalah karangan Ki Ranggawarsito VIIyang dimuat ISTIQLAL (25 April 1997).Kedua tulisan ini sengaja kami pilih untuk diterbitkan. Pertimbangankami, kedua topik bahasan ini sangat mendasar untuk kita kaji bersama.Dari kedua tulisan ini akan tampak benang merah betapa"inkonstitusional" dan "anti-Republik"nya Orde Soeharto yang ternyatamampu berkuasa selama 32 tahun dengan menyengsarakan rakyat. Justruselam itu dia menmghadapi setiap kelompok kritis dengan melakukanstigmatisasi "inkonstitusional", "anti-Pancasila", "anti-persatuan dankesatuan" serta "anti-RI".Tidak dapat dipungkiri, dengan mengambil manfaat dari ujungnya PerangDingin di mana Amerika Serikat waktu itu memerklukan "jagal" untuk menumpas kaum komunis, berhasil menyusun sistem kekuasaan otoriterselama 32 tahun dengan kosmetik demokrasi telah dapat memupuk kekuasaandan kekayaan dengan rakusnya. Kucuran dollar dari luar dimanfaatkanuntuk menjalankan money politics, management of fears, sekaligus"premanisme" dalam menghadapi kekuatan-kekuatan pro demokrasi.Sudah barang tentu Soeharto tidak sendiri, juga dibantu oleh"konco-konconya" yang berada di bidang militer, Golkar, PPP maupun PDI,uga para konglomerat maupun kalangan agama yang bisa dibeli. Pemusatankekayaan hasil jarahan, didistribusikan kepada "konco-konconya" justruuntuk menciptakan ketergantungan dan loyalitasnya. Kehebatan Soehartomulai menmgendor, manakala, dunia yang menuju pasar bebas m ulai pasangyang menyebabkan Amerika menarik dukungannya kepada rezim Soeharto.Sebagai penerbit, kami, berharap buku ini bisa menjadikan pembaca lebihkritis, rasional dan mampu mendekonstruksi kembali cara pandang OrdeSoeharto. Juga diharapkan agar terjadi gerakan yang terus-menerusmenelan janji berbagai penipuan, pemalsuan, manipulasi sejarah danpenjarahan kekayaan rakyat yyang selama 32 tahun dilakukan secaraintensif, masif dan sistematis oleh Soeharto dan konco-konconya. Sebab,hanya dengan cara ini lah, kita bisa menghentikan sebuah fenomenaantidemokrasi yang tak lain adalah "Soehartoisme", untuk membangunkembali Indonesia yang adil dan makmur, materiil-spirituil.
 
Pustaka GuGaT.(Bersambung)
Pustaka GuGaT: Soeharto, Soehartoisme dan Sumber Malapetaka (1)
 BAGIAN 1NAWAKSARA DAN SEJUMLAH PERTANYAANOleh: Kikin AsikinMenteri Pemuda dan Olahraga Hayono Isman, sebelum Pemilu yang lalu,menghadap Presiden Soeharto minta restu bagi penyelenggaraan seminartentang Nawaksara, peristiwa yang menghantarkan kejatuhan PresidenSoekarno dan pindahnya kekuasaan ke tangan Letnan Jenderal Soeharto.Sebuah peristiwa yang katanya terjadi secara konstitusional.Menengok kepada sejarah Hitler di Jerman, Mussolini di Italia dan Tojodi Jepang, apa yang terjadi di Indonesia ternyata mirip. Mereka jugamenempuh cvara yang sama. Coup d’etat dikemas menjadi konstitusional.Hasilnya: Perang Dunia II.Budayawan YB Mangunwijaya mengulas peristiwa di Jerman, di Kompas 15 Mei1997 bahwa bagi suatu kekuasaan fasis, tidak ada hal yang mustahildikonstitusionalkan. Bahkan amat konstitusional, konstitusionalsempurna, karena segala-galanya disahkan oleh DPR.PROLOGSesudah 31 tahun berlalu, pemerintah merasa perlu menggelar seminaruntuk memberikan pembenaran dari hukum tatanegara bahwa pengambil operankekuasaan negara dari tangan Presiden Soekarno ke Jenderal Soehartoadalah konstitusional. Pemerintah merasa terganggu adanya suara "bising"yang menyanyikan lagu coup d’etat.Untuk memahami peristiwa Nawaksara yang sebenarnya, perlu dimengertibahwa Nawaksara itu bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Ia didahuluioleh peristiwa terjadinya rivalitas antara Mayjen Soeharto denganJenderal Yani, kemudian muncul Gerakan 30 September 1965 yang dipimpinoleh Letnan Kolonel Untung Samsuri. Untung adalah Komandan Batalyon ICakrabirawa, bekas anak buah kesayangan Soeharto yang pestapernikahannya dirayakan secara besar-besaran di Kebumen (Jawa Tengah)dan dihadiri Jenderal Soeharto. Soeharto malah membawakan bingkisan yangmengesankan buat Untung.Pada prolog Gerakan 30 September, peta kekuatan politik (rieelemachtsfactoren) di Indonesia ada empat. Yaiyu kekeuatan politik Soekarno,kekuatan politik TNI/Angkatan Darat, kekuatan politik PKI dan kekuatanpolitik subversi Amerika dengan CIA-nya yang didukung oleh agen-agennyadi dalam negeri.Strategi Amerika/CIA pada post Presiden John Kennedy dan Inggris ialahmenjatuhkan Presiden Soekarno karena gerakan non aligmen-nya dinilaiamoral dan mengganggu politik bipolar Amerika-Uni Sovyet dalam kerangkaPerang Dingin waktu itu. Dimulai dari penggalangan kekuatan politik dunia sejak Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 yang berhasilmelahirkan negara-negara merdeka di Asia dan Afrika, sekaliguspenggalangan solidaritas Asia-Afrika, yang ditingkatkan menjadi KTT NonBlok. Bagi inggris politik anti-imperialis Bung Karno mengancamkepentingan Inggris di Asia tenggara. Bahkan NEFO kontra OLDEFO,

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lee Chuunkg Way liked this
Ali Ismunadi liked this
dianwangi liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this
ibnu samsi liked this
Andres M Ginting liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->