Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aplikasi Bioteknologi

Aplikasi Bioteknologi

Ratings: (0)|Views: 271 |Likes:
Published by Kanaganet
tugas
tugas

More info:

Published by: Kanaganet on Feb 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2011

pdf

text

original

 
APLIKASI BIOTEKNOLOGI DALAM UPAYA PENINGKATAN EFISIENSIAGRIBISNIS YANG BERKELANJUTAN
A b s t r a k 
Bioteknologi sebagai sebuah alat menawarkan peluang terobosan di dalam memecahkan persoalan kultur teknis tanaman dan kesehatan yang tidak dapat atau terlalu mahaldan/atau terlalu lama diselesaikan dengan menggunakan teknologi konvensional.Keunggulan teknologi berbasis hayati ini terletak pada fokus penanganan masalah yang bersifat mikro di tingkat sel atau molekuler, sehingga waktunya relatif pendek danhasilnya dapat diprediksikan. Bioteknologi memiliki gradien dari yang terendah yaitu bioteknologi tradisional berupa pemanfaatan mikroba, hingga bioteknologi modernseperti rekayasa genetika. Kompleksitas yang beragam ini harus diupayakan menjadisederhana ketika teknologi disampaikan ke pengguna, khususnya petani di pedesaan.Pemanfaatan teknologi ini oleh petani di pedesaan akan lebih memperkokoh fondasiagribisnis yang berdaya saing kuat, sehingga memacu terbangunnya komunitas petanidengan kapasitas
techno-preneurship
yang tinggi. Makalah ini menyajikan konsepsi bioteknologi yang dapat diterapkan di pedesaan guna memfasilitasi kebangkitan sistem pertanian progresif (berkelanjutan). Beberapa contoh proses dan/atau produk  bioteknologi disajikan sebagai ilustrasi tentang prospek dari aplikasi bioteknologi di pedesaan.
PENDAHULUAN
 
Indonesia merupakan negara agraris yang menitik-beratkan pembangunannya pada sektor  pertanian. Namun, sangat ironis sekali bahwa berdasarkan data dari BPS (Biro PusatStatistik) hingga saat ini Indonesia masih mengimpor beras, bahkan pernah mencapaivolume 5,8 juta ton. Kondisi ini menyebabkan Indonesia menjadi negara agraris pengimpor beras terbesar di dunia. Peningkatan volume impor produk-produk pertanianlainnya juga mengalami peningkatan. Impor jagung misalnya dari 298.236 ton (1998),591.056 ton (20% dari kebutuhan, 1999) menjadi 1.199.322 ton (60% dari kebutuhan,2000). Impor gandum sebesar 3,58 juta ton, kedelai sebesar 1,27 juta ton, gula pasir sebesar 1,7 juta ton. Data BPS juga menunjukkan bahwa pada tahun 2001 Indonesiamengimpor 0,8 juta ton kacang tanah, 0,3 juta ton kacang hijau, bahkan 0,9 juta tongaplek.Ada banyak faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas pertanian Indonesia.Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Bappenas (2002) salah satu penyebabnya adalah berkurangnya lahan pertanian di Indonesia. Luas lahan sawah di Indonesia pada tahun1983 adalah seluas 16,7 juta ha, pada tahun 2002 luas sawah menyusut menjadi seluas 14 juta ha. Dalam periode tahun 1990 – 1995 konversi lahan subur di Pulau Jawa mencapai10.000 ha per tahun. Penyebab lain menurut Adi (2003) adalah menurunnya kualitaslahan pertanian di Indonesia akibat erosi, residu bahan kimia seperti herbisida dan pestisida, dan pencemaran logam berat. Penurunan produktivitas pertanian Indonesia berbanding terbalik dengan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Apabila kondisitersebut di atas tidak mengalami perbaikan yang signifikan, Bappenas (2002)memperkirakan pada tahun 2010 Indonesia akan mengimpor beras sebanyak 1,5 juta ton.Produsen pertanian adalah petani di pedesaan, sedangkan konsumennya sebagian besar adalah masyarakat di perkotaan. Karena Revolusi Hijau dianggap memiliki dampak  buruk bagi kualitas bumi, maka menurut pandangan masyarakat berteknologi maju bioteknologi dianggap dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatan produksidan kualitas pertanian di pedesaan. Makalah ini menyajikan secara ringkas peluangaplikasi bioteknologi pertanian di pedesaan untuk meningkatkan efisiensi agribisnis yang berkelanjutan.
BIOTEKNOLOGI
Istilah bioteknologi untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Karl Ereky, seoranginsinyur Hongaria pada tahun 1917 untuk mendeskripsikan produksi babi dalam skala besar dengan menggunakan bit gula sebagai sumber pakannya (Suwanto, 1998).Bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan 'teknologi'yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari paduan dua kata tersebut
 European Federation of Biotechnology
(1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkanaplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan/atau analog molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa.Dengan definisi tersebut bioteknologi bukan merupakan sesuatu yang baru. Tanaman danhewan telah didomestifikasi sejak ribuan tahun yang lalu. Nenek moyang kita telahmemanfaatkan mikroba untuk membuat produk-produk berguna seperti tempe, oncom,
 
tape, arak, terasi, kecap, yogurt, dan
nata de coco
. Hampir semua antibiotik berasal darimikroba, demikian pula enzim-enzim yang dipakai untuk membuat sirop fruktosa hingga pencuci pakaian. Dalam bidang pertanian, mikroba penambat nitrogen telahdimanfaatkan sejak abab ke 19. Mikroba pelarut fosfat telah dimanfaatkan untuk  pertanian di negara-negara Eropa Timur sejak tahun 1950-an. Mikroba juga telahdimanfaatkan secara intensif untuk membersihkan dan mendekomposisi limbah dankotoran selama berpuluh-puluh tahun. Dalam bidang medis, vaksin-vaksin tertentu dibuatdari virus atau bakteri yang telah dilemahkan. Bioteknologi memiliki gradien perkembangan teknologi, yang dimulai dari penerapan bioteknologi tradisional yang telahlama dan secara luas dimanfaatkan, hingga teknik-teknik bioteknologi baru dan secaraterus menerus berevolusi (Gambar 1).Gambar 1. Gradien Bioteknologi (dimodifikasi dari Doyle dan Presley, 1996).Perkembangan bioteknologi secara drastis terjadi sejak ditemukannya struktur helik ganda DNA dan teknologi DNA rekombinan di awal tahun 1950-an. Ilmu pengetahuantelah sampai pada suatu titik yang memungkinkan orang untuk memanipulasi suatuorganisme di taraf seluler dan molekuler. Bioteknologi mampu melakukan perbaikangalur dengan cepat dan dapat diprediksi, juga dapat merancang galur dengan bahangenetika tambahan yang tidak pernah ada pada galur asalnya. Memanipulasi organismehidup untuk kepentingan manusia bukan merupakan hal yang baru, bioteknologimenawarkan cara baru untuk memanipulasi organisme hidup.Seperti halnya teknologi-teknologi yang lain, aplikasi bioteknologi untuk pertanian selainmenawarkan berbagai keuntungan juga memiliki potensi resiko kerugian. Keuntungan potensial bioteknologi pertanian antara lain: potensi hasil panen yang lebih tinggi,

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
aninditanathania liked this
iksan008_ndut liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->